Explore the blog
Wednesday, December 02, 2020

Waspada, Cacingan Dapat Menyebabkan Stunting!

Sebagai orang tua, tugas kita tidak hanya sekedar mengasuh dan mendidik anak saja tetapi juga memperhatikan kesehatan dan juga tumbuh kembang anak. Salah satu PR nya adalah mencegah kekurangan gizi atau biasa dikenal dengan stunting pada anak. Ini sebenarnya bukan hanya PR orang tua saja tetapi telah menjadi PR bersama dengan Pemerintah. Bahkan saat ini Pemerintah kita telah berupaya sedemikian rupa untuk menurunkan angka stunting yang kian hari semakin bertambah jumlahnya. Dan ternyata salah satu penyebab stunting itu adalah cacingan, lho!   

Waspada cacingan dan stunting


Di masa pandemi seperti saat ini, sebagai orang tua tentu kita menjadi lebih ekstra lagi ya dalam hal pemenuhan gizi. Alhamdulillah, masih syukur ya jika kita masih bisa makan tiga kali sehari dengan lauk pauk yang sesuai dengan isi piringku seperti yang disarankan oleh Kementerian Kesehatan dan memberikan tambahan vitamin juga susu untuk anak demi memenuhi kebutuhan gizinya. Tidak hanya itu saja masalah kebersihan pun juga menjadi fokus kita agar kuman dan virus tidak mudah menyerang.

Penyebab Stunting Pada Anak 

Dilansir pada laman alodokter.com, stunting adalah kondisi ketika anak lebih pendek dibandingkan anak-anak lain seusianya, atau bisa juga dengan kata lain tinggi badan anak berada di bawah standar yang telah ditetapkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) yang digunakan sebagai acuan kurva pertumbuhan anak

Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupannya, yaitu sejak anak masih dalam kandungan hingga berusia 2 tahun. Ini bisa disebabkan oleh masalah kehamilan yang dialami oleh Sang Ibu, saat melahirkan, menyusui dan juga tahap pemberian MPASI yang tidak mencukupi asupan nutrisi. Tidak hanya masalah nutrisi yang buruk, stunting juga dapat disebabkan oleh kebersihan lingkungan yang mengakibatkan anak sering terkena infeksi dan juga cacingan.  

Cacingan Pada Anak  

Siapa yang tidak mengenal cacingan? Penyakit yang satu ini sering kali dialami oleh anak-anak usia 5 - 10 tahun yang mana pada masa ini mereka sedang aktif-aktifnya mengenal 'dunia luar'. Meskipun cacingan ini tergolong tidak mematikan, tetapi sebagai orang tua kita tidak boleh mengabaikan hal yang satu ini karena cacingan dapat menghambat tumbuh kembang Anak. Hal ini disebabkan karena cacing akan menyerap nutrisi yang seharusnya dilakukan oleh usus. Tidak hanya itu saja, cacingan dapat juga menyebabkan anemia pada anak akibat perdarahan kronis yang terjadi pada saluran cerna. 

Cacingan pada anak dapat diperoleh ketika mereka dengan tidak sengaja mendapatkan telur cacing di tangan kemudian menelannya. Hal ini bisa terjadi ketika anak-anak bersentuhan dengan orang-orang yang menderita cacingan, bermain debu, telur cacing yang menempel pada mainan atau bisa juga pada sprei yang terinfeksi cacing. Jika anak-anak telah menyentuh benda-benda di sekitarnya yang telah terinfeksi cacing kemudian makan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu, saat itulah telur-telur cacing masuk ke dalam tubuh dan bisa saja menularkannya kepada orang lain di dalam rumah. 

Jenis Cacing dan Gejala Cacingan yang Ditimbulkan Pada Anak 


Ada beberapa jenis cacing yang biasa hinggap pada anak dan bahkan orang dewasa yang terkadang penyebab cacingan ini sering terlewat dan tidak disadari oleh kita. Olehnya itu penting untuk mengetahui jenis cacing dan gejala cacingan yang memiliki ciri-ciri berbeda antara lain: 

1. Cacing Kremi (Enterobius vermicularis);

Cacing ini menyebabkan infeksi usus pada anak yang diakibatkan oleh cacing parasit kecil. Biasanya ini dialami oleh anak-anak usia sekolah. Sehingga, anak-anak yang mengalami cacingan yang disebabkan oleh cacing kremi cenderung tidak menunjukan ciri-ciri yang terlihat.

Telur cacing kremi dapat masuk ke tubuh anak-anak saat anak-anak menyentuh makanan tanpa mencuci tangan terlebih dahulu setelah bermain. Pada saat ini lah telur cacing yang menempel pada jari ikut masuk ke dalam mulut yang kemudian telur tersebut menetas di dalam usus kecil dan masuk ke usus besar. Saat di dalam usus besar ini lah cacing kremi akan menetap serta mengambil makanan hingga menjadi cacing dewasa. 

Setelah dewasa, cacing kremi betina akan masuk ke anus untuk mengeluarkan telur. Disini lah anak akan merasakan gatal secara intens di area anus, mengakibatkan anak menjadi sulit tidur karena merasa gatal dan nyeri hingga terjadi iritasi. Pada tinja akan ditemukan cacing kremi yang berwujud seperti potongan benang kecil berwarna putih. 

2. Cacing Pita (Taenia sp.)

Pada umumnya, anak cacingan yang diakibatkan oleh cacing pita ini tidak merasakan gejala apapun karena cacing ini memang sulit dideteksi. Cacing pita tidak hanya menyerang anak-anak saja tetapi orang dewasa pun juga berisiko menelan cacing pita yang umumnya ditemukan pada daging sapi yang belum matang. 

Adapun ciri-ciri anak yang mengalami cacingan akibat cacing pita ini akan merasakan sakit perut, mual, tubuh yang terasa lemah dan lemas, berat badan yang menurun dan hilangnya nafsu makan. 

Jika infeksi cacing pita telah menyebar hingga ke bagian tubuh lainnya, maka dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius, misalnya kerusakan pada organ dan jaringan. Di samping itu, ciri-ciri lain anak cacingan yang disebabkan oleh cacing pita yaitu berupa iritasi di area perianal atau sekitar anus.


3. Cacing Tambang (Necator americanus)

Cacing tambang melekat pada usus dengan mulut mereka sendiri dan menghisap darah yang selanjutnya akan masuk melalui kulit kaki serta menginfeksi bagian dalam tubuh manusia melalui aliran darah, seperti paru-paru dan jantung. Tidak hanya itu, tak jarang pula cacing jenis ini menyebabkan anemia pada anak yang membuat turunnya imunitas tubuh serta mempengaruhi kecerdasan anak. 

Ciri-ciri yang dapat dilihat ketika anak terserang cacing tambang antara lain: diare, demam, mual, anemia yang ditandai dengan anak akan terlihat pucat, gatal pada area dimana larva masuk ke dalam kulit, ditemukannya darah pada feses bayi jika cacing telah menginfeksi usus, kemudian terjadi pula nyeri perut yang hilang timbul sehingga bayi menjadi sangat rewel.

Oh ya, tidak semua anak yang mengalami cacingan yang disebabkan oleh cacing tambang memiliki ciri-ciri tersebut terlebih jika kondisinya masih tergolong ringan. Namun, jika infeksi sudah cukup parah, 30 menit setelah terkontaminasi cacing tambang, anak akan merasakan gatal dan nyeri seperti ditusuk.

4. Cacing Gelang (Ascariasis lumbricoides)

Cacing gelang ini umumnya ditemukan di lingkungan yang kurang bersih dan pada daerah yang bersuhu hangat. Jenis cacingan ini dapat menular dari makanan dan minuman yang telag terkontaminasi sebelumnya. Berbanding terbalik dengan cacing kremi yang berukuran kecil, pada cacing gelang dewasa justru dapat mencapai hingga lebih dari 30 cm. Tapi ukuran pasti cacing ini hanya dapat diketahui ketika cacing telah berhasil keluar bersamaan dengan tinja. 

Adapun ciri-ciri anak cacingan akibat cacing gelang yaitu: demam, batuk, nyeri perut, mual hingga muntah, lesu, berat badan yang menurun, dan juga terdapat cacing pada tinja. 

Namun, jika tidak segera ditangani, maka anak yang mengalami cacingan yang disebabkan oleh cacing gelang ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang cukup serius seperti anemia hingga kekurangan gizi.

Cara Mencegah dan Mengatasi Cacingan Pada Anak

Setelah tahu jenis-jenis cacingan pada anak beserta ciri-cirinya, maka sebagai orangtua kita pun harus lebih memperhatikan lagi kebersihan lingkungan dan juga kesehatan anak maupun kesehatan diri sendiri dan semua anggota keluarga. Hal ini sangat penting mengingat bahwa cacingan dapat menyebabkan anak menderita stunting karena penyerapan gizi dan nutrisi yang tidak optimal karena adanya cacing di dalam tiubuh. Oleh sebab itu sangat penting untuk mencegah cacingan sebelum berlarut-larut dan menjadikan anak gagal tumbuh atau stunting

tips mencegah cacingan pada anak


Berikut beberapa cara yang dapat kita tempuh untuk mencegah dan mengatasi cacingan pada anak antara lain; 

1. Rajin Mencuci Tangan dengan Sabun Pada Air Mengalir

Pandemi Covid-19 telah banyak mengajarkan kita untuk menjaga kebersihan dengan mewajibkan kita untuk rajin mencuci tangan menggunakan sabun pada air mengalir. Dengan melakukan hal ini dapat memutus rantai penyebaran virus Corona saja tapi juga cacingan terlebih pada anak. Ajari anak untuk selalu mencuci tangan sebelum dan setelah makan, bermain, dan juga sebelum dan setelah menggunakan kamar mandi. 

2. Gunakan Pakaian Bersih

Pentingnya juga untuk mengajarkan anak untuk selalu menggunakan pakaian bersih dan menggantinya setiap selesai mandi terlebih lagi jika anak telah bermain di luar rumah.  Selain itu kita juga wajib memperhatikan barang-barang lain seperti pakaian tidur, pakaian dalam. Tidak hanya itu kebersihan handuk dan juga sprei harus dijaga dan penting untuk diganti secara rutin, paling tidak dua kali sebulan. 

3. Gunakan Alas Kaki Ketika Keluar Rumah

Biasakan anak untuk menggunakan alas kaki ketika bermain di luar rumah atau bepergian keluar untuk menghindari masuknya cacing yang tidak terlihat. 

4. Memotong Kuku 

Selain kaki, kuku adalah tempat yang dapat menjadi penghantar masuknya cacing pada tubuh seseorang. Jadi, ajarkan anak untuk rutin memotong kuku setidaknya seminggu sekali. 


5. Konsumsi Obat Cacing: Konvermex 

Konsumsi obat cacing adalah upaya lain untuk mengatasi cacingan. Rutin minum Konvermex tiap 6 bulan sekali dapat menjadi solusi membantu mencegah cacingan.
 

Konvermex Obat Cacing Keluarga 

konvermex obat cacing keluarga
konimex.com


Pasti sudah pada familiar dong ya dengan obat yang satu ini? Konvermex ini diproduksi oleh Konimex yang mengandung pirantel pamoat. Konvermex dapat menghancurkan cacing di dalam tubuh, seperti cacing kremi, cacing gelang, cacing tambang, cacing Trichostrongylus colubriformis yang tidak hanya dapat digunakan oleh anak saja tapi juga oleh orang dewasa,. Maka dari itu sangat tepat jika Konvermex disebut sebagai obat cacing keluarga

Konvermex Obat Cacing Orang Dewasa 

Ada dua jenis kemasan Konvermex untuk orang dewasa yaitu Konvermex 250 yang diperuntukkan untuk orang dewasa. Konvermex 250 dikemas dalam bentuk kaplet dalam strip yang mengandung Pirantel Pamoat 250 mg, berisi 2 kaplet. Tidak hanya itu, ada pula dalam bentuk Suspensi 250 (kemasan sirup rasa vanilla). Untuk dosis orang dewasa dapat mengonsumsi Konvermex  1,5 kaplet - 2 kaplet sehari. 

Konvermex Obat Cacing untuk Anak 

Jika pada orang dewasa terdapat Konvermex 250, maka untuk anak adalah Konvermex 125 yang tersedia dalam bentuk kaplet yang mengandung Pirantel Pamoat 125 mg, berisi 4 tabket. Sedangkan untuk kemasan sirup dalam botol terdapat KONVERMEX 125 yang mengandung Pirantel Pamoat 125 mg / 5 ml yang dapat dikonsumsi oleh anak usia 2 tahun hingga 12 tahun dengan rasa jeruk yang disukai anak. 

Nah, sekarang sudah tahu kan tentang cacingan ini yang jika dibiarkan akan mengganggu pertumbuhan anak dan bahkan menyebabkan stunting, lho! Penting banget untuk kita menerapkan hidup sehat pada anak dan juga keluarga. Namun, jika melihat ada gejala cacingan pada anak atau anggota keluarga lainnya segeralah atasi dengan memberikan Konvermex obat cacing yang tepat ya sebagai solusi cacingan untuk keluarga. 


Semoga bermanfaat dan sehat selalu.
Ayo, saling jaga! ☺


Sumber bacaan: 
https://hellosehat.com/parenting/kesehatan-anak/ciri-ciri-anak-cacingan
https://www.alodokter.com/kenali-tanda-tanda-cacingan-pada-anak-dan-cara-mengatasinya




Whould you like to comment?

  1. nampak sepele padahal efek panjangnya merembet ke masalah kesehatan yang lainnya ya mba, 6 bulan sekali nih perlu diberikan obat cacing.

    ReplyDelete
  2. Aku baru tahu ada obat cacing untuk anak yang ada rasanya, nanti kukasih tau ke saudaraku yg punya anak deh mba , makasih sharingnya!

    ReplyDelete
  3. Wah makasih ya mba sharingnya, Cacingan emang perlu di waspadi ya mba, sepele sih tapi kudu hati2, btw aku juga pake convermex mba andalanku bgt nih mba biar terhindar dari cacingan

    ReplyDelete
  4. Baru tahu obat cacing Konvermex ini. Dulu waktu masih kecil emang rutin minum obat cacing. Nanti cobain ini deh buat anak-anak.

    ReplyDelete
  5. Dulu tuh sering bgt digembar gembor masalah cacingan di tv tp skrg engga lg pdhl penting bgt ya menjaga anak supaya gak cacingan.. konvermex lengkap ya produknya utk anak dan org dewasa

    ReplyDelete
  6. Cacing kremi ini sepertinya yang paling menyerang anak ya mbak.

    Kebanyakan makan kelapa aja udah muncul gatelnya ๐Ÿ™ˆ

    ReplyDelete
  7. Ternyata cacingan dampaknya besar juga. By the way, akhirnya aku menemukan alasan kenapa waktu kecil gak dibolehin keluar rumah tanpa alas kaki dan wajib cuci tangan sebelum makan, biar gak cacingan ya ternyata๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    ReplyDelete
  8. iya juga ya, stunting selain pola asuh anak juga bisa disebabkan oleh cacingan. Jadi ingat untuk meminumkan anakku obat cacing, karena biasanya kami sekeluarga rutin minum obat cacing 6 bulan sekali.

    ReplyDelete
  9. Jadi inget aku waktu kecil sering cacingan dong. Dan baru tau kalo tipe cacingnya bermacam-macam, dikira cuma cacing kremi aja. Emang harus diajarin banget anak supaya jaga kebersihan.

    ReplyDelete
  10. Anakku juga konsumsi Konimex Mbaak. Btw cacingan usia 5 th ke atas aja kah? Kupikir semua balita juga bisa kena

    ReplyDelete
  11. Harus rutin minum obat cacing 6 Bulan sekali. Saya sekeluarga juga minum. Karena tak hanya cacing parasit juga bisa dibasmi dg obat cacing

    ReplyDelete
  12. Emang bahaya juga kalau anak dibiarkan terkena cacingan. Karna itu aku juga sejak kecil sudah dibiasakan mengkonsumsi obat cacing rutin, sampai sekarang aku pun memberikannya ke anak-anaku.

    ReplyDelete
  13. Yang sering terlupa itu minum obat cacing setiap 6 bulan sekali. Padahal itu penting ya. Bisa mulai nyoba konfermex ini...

    ReplyDelete
  14. Kadang sebagian orang tua masih nggak ngeh loh sama hubungan cacingan ini ama stunting. Padahal sebenernya kalmau mau lebih memahami, bisa dicegah ya si stunting ini. Anakku juga rutin tiap tahun 2 kali dikasih obat cacing biar tetep sehat

    ReplyDelete
  15. Kalau orang tua jaman dulu gatal area anus kebanyakan makan kelapa. Padahal tidak cuci tangan. Maka pkk suka ngasih pemberian obat cacing tiga bulan sekali

    ReplyDelete
  16. Bener sekali Mba cacingan memang bisa membuat stanting, karena nutrisi yang harusnya diserap tubuh anak sudah di luar diambil oleh si cacing. Jahat banget kan ya
    . Makanya kami rajin minum obat cacing enam bulan sekali.

    ReplyDelete
  17. Baru tau kalau cacingan bisa menyebabkan stunting. Aku juga lebih cerewet sih ke anak-anak buat jaga kebersihan, selain itu minum obat cacing rutin 6 bulan sekali.

    ReplyDelete
  18. selain jaga kebersihan, rajin cuci tangan dan ada obat cacing ini ya yang bantu anak tumbuh sehat jauh dari stunting

    ReplyDelete
  19. Ah iya, cacingan ini jadi musuh juga dalam tumbuh kembang anak, harus diwaspadai ya. Alhamdulillah ada cara mengatasinya.

    ReplyDelete
  20. cacingan memang mengganggu tumbuh kembang anak ya mbak, makanya perlu banget anak minum obat cacing

    ReplyDelete
  21. Konvermex obat cacing satu ini emang udah jadi andalan semenjak aku anak-anak sampe punya anak, cacingan bisa minggat deh

    ReplyDelete
  22. Iyaa...kami rutin setiap 6 bulan sekali minum Konvermex.
    Karena sadar banget siih...kalau anak-anak itu hobi main sama kucing peliharaan kami.
    Alhamdulillah~

    ReplyDelete
  23. Bahaya banget ternyata dampak cacingan ini buat anak anak. Makanya penting ya untuk anak minum konvermex tiap 6 bulan sekali.

    Dan aku baru eungeuh kalo orang dewasa juga bisa cacingan.

    ReplyDelete
  24. Ternyata banyak sekali macam-macam cacing ya, kok serem juga kalau cacing-cacing tersebut masuk ke tubuh. Jadi berasa Stunting aku tuh kalau lihat tinggi badan sekarang :(

    ReplyDelete
  25. huuu jadi inget aku dulu pas kecil pernah cacingan. emang bikin kurus sih, anakku juga sekarang kurus, tapi masih ideal dengan tinggi badannya

    ReplyDelete
  26. terimakasih mak sudah diingatkan untuk minum obat cacing, ini hal yang penting tapi kadang suka banget disepelein ibu2, apalagi potong kuku, anak2 kadang dibiarkan punya kuku panjang ya ampuun gemes aku

    ReplyDelete
  27. Dulu, saya abai soal cacingan ini, dikira biasa aja, ternyata akibat nya bisa fatal yah mba, anakku msh 1p bulan tapi ya ampun udah ke sana ke mari, jd kudu aware nih biar anak gk kena cacingan

    ReplyDelete
  28. Efek cacingan nggak hanya membuat sakit perut atau lemah pada tubuh ya, tapi juga ke arah stunting. Makanya memang perlu diantisipasi biar cacingan tidak terjadi pada anak-anak

    ReplyDelete
  29. Bahaya juga ya cacingan bagi anak-anak karena dapat menyebabkan stunting. Untuk itu orang tua memang perlu ya Kak memberikan obat cancing untuk si kecil agar dapat mencegah terjadinya stunting.

    ReplyDelete
  30. anakku pernah, mbak kena gejala cacingan ini. kasihan lihat dia kegatalan melulu di pantatnya. alhamdulillah setelah dikasih obat cacing sembuh itu gejala cacingan

    ReplyDelete
  31. Aku mendadak geli ya pas baca jenis2 cacing. Haha.
    Konvermex udah jadi andalan kelaurgaku di rumah sih buat ngobatin cacingan. Dari mulai aku kecil sampe sekarang aku udah punya anak hehe.

    ReplyDelete
  32. Membaca artikel ini tiba-tiba ingat harus bongkar cacing si kecil apalagi cacingan sanga mempengaruhi pertumbuhan si kecil.

    ReplyDelete
  33. Duh, iya ya mba. Baca artikel ini baru bikin aku inget soal anak nih. Pas pandemi udah minum obat cacing blm ya. Krn kebiasaan diberiin disekolah sih. Heu

    ReplyDelete
  34. Sbg orang tua kita kudu ekstra hati2 ya jaga kesehatan dan kebersihan anak. Semoga anak2 kita dijauhkan dari cacingan deh. Apalagi ternyata bisa jadi faktor stunting juga ya...

    ReplyDelete
  35. Saya sudah berumur 20+1 saat ini, tapi banyak yang ngira saya masih kayak anak SMA. Wajah imut badan ya standarlah kayak anak SMA. Apa mungkin ya asupan 1000 hari pertama dulu saya kurang. Tapi, di daerah saya itu hampir rata2 kek gitu sih anak2nya๐Ÿ˜…

    ReplyDelete
  36. anakku pernah di bilang stanting lho, karena perawakannya kurus kecil. tapi alhamdulillah dia aktif, gesit, cerewet dan sehat. mungkin emang turunan begitu, soal obat cacing aku sih rutin kasih buat jaga-jaga

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca :)

Nama yang jelas yaaa, NO ANONYMOUS please!! ^___^
Mohon maaf Link Hidup tidak akan diapprove :)

^^thanks for reading^^