Explore the blog
Monday, March 22, 2021

Tentang Perencanaan Keuangan Bulanan

Udah nyaris akhir bulan gini biasanya menu di meja makan sudah mulai dipas-pasin ya? 
Apalagi saat situasi seperti saat ini. Makin pusing deh pala berbie, eehh Emak. 
Hmm, benar apa betul sih? Atau kayaknya cuma saya aja deh yang kayak gini? Heheheh. 

Yaah, jujur sih saya memang tidak telaten soal mencatat pembukuan keuangan pribadi, mencatat pemasukan dan pengeluaran dan sebagainya. Makanya ya gini, masih suka bingung sendiri kalau duit udah semakin menipis dan terkadang bocor juga, hihihih. Padahal saya tahu kok, mencatat keuangan itu penting dan sebenarnya yang seperti ini bukan hal baru lagi bagi saya. Secara saat kerja dulu, salah satu job desk saya adalah mengelola kas kecil a.k.a. petty cash, which is harusnya udah terbiasa dong dengan pencatatan pengeluaran dan pemasukan seperti itu. 

Perlukah Mencatat Keuangan Harian ?


budget worksheet
dok.pribadi

Jika ditanya, perlukah mencatat keuangan? Tentu jawabannya sudah jelas ya, perlu agar kita tahu informasi mengenai kondisi keuangan kita, alur keluar maupun masuknya uang yang ada atau biasa dikenal dengan istilah cash flow. Dengan mencatat keuangan kita pun juga jadi sadar jika terjadi kebocoran di tengah jalan. 


Harusnya sih, sebagai manager keuangan rumah tangga juga bisa lebih lihai lagi ya dengan perihal yang satu ini. Oups, tapi mau gimana dong sayanya gak sabaran kalau harus mencatat semua itu, mana lagi memang kan ya pengeluaran dan pemasukannya kan kebanyakan itu-itu aja terus berulang. Apalagi sekarang kan pemasukan tetap itu hanya bersumber dari PakSu aja, kalau untuk blogging sih belum bisa dipastikan ya, bulan ini gajian apa tidak. Jadi, saya anggap aja sebagai bonus dan biasanya saya alokasikan ke investasi buku-buku bacaan tuk anak-anak dan juga kebutuhan pribadi saya. 

Eits tapi kalau terus-terusan seperti ini kapan bisa nabungnya ya? 
Kapan bisa sisihin buat umroh dan haji yang sudah lama diimpikan dan yang paling penting juga buat dana pendidikan anak-anak kedepannya. 

Pentingnya Literasi Keuangan Bagi Ibu Rumah Tangga  


Sebagai Ibu Rumah Tangga yang salah satu job desknya adalah mengatur keuangan keluarga, saya pun sadar bahwa literasi keuangan itu memang penting. Kita pasti juga sudah tidak asing lagi kan dengan istilah literasi keuangan ini, yaitu suatu rangkaian proses atau kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan keyakinan konsumen agar mampu mengelola keuangan pribadi dengan lebih baik. 

Syukurlah ya saya sekarang mulai sadar walau emang rasanya sudah sedikit telat sih, tapi daripada keterusan kan? Pas banget belakangan kalau BW sering baca blog teman-teman tentang bagaimana mereka mengelola keuangan keluarga, kapan waktu juga lihat di IG ada yang bahas tentang hal serupa. Jadilah makin penasaran ingin tahu banyak juga tentang hal ini. 

Belajar Keuangan dari Blog Sabda


Sepertinya semesta pun mendukung, semakin penasaran dan keponya saya ini, eeh ketemu dong satu blog finance yang dikelola oleh Mas Sabda, seorang ASN yang ngakunya suka ngatur duit. Doi masih single lho, tapi menurutku caranya ngatur duit itu oke, belum lagi investasinya juga sudah lebih dari cukup ya untuk ukuran lelaki single seumuran dia. Ehh ini saya kok jadi kayak biro jodoh :p 

Nah, dari blog Mas Sabda ini saya jadi makin tertarik untuk membenahi manajemen keuangan saya. 

Saya juga jadi banyak belajar tentang cara berinvestasi yang sering dishare olehnya. Tidak itu saja sih, dia juga sharing pengalamannya Payout AdSense dalam Waktu 15 Bulan. Wow! Oke gak sih itu? Kebetulan banget deh, mulai Januari kemarin saya mengaktifkan kembali AdSense saya namun sayangnya akhir Februari kemarin sempat kena suspended, huhuhuh. 

Oh ya, ada satu postingan  doi yang rasanya saya banget deh, yaitu postingan Solusi Mudah Budgeting dan Mencatat Pengeluaran Bagi yang Kesulitan atau Pemalas. Wew! Lihat judulnya aja saya berasa  dijewer dengan kata pemalasnya itu lho, makanya langsung deh saya baca agar tahu lebih lengkap isinya. 

Hmm, and you know what? Benar saja, saya kayak sambil ngaca deh karena emang saya gak pernah lagi catat pengeluaran dan pemasukan karena malas, dan seperti alasan yang sudah saya sebutkan juga di awal. Tapi di postingan ini sekalian ngasih solusi juga dong. 

Jadi, menurut Mas Sabda bahwa dia pun juga sebenarnya sudah tidak melakukan pencatatan keuangan lagi. Sebelumnya sih memang sempat mencatat pengeluarannya dengan rutin namun hanya beberapa bulan saja karena alasan malas dan dirasa tidak efektif. Makanya dia pun memutuskan tuk meninggalkan pencatatan pengeluaran namun ajaibnya dia tetap tahu jika terjadi kebocoran. 

Kok bisa? Nah, disitulah kuncinya yaitu dengan menyusun rencana keuangan bulanan atau budgeting

Budgeting Sebagai Solusi Keuangan 

bugdet plan
tempcfo.com

Lalu, bagaimana besarannya? Apakah ada nilai khusus yang harus dijadikan sebagai patokan? 

Oh tentu tidak, ini sebaiknya kembali lagi pada diri kita sendiri. Toh juga yang lebih tahu kebutuhan kita dan keluarga (bagi yang sudah berkeluarga) adalah kita sendiri sebagai manajer keuangan kan? Jadi, meskipun kita sering melihat ada rumus:  

10 - 20 - 70
25 - 30 - 45 
20 - 30 - 50 

Rumus itu belum tentu bisa berlaku buat kita karena kebutuhan tiap orang kan berbeda-beda, tapi bisa saja itu menjadi sebuah rujukan untuk kita membuat sendiri budget yang sesuai dengan kebutuhan, tujuan finansial dan penghasilan kita seperti yang disarankan oleh Mas Sabda pada blognya. 


Tentunya tiap orang sudah tahu kan pos-pos rutin yang harus dikeluarkan setiap bulannya. Hal ini akan memudahkan kita juga dalam menyusun perencanaan keuangan bulanan. Meski tidak mencatat pengeluaran lagi tapi dengan melakukan budgeting di awal bulan jadi akan ketahuan kemana alur keuangan kita perginya. So, jika terjadi kebocoran akan mudah ketahuan deh. Dengan kata lain, dengan adanya perencanaan keuangan bulanan ini kita jadi tahu pos-pos yang harus kita keluarkan selama sebulan itu. Tidak hanya memenuhi pengeluaran kebutuhan hidup, membayar segala kewajiban seperti biaya listrik, air, telepon, internet dan lain sebagainya, tapi kita juga tahu seberapa banyak yang harus disisihkan untuk tabungan, asuransi, investasi maupun dana sosial bisa kita atur sejak awal. 

Manfaat Membuat Budgeting 


Tentunya dengan menerapkan perencanaan keuangan atau budgeting ini akan sangat bermanfaat bagi kita. Dilansir dari laman finansialku.com ada beberapa manfaat membuat budgeting diantaranya: 

1. Mengetahui Posisi Keuangan; dengan adanya budgeting kita dari awal akan mencatat pemasukan dan pengeluaran secara rinci. Menyusun pengeluaran berdasarkan pos-pos atau kategori gang akan memudahkan kita untuk tahu sejauh mana keadaan keuangan kita. Dengan demikian, kita akan cepat sadar jika ada pengeluaran di luar dari yang telah direncanakan di awal. 

2. Membantu Menyesuaikan Pengeluaran Bulanan; dengan membuat budgeting bulanan selama setahun penuh kita bisa memetakan pos pengeluaran mana saja yang stabil sehingga kita bisa mulai memikirkan untuk melakukan investasi. 

3. Membantu Menetapkan Tujuan Masa Depan; dengan budgeting membantu kita dalam memeriksa pos-pos mana saja yang bisa dilakukan penghematan dan penekanan anggaran, sehingga dapat melatih kita untuk meningkatkan nilai tabungan atau bahkan investasi. 

4. Mengelola Cash Flow dengan Baik; budget bulanan yang disusun selama setahun tentu nilainya tidak sama setiap tahunnya karena ada bulan tertentu dimana kita akan melakukan pembayaran yang lebih banyak dari biasanya. Sebagai contoh ketika tahun ajaran baru kita akan membayar SPP anak sekolah ataupun membayar pajak properti tahunan, maka jumlahnya akan berbeda dari bulan-bulan ketika tidak ada pembayaran khusus tersebut. Dengan demikian kita dapat melakukan penyesuaian terhadap budget yang akan dikeluarkan. 

Nah, gimana? Sudah siap untuk membuat budget bulanan hingga akhir tahun 2021 ini? Mumpung masih ada 9 bulan ke depan nih tuk kita benahi lagi perencanaan keuangan kita tahun ini. Eh tapi jika tetap ingin melanjutkan mencatat cash flow juga lebih baik lagi, lho. Atau kalau ingin tahu banyak tentang keuangan versi Mas Sabda bisa juga ya langsung mampir ke blognya. 


Semoga bermanfaat. 


Salam,





Whould you like to comment?

  1. Ckckck, beratttt banget bahasannya.
    Sampai saya takut sakit pinggang 不不不

    Btw saya mau iri deh sama tulisan tangannya, tapi nggak jadi aja deh不

    Ganti aja irinya sama font dari template ini, bagus banget loh.

    Rapi, dan pas banget buat ada sentuhan feminim.
    Nyaman di mata pula.

    Kayaknya abis ini saya mau contek ah不
    Etapi kalau laptop udah sembuh sih, hiks.

    Btw, tengkiu tulisannya say, mengingat kan lagi diriku yang udah semingguan lebih nggak nyatat keuangan, duh semoga masih kedetect alur masuk keluarnya.
    Untungnya sih, saya jarang pake cash, jadi kalau mau nyata pengeluaran,tinggal buka semua aplikasi keuangan

    Eh btw, si Sabda ini memang keren, saya pengen request deh Ama dia, agar mau menuliskan masa kecilnya itu gimana?
    I mean, kepo banget gimana ibunya mendidik dan mengasuhnya, sampai dia bisa tumbuh jadi anak lelaki yang pandai banget mengatur uang.

    Ini penting banget menurut saya, sesukses apapun anak, kagak bakal bisa mencukupi, kalau dia nggak pintar manajemen uang.

    Duh pengen anak-anak saya juga tumbuh jadi sosok yang Meaningrum terhadap keuangan.

    Makanya diri saya rajin ke blognya, ubek-ubek tulisannya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kenapa banyak banget typonya ya?

      Meaningful bukan niarningrum 不

      Delete
  2. Buat aku sih anggaran itu penting banget. Apalagi kalau sumber income pastinya cuma satu, lewat sehari aja berasa kaya lewatin banyak banget dan tiba-tiba uang udah keluar sekian-sekian tanpa sadar ini keluarnya buat apa.

    ReplyDelete
  3. Waduh rasanya kayak ditampol berkali-kali baca postingan ini
    Saya bukan orang yang telaten nyatat pengeluaran ataupun bikin rencana anggaran
    Biasanya ya bablas aja, kalau butuh - ada uangnya - beli
    Yang pasti prinsip utama jangan belanja apapun dengan berhutang
    Baca ini kayaknya mau ah coba bikin budgeting juga, biar lebih rapi dan akuntabel

    ReplyDelete
  4. Porsi alokasi keuangan yang biasanya aku pelajari ialah 50:30:20 tapi seringnya persenannya jadi sesukanya. Hihihi. Kayaknya emang perlu mematuhi budgeting bulanan ini, deh, supaya bisa lebih mudah diterlusuri uang kita digunakan untuk apa saja.

    ReplyDelete
  5. Setuju banget, memang checking keuangan itu penting. Aku kadang lupa catat pengeluaran harian padahal penting banget buat manajemen anggaran setiap bulanan. Bisa bisa bocor kalau enggak teratur. Makasih ya tulisannya mengingatkan buat tertib soal finance, terutama rencana masa depan nih. Banyak yang dimau tapi belum siap. Bisa kenal blogsabda juga, thanx!

    ReplyDelete
  6. Reminder ini buatku..
    Jujur sejak pandemi aku baru lebih peduli pada budgeting dan pencatatan cash flow ini
    Dulu meski kecatat tapi enggak detil dan rapi. Akhirnya beberapa pos ada yang bablas aja. Pandemi jadi merasa ya ampun kok ternyata kalau rapi perihal keuangan ini enak ya. Jadi tahu uang masuk dan keluar. Jadi berpikir tiap mau bebelian.

    ReplyDelete
  7. Kak tahulah kenapa aku nggak mau nulis keuangan Hadrian saya? Karena saya boros banget buat jajan wkwkwk. Setelah ditulis ada rasa berdosa gitu kak *dan aku curcol dong disini wkwkw

    ReplyDelete
  8. aku sebagai ibu rumah tangga ikut tersentil, kalau akhir bulan jadi was-was wkwkwk. Sebenernya kalau aku, bocornya tuh di pengeluaran yang gak terduga, dan itu kadang narik pos konsumsi, jadi aja pas di akhir bulan, jatah konsumsi menipis

    ReplyDelete
  9. kalau soal budgeting biasanya saya pakai rumus 40 30 20 10. Oya kalau mau mampir blog sejenis sabda bisa juga mampir ke blog saya di www.diestraperdana.com karena sama-sama ngebahas tentang keuangan dan investasi :)

    ReplyDelete
  10. Huwaaaa Mba, tulisan tanganmu rapi binti cantik.

    Iya ya. Apa apa itu ya ke budgeting dulu. Selama ini untuk urusan belanja bulanan, yaaa paling budget sekenanya saja. Mendadak jebol aja Acha tuh kebanyakan jajan mulu maunya apalagi kalo kebanyakan kerjaan dan malasnya kumat.

    sepertinya perlu belajar lagi ini. Termasuk bikin belajar sabar nggak sih bikin budgeting begini.

    ReplyDelete
  11. Setuju banget mbak membuat catatak keuangan harian itu penting banget supaya kita tau itu uang larinya kemana aja....kalau kita rajin lakukan pembukuan harian kan jadi lebih terlihat ya kesehatan kondisi keuangan kita

    ReplyDelete
  12. Akhirnya ku mendapatkan ulasan ini, ku sedang cari cari perencanaan keuangan untuk mengatur keuangan bulanan yang kadang habis gitu aja

    ReplyDelete
  13. Harusnya perencanaan keuangan sudah diajarkan sejak sekolah. Tujuannya supaya saat berkeluarga tidak lagi kebingungan dalam mengatur keuangan.

    ReplyDelete
  14. Mencatat Pengeluaran Bulanan memang perlu, apalagi kalo bisa hafal pos pos pengeluaran rutinnya, juga pos pengeluaran tak terduganya.

    Saya yakin bisa dihandel dengan baik

    ReplyDelete
  15. iya nih, aku juga perlu merapikan catatan keuanganku
    tapi pertama-tama mau mencatat pemasukanku. gak teratur banget dah
    apalagi pengeluaran. karena gak ada tanggungan, jadinya uang keluar suka-suka
    padahal kan perlu nabuuung

    ReplyDelete
  16. Dari awal nikah, suamiku udah nyuruh bikin catatan keuangan. Alhamdulillah semua jadi jelas dan terarah. Aku juga pernah baca2 blog Sabda, bermanfaat buatku jg.

    ReplyDelete
  17. Berasa dijewer juga tuh pas baca judul artikel yang untuk pemalas tadi hahaha.. iya nih saya ga sabaran nulisin satu2 gitu mbaa.. Harus dibenahi nih agar makin tertata rapi manajemen keuangan keluarga.

    ReplyDelete
  18. Duh, perencanaan keuangan? Aku enggak pernah kepikiran buat mencatat dan memilki buku khusus. Semua mengalir saja. Tapi setelah membaca ulasan ini jadi mikir. Bener juga ya? Biar gak tekor tiap akhir bulan... hahahaha

    ReplyDelete
  19. saya jarang banget pakai buku catatan, saya biasanya pakai aplikasi note di hp.

    ReplyDelete
  20. Wah, gak kepikiran ini untuk melakukan budgeting, soalnya saya tipikal yg males banget bikin target dan nyatet pengeluaran juga kadang inget, kadang enggak. Perlu belajar dong ya dari blog Mas Sabda. Otw soon ke blognya deh.
    Makasih Mbak Diah.

    ReplyDelete
  21. Saya jarang nyatat kalau harian, Mbak. Dulu, sempat rajin, kemudian ada anak, nambah anak lagi...huaa...kwkwk. Alasan banget deh malesnya, ya :D Sekarang, paling yang penting-penting dicatatnya karena suka lupa. Kayaknya mesti belajar lagi biar lebih pinter :D

    ReplyDelete
  22. Jujur, akutuh muales banget catetin keluar masuknya duit tiap bulan. Tapi, sejak punya bisnis online, mau nggak mau ya dicatet biar tahu ke mana duit itu pergi.

    Pernah banget satu bulan nggak aku catet. Terus bingung sendiri pas tahu duit di ATM tinggal sedikit.

    Sejak saat itu, aku catet-catet lagi. Jadi, aku bisa rem mana aja pengeluaran yang bisa direm.

    ReplyDelete
  23. Hiks, aku belum konsisten niy mbak bikin catatan pengeluaran harian gini. Plot besarnya siy udah namun printilan kecil-kecilnya masih suka lupa mencatatnya padahal justru ini yang sering menyebabkan pembengkakan. Siap lah nanti kepo ke blognya Mas Sabda mbak hehehe

    ReplyDelete
  24. Alhamdulillah, saya masih jadul dalam pencatatan keuangan. Lebih suka menulisnya di buku daripada pake aplikasi pencatatan keuangan. Kalau nggak begini, nggak bisa ngerem nih. hehehe

    ReplyDelete
  25. Pengelolaan budget ini emang sangat penting ya Mba, apalagi catat pengeluaran setiap harinya. Aku sendiri nyatetnya pake Aplikasi namanya Money Lover dan sangat membantu karena nggak perlu ambil buku dll yang kadang lupa. Kalau di HP kan kayak tiap saat selalu bersama hehehe

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca :)

Nama yang jelas yaaa, NO ANONYMOUS please!! ^___^
Mohon maaf Link Hidup tidak akan diapprove :)

^^thanks for reading^^