Explore the blog
Saturday, December 22, 2018

Gregetnya Bersosial-Media


Seberapa gregetnya kamu dengan sosial media (sosmed -red)?  Sebelum tidur cek HP dulu, buka semua sosmed lalu tidurnya tiga jam kemudian karena kepo dengan postingan teman lalu stalking-lah kesana kemari.  

Seberapa gregetnya kamu dengan sosmed?  Bangun tidur yang dicari HP dulu, baca update di semua sosmed, lalu bangunnya sejam kemudian karena sibuk komen sana sini.  
******

Hmm, Sosmed oh Sosmed! Tidak bisa dibantahkan lagi kalau sosmed saat ini bisa jadi apa saja buat sebagian orang. Bisa jadi hal yang baik jika penggunaannya memang di jalan yang benar, pun bisa jadi malapetaka jika digunakan pada jalan yang salah, ckckckk. Semoga kita semua selalu digolongkan ke dalam jalan yang lurus yak! Hmm, ini macam pidato aja deh yah? 😂

Setelah lihat jadwal di Be Molulo, konon katanya bulan ini saya yang harus setor trigger buat ditanggapin sama teman-teman di group yang berbahagia itu. Hmm, jadi kepikiran pengen tulis tentang sosmed aja deh. Kenapa? Ya, karena rasanya barang satu ini yang paling dekat dengan kita semua. 

Hayooo, cobaaa siapa nih yang cuma punya satu akun media sosial saja? Yakin gitu cuma ngandalin FB aja, misalnya? Atau IG saja? Atau mungkin hanya Twitter saja? Kalau saya sendiri sih bilang gak yakin cuma bisa punya satu akun media sosial meski sekarang sih udah jarang banget jadikan medsos sebagai tempat curhat menye-menye 😝

Peran Media Sosial Bagi Kehidupan


Tidak bisa dipungkiri lagi kalau medsos itu punya peran positif juga dalam kehidupan kita ini. Secara yah, melalui medsos kita pun bisa dapat penghasilan tambahan, misalnya seperti kita-kita ini nih yang ngebuzzer kan ya. Atau menjalin kembali silaturahmi dengan famili maupun kerabat lama.

Baca juga: Tentang Penghasilan Tambahan


Ada juga yang sekarang jadikan sosmed malah sebagai tempat mencari rejeki utamanya. Monetize sosmed lewat Facebook ataupun Instagram, misalnya. Saya juga sih belakangan sering gunakan dua media ini sebagai media tempat jualan. Biasanya sih gencar jualannya itu pas libur ataupun lagi cuti, heheheh. Masih penjual amatiran emang ini 😁

Bijak dalam Bermedia-Sosial

Segala hal memang bisa dishare di sosmed, tinggal dari kita saja yang WAJIB memilah mana yang baik dan buruknya. Kita harus pandai menyortir mana yang sebaiknya dishare ke umum atau tidak. Tidak hanya itu, pandai-pandailah pula dalam membagikan atau meneruskan info yang ada untuk dibagikan kembali ke halaman medsos kita. Gak mau dong ya dilabeli Miss/Mr. Hoax karena gak bisa menyaring yang mana yang betul dan yang mana pula yang salah atau tidak mencari kebenaran info dulu sebelum re-share. Atau nanti dengar bisik-bisik "Si A tuh yah, gadgetnya keren, smartphonenya tipe terbaru nan update terus tapi tidak se-smart otaknya". Haduh, apa kata dunia tuh?!

Pasti juga risih kan kalau lihat di berandanya berseliweran status gak jelas bin ajaib. Apalagi kalau udah bahas politik, komen ini itu yang notabene mereka itu ilmu politiknya yang yaaa gitu deh, bisa dibilang standar ala kadarnya. Yang ada jadinya debat kusir yang tak berkesudahan. Kalau seperti gini paling aman sih snooze aja si orang itu, biar gak kelihatan dalam kurun waktu beberapa saat. Hmm, kalau mau lebih ekstrim yah tinggal di unfollow or unfriend aja sekalian, heheh. Simple, gampang, tenang, kita juga jadi gak ikutan ghibah atau membenci satu kubu tertentu, yekaaan? Hahahah. 

Pahit Manis Bersosial-Media

Hidup di jaman now itu emang pilihannya cukup dua. Rasakan yang manis atau pahit. Lalu, asam dan asin kemana? Anggap saja keduanya hanyalah pelengkap saja, heheheh. Ribet amat yak? Hihihih. Jadi seperti itu pula kehidupan bersosial media ini. Tinggal gimana kita mau memetik kebaikan agar merasakan manisnya hidup atau malah sebaliknya, rasa pahit dan penyesalan karena salah melangkah dalam bersosial media.

Baca juga: The Power of Emak-Emak Selalu Benar

Hmm, ngerti kan maksud saya? Uhuukk. Begitulah, pasti kita sudah lihat banyak contoh di sekitaran kita tentang efek dari 'salah jalan' dalam bersosial media ini. Yaaah, gitu deh. Makanya semoga kita bisa lebih bijak dan pandai lagi dalam bersosial media agar merasakan yang manis-manis saja. Merasakan yang happy karena silaturahmi tetap terjaga dan juga mungkin bagi sebagian kita yang menjadikan sosial media sebagai tempat mencari penghasilan bisa semakin laris manis, uhuuuii. Aamiin. 

*****

Nah, begitulah gregetnya bersosial-media versi saya. Gimana dengan pendapat Temans sekalian? Boleh banget lhoo di share juga. 🤗


 

Whould you like to comment?

  1. Sosmed suka membius hahaha. Jadi segan ngapa-ngapain. Apalagi kalau pas cuaca melow. Makin asiklah bersosmed. Musti bisa memberdayakan sosmed nih

    ReplyDelete
  2. Aku juga lebih memanfaatkan sosmed sebagai kegiatan postif aja mbak, kek menyalurkan hobi nulis & foto aja. Alhamdulillahnya sering dapet job dari sosmed. Dari pada buang buang kuota sia sia (efek blogger kere) hehehe...TFS

    ReplyDelete
  3. Bijak dalam Bermedia-Sosial

    ReplyDelete
  4. socmed cukup jadi lintasan kehidupan aja. toh kita nggak tau yg ditampilin bener2 sesuai fakta atau sebaliknya. kalo ada yg bermanfaat ya diambil. yg mencurigakan tinggalin n tetep waspada

    ReplyDelete
  5. Bersosisl media itu menurut aku sih nggak beda dengan di dunia nyata ya, jadi kebebasan berekspresi kita juga dibatasi oleh kebebasan orang lain.
    Saling tenggang rasa, saling hormat, tetep harus dijaga

    ReplyDelete
  6. Social media ini banyak plus, banyak minusnya juga. Kadang bikin ketagihan huhu, tapi alhamdulilah masih di zona aman kalau saya^^

    ReplyDelete
  7. Alhamdulillah sih sejauh ini sangat terbantu dengan adanya medsos, paling yang bikin kesel orang2 yg pada berantem klo pas pemilu

    ReplyDelete
  8. Sosmed menurut saya?
    Tempat cari duit
    Tempat bekerja
    Tempat refreshing hehehe

    Zaman now kadang sosmed juga bikin dilema, begini salah begitu salah.
    Komen di postingan orang takut orangnya salah tangkap, gak komen juga disindir gak pernah komen

    Bingung kan jadinya.

    ReplyDelete
  9. Kalau dulu jaman SMP - SMK, sosmedku isinya curhatan hati semua. Tapi kalau sekarang lebih ke promosi jualan produk secara online. Hehehe.

    ReplyDelete
  10. Aku pernah berselisih paham dengan teman karena sosial media, pernah juga berdamai karena sosial media. Di musim baperan seperti ini (lingkungan temenku banyak yg baper, Mbak), aku jadi mengurangi posting di sosmed. Nanti dikira pamer, huhuhu.

    ReplyDelete
  11. Bijak dalam social media itu perlu ya mbak terkadang suka ada ada yang tersesat bahkan kena getahnya gara-gara social media. Semoga kita bisa menjaga etika dalam bersocial media :)

    ReplyDelete
  12. Bener banget nih mba, kayaknya emang ga bisa lepas dari sosmed. Kalau udah pegang hp buka sosmed seringnya lupa waktu krn keasyikan stalking sana sini. Tp sekarang udah mencoba mengerem biar ga kelamaan main sosmed. Mending nemenin anak main.

    ReplyDelete
  13. Buat saya bijak bersosial media itu dengan menjadikan sosial media kita juga bermanfaat kalo dibaca sama orang lain. Jadi, apa yang kita posting emang harus dipikiran baik buruknya, gak hanya buat kita tapi juga buat banyak orang.

    ReplyDelete
  14. Bersosial media itu butuh cara cerdas dan bijak sehingga kita tak salah langkah ya mba. Sedih deh liat banyl yang jadi korban tak bijak gunakan medsos

    ReplyDelete
  15. Akutuh suka geregetan sama orang yg demen banget ngumbar masalah atau kemesaraan sama pasangannya yg terlalu lebay. Klo marahan diposting, klo lagi mesra2an diposting, dikasih apa diposting. Bikin kzl
    . Nyampah banget di timeline wkwkwmw

    ReplyDelete
  16. Kalau ngga bijak dan baik, sosmed bisa mempenjarakan kita. Dan itu bahaya. Aku coba menyeimbangkan pemakaiannya sih

    ReplyDelete
  17. Aku sebelum tidur buka HP tapi bukan sosmed, bangun tidur juga, ckckck. Kita kudu bijak dan tahu waktu deh. Jangan cuma biar kekinian aja

    ReplyDelete
  18. Media sosial memang bikin greget. Tapi bisa jadi sumber penghasilan juga kalo pinter makenya.

    ReplyDelete
  19. Selain Hoax, saya suka gregetan dengan kelakuan netizen saat ada bencana seperti saat ini, Mbak. Ada aja netizen yang udah kehilangan empati

    ReplyDelete
  20. Beranda ku sementara aman. Kalo ada nyinyir langsung aku scroll, malas aja baca apalagi komentar

    ReplyDelete
  21. Bagi saya sosmed itu seperti partner karena sebagian besar kerjaan saya harus saya share di sosmed hehe.

    ReplyDelete
  22. Emak-emak selalu benar hehehe. tetapi kadang banyak juga lo hal-hal yang hanya berani dilakukan emak2 misalnya ada emak2 yg berani menegur bapak2 yang merokok di depan umum padahal orang lain cuek aja.

    ReplyDelete
  23. Aku sampai unfollow akun gosip demi kewarasan. Gila dulu bisa dikepoin semua postingannya sampai lupa mengerjakan target lainnya.

    ReplyDelete
  24. Sama Mba, gemes dan greget kadang kalau ada yang bua status-status gaje gitu.
    Yang penting kitanya harus hati-hati, bijak nggak gampang tersulut dan menggunakan medsos untuk hal positif

    ReplyDelete
  25. Aku bangun tidur juga selalu cek HP dulu, buka medsos, tapi yg dicari tawaran job, wkwkwkwk.

    ReplyDelete
  26. Ngacung deh bangun tidur cek hape, liat medsos, memang mesti bijak menggunakan medsos, karena sering baca berita banyak yang tertipu karena tergoda rayuan di medsos

    ReplyDelete
  27. Sosial.media dijadikan sesuatu yang bernilai positif ajaaa yaa mbaaa.. jangan yang aneh aneh. Hehehe

    ReplyDelete
  28. Media sosial memang bisa jadi momok tapi juga bisa mendatangkan rezeki. Pinter2 penggunanya aja hihi

    ReplyDelete
  29. saya lagi sedikit puasa sosmed nih mba

    ReplyDelete
  30. Aku kalo buka sosmed suka stalking yang pada sharing resep atau pencapaian2nya. Buat inspirasi

    ReplyDelete
  31. Intinya hrus mulai dari difi Kita untuk bijak bersosmed mba..

    ReplyDelete
  32. Hehehe, bener banget nih. Bersosmed ria ini gemesin ya. Aku udah ngalamin banyaaak banget. Dari seneng, susah, sedih, baper, dll. Sampe deaktif beberapa kali. Tapi akhirnya balik juga karena kangen dan keperluan kerjaan. Sekarang sih, aku udah dibawa santai aja. Faktor U kayaknya yang bikin gini. Dulu mah sumbu pendek abiiiis. :D

    ReplyDelete
  33. Kadang suka merasa media sosial skrng gak ada kontrolnya. Tapi yawes lah gak mau ikutan arus krn di balik media sosial itu ada org beneran yg harus kita hargai. Skrng punya sosmed paling cuma buat kerjaan aja sih.

    ReplyDelete
  34. Sosmed selama ini kugunakan untuk hepi2 saja sih, sekalian untuk menjalin silaturahmi dengan banyak teman.

    ReplyDelete
  35. Aku pernah mengalami pahitnya bersosmed.
    Dan mungkin lebih ke "perasaan" akunya aja yang lagi sensi kali yaa...?

    Kalo engga mah...aku slow kok.

    Tapi...
    Sakitnya sampai sekarang, kalau diingat-ingat kembali.

    ReplyDelete
  36. Kalo pas sibuk banget aku buka sosmed cuma buat kerja haha. Upload terus tinggalkan gadget, haha. Tapi kalau pas ga ada banyak kerjaan ya sosmed-an mulu

    ReplyDelete
  37. Saya sejak nyaris dipolisikan karena status di fb-ku beberapa tahun lalu, jarang mhe sa apdet-apdet status. FB lebih sa fungsikan untuk share postingan blog 😁

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca :)

Nama yang jelas yaaa, NO ANONYMOUS please!! ^___^
Mohon maaf Link Hidup tidak akan diapprove :)

^^thanks for reading^^