Cerita Ramadhan dan Lebaran 1440H

Thursday, June 13, 2019

Bismillahirrahmanirrahim..... 

Ketika takbir berkumandang di hari terakhir Ramadhan, rasanya sedih banget yah. Ramadhan akan meninggalkan kita dan ntah apakah kita masih diberi kesempatan kembali bertemu bulan yang penuh berkah ini? Semoga saja Allah masih mempertemukan kita kembali agar bisa bertemu dengan RamadhanNya, bulan dimana segala ampunan dan segala kebaikan diberikan, Aamiin. 😇


Postingan ini dirapel aja yah sebagai bahan cerita daripada tidak didokumentasikan sama sekali, heheh. Jadi, bagaimana saja cerita Ramadhan dan Lebaran saya kali ini? Yuks, baca sampai tuntas yah 🤗

Cerita Ramadhan 1440H

Alhamdulillah, Ramadhan kali ini saya lalui kembali dengan berstatus ibu menyusui a.k.a busui. Di 10 hari pertama tidak ikut puasa karena masih dalam masa nifas tetapi di 20 hari berikutnya Alhamdulillah bisa ikut puasa juga meski tetap menyusui Si Adek bayi, Faiz. 
Ramadhan kali ini juga penuh syukur karena Alhamdulillah sudah menempati rumah sendiri. Rasanya lebih nyaman aja, apalagi sekarang ini udah masuk musim hujan, dulu tuh di tempat sebelumnya selalu was-was kalau saatnya hujan tiba. Apalagi dengan intensitas yang sering, yang ada tuh siap-siap aja setiap saat mengungsi ke rumah Mama atau Tante. Kenapa? Bukan satu dua kali saja air masuk, apalagi di bagian dapur yang emang di belakang itu ada kali kecil yang airnya mengalir, tempatnya rendah jadi deh langganan banjir. Kalau gak salah, tahun lalu itu kami sempat lalui Ramadhan dalam keadaan banjir. Jadilah mau tak mau saya masak diatas genangan air karena baru tahu air masuk itu pas bangun untuk masak sahur, huhuhuh. 

Kakak Faraz Belajar Puasa

Hari pertama puasa, menanti saatnya berbuka

Sebenarnya sih sejak tahun lalu sudah pengen ajarkan puasa ke Si Kakak tapi kasihan juga waktu itu dia masih 3 tahun lebih. Pernah sih dia terbangun ketika kami sahur dan diajak tuk puasa tapi ya gitu deh bangun pagi langsung cari susu dong, heheh. Nah, kebetulan banget kan tahun ini Mamanya stay at home alias masih cuti melahirkan pas di bulan puasa ini jadilah Si Kakak kembali disounding tentang puasa. Diajarkan bahwa jika berpuasa itu kita harus bangun makan sahur agar kuat, selama berpuasa tidak boleh makan dan minum juga tidak boleh marah dan nangis (menyederhanakan konsep menahan hawa nafsu) 😁 

Jadilah tiap malam minta doi agar tidur cepat biar bisa bangun ikutan sahur. Hasilnya gimana? Kadang bangun, kadang tidak. Heheh. Tapi emaknya gak maksain koq. Toh, namanya juga belajar kan. Kalau dia sukarela bangun saat dibangunkan, ya hayuk lanjut puasa. Itu juga puasanya setengah hari doang, dengar adzan Dzuhur dia udah kalap aja minta makan, bahkan malah kalau udah bangun kadang gak sabaran nanya mulu kapan jam berbukanya tiba, heheheh.

Baca juga: Es Cendol dan Biji Salak, Menu Incaran di Bulan Ramadhan

Buka Puasa Bersama Keluarga

Di keluarga kami ada beberapa yang lahir di bulan Mei ini. Kami biasanya berkumpul jika ada yang berulang tahun, makan malam keluarga biasanya menjadi pilihan. Seringnya sih di rumah Mama, secara Alhamdulillaj di rumah Mama lah yang memungkinkan menampung pasukan seabrek ini.  Nah, kebetulan banget tahun ini pas Ramadhan kan, jadilah kami berbuka puasa bersama di momen ultah mereka. 

Yes, tahun ini saya tidak ada agenda buka puasa di luar bersama teman kuliah maupun teman kerja. Sebenarnya ada buka puasa bersama juga sih di kantor, tapi saya tidak ikutan karena kasihan jika baby Faiz ditinggal di rumah pasti bakalan lama, kalaupun dibawa pasti gak nyaman juga dia. Secara gak bisa bebas mau digeletakin kalau tidur, beda kalau di rumah Mama atau keluaga sendiri ada kamar kan tempat untuk beristirahat. 

Berburu Perlengkapan Lebaran

Seberapa penting baju lebaran untukmu? Kalau saya sih, ada baju baru tuk Lebaran ya Alhamdulillah, tak ada pun tak mengapa. Nyatanya tahun ini saya berlebarannya dengan pakai baju yang ada saja, baju lama pun jadi. Toh, baju baru ataupun lama sama aja kan, yang penting hati kita bisa kembali baru, Aamiin. 
Tapi sejak punya anak, rasanya ada yang kurang aja kalau tidak ikutan berburu baju lebaran untuk anak-anak. Dari awal Ramadhan sebenarnya udah hunting di online, pengennya sih pakai baju seragam berlima. Eeh tapi Si Bapak Suami pengennya baju seragam yang dijahit, aduuh itu kan rempong. Kutaksanggup tuk berburu kain dan juga kesana kemari nyari tukang jahitnya yang pasti udah pada fully booked semua tuh secara doi bilangnya semingguan jelang Lebaran tiba. Yasudah, biarlah anak-anak saja yang berbaju baru. Kami ortunya matchingin sajalah dengan warna baju yang senada dengan mereka.

Baca juga: Serba-Serbi Berburu Baju Lebaran

Tidak hanya berburu baju, baru kali ini nih saya sibuk ria persiapan kue Lebaran segala. Pas banget di rumah ada Tante yang emang doyan buat kue kering, jadilah pertengahan Ramadhan kami mulai hunting bahan untuk buat cookies itu namun sayangnya margarine yang ingin dipakai Tante kosong di semua swalayan, udah pada diborong ama instansi yang ingin memberikan parsel buat karyawannya atau bakulan kue kali, jadilah kami menunggu dulu beberapa hari. Tak kunjung dapat si margarine yang ukuran besar itu saya inisiatif aja beli yang sachet pas banget di Hypermart lagi diskon, udah deh diborong. Hurraaay, bakalan ada kue Lebaran niu nanti di rumah, hihihih. Setelah dapat bahan saya pun juga mencari tambahan toples lagi karena selama ini cuma punya dua toples aja 😀

Lalu, sehari sebelum hari Lebaran ke pasar beli bahan makanan dan bumbu. Rencananya setelah Lebaran kami akan berkumpul di rumah Mama dan masing-masing akan membawa menunya lalu dihidang dan makan bersama, semacam potluck gitu deh. Nah, Tante udah deal mau bawa ayam masak lengkuas, kalau kami sebutnya nasu likku. Sementara PakSu pengen makan konro, jadilah kami akan bawa dua menu besok. 

Begitulah cerita Ramadhanku kali ini. Lalu, bagaimana dengan cerita Lebarannya? Yuks, lanjut lagi yaah 🤗

Cerita Lebaran 1440H

Terbangun jam 3, bersamaan dengan Tante yang baru masuk kamar setelah sibuk masak menu yang akan kami bawa pagi ini ke rumah Mama. Saya terbangun jam segini juga masih pengaruh jam sahur ditambah lagi karena saya juga belum shalat Isya jadi segera bergegas sebelum waktu Subuh masuk.  Selepas shalat saya tidak lanjut tidur lagi karena pakaian yang akan digunakan belum satu pun disetrika.

Baby Faiz 2 bulan, siap ikut Shalat Ied

Setelah shalat Subuh, bangunin Kakak dan Adek lalu mandiin mereka. Si Adek Fawwaz pake drama pula gak mau dipakai baju yang sudah saya sediakan, cuma mau pakai dalaman saja. Sementara Tante handle Si Bayi. Setelah dua bocah beres, lanjut siapin barang-barang yang akan dibawa tuk shalat Ied dan Tante juga udah beres make over Si Bayi lalu lanjut siapin makanan yang sudah dimasaknya untuk dibawa ke rumah Mama.

Ada yang ikut shalat tapi cuma pakai jumper dalaman aja 😂

Baca juga: Curhat Lebaran

Berhubung ini Lebaran perdana kami di kompleks ini jadilah kami belum tahu kebiasaan pelaksanaan shalat orang sini. Mereka ternyata shalat di Masjid kompleks tapi itu juga kami lihatnya Masjid sepi, mungkin pada shalat di tempat lain juga sih. Makanya PakSu memutuskan tuk Shalat di Masjid di luar kompleks saja. Tiba disana, shalat akan segera dimulai. Berhubung Si Adek gak mau turun dari gendongan jadilah saya tidak ikut shalat, sementara Si Bayi malah anteng di atas sajadah dan capenya. 

Dresscodenya jadi: hitam-putih

Lepas shalat dan khutbah, kami lanjut ke rumah Mama. Eitss, tapi ternyata kami yang tiba lebih dahulu. Memang sih tempat kami shalat tadi itu cepat banget mana waktu shalat bacaannya gak kedengaran sampai jamaah di belakang, jadilah orang-orang cuma mengandalkan insting doang kali shalatnya. Baru kali ini nemu yang seperti ini.

Say cheeeeseeeee

Telepon ke Mama katanya mereka juga sudah selesai shalat tapi belum bisa beranjak dari tempat karena ramainya jamaah yang shalat di Masjid Agung itu. Setengah jam kemudian Mama dan rombongan pun datang, akhirnya kami bisa masuk juga. Salam-salaman, maaf-maafan lalu lanjut menata makanan yang akan kami santap sambil menunggu rombongan Tante-Om yang bersama Nenek.
nasu likku - ketupat - sambal goreng - paru goreng - konro berjajar rapi
konro ft ketupat, anyone? 😄
most wonted: buras *faveku banget ini* 

Alhamdulillah, kami masih diberi kesempatan dan kesehatan berkumpul bersama di hari Raya ini. Semoga kami masih diberi kesempatan kembali bersama di hari yang Fitri di lebaran-lebaran berikutnya, Aamiin.





Jam 12 saya balik ke rumah karena PakSu akan mudik ke kampung halamannya. Kali ini saya kembali tidak ikut mudik karena gak sanggup berdesakan di jalan sambil bawa Bayi dan dua balita. Si Kakak diajakin Bapaknya mudik juga gak mau karena gak mau tinggalin Dedek bayi, katanya.


Akhir kata, izinkan saya ucapkan: MINAL AIDZIN WAL FAIDZIN, MOHON MAAF LAHIR BATHIN. Jika selama ini saya ada salah baik yang disengaja maupun tidak, mohon dibukakan pintu maaf sebesar-besarnya ya. 🤗


 

You Might Also Like

36 Comments

  1. Sayang juga ya nggak ikut mudik bersama suami. Eh ai kakak juga setia ya sama dedeknya, diajakin mudik gak mau.

    Itu buras terbuat dari beras ya, kayak ketupat? Kalo di Boyolali namanya Lempok, dimakannya dengan sambel pecel

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buras itu nasi yang diaronnya pakai santan, Mbak. Lalu dibungkus pakai daun pisang, dimakan dengan makanan berkuah, nyaaamiiii. Tapi pakai pecel pun juga enak lhoo :)

      Delete
  2. Kak manis banget ceritanya :")
    Momen ramadan hingga lebaran emang momennya kumpul keluarga yah. Sehat terus kak satu keluarga dan mohon maaf lahir dan batin yahh :))

    ReplyDelete
  3. Mohon maaf lahir batin juga ya dari saya dan keluarga di Cianjur. Semoga bulan Ramadhan nanti kita masih diberi waktu dan kesempatan dipertemukan lagi. Amin.

    ReplyDelete
  4. Semoga kita dipertemukan lagi dengan Ramadhan dan Lebaran tahun depan ya, Mbak. Sehat selalu dan semoga berkat terus berlimpah untuk kita

    ReplyDelete
  5. Saya juga tahun kemarin Fahmi belajar puasa pertama dibilangin gitu: tidak makan minum sebelum waktunya dan jangan marah serta nangis. Hehehe

    Tahun ini akhirnya Alhamdulillah Fahmi bisa tamat puasanya
    Semoga Kakak Faiz jadi anak Soleh ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyah Mbak, jadi klo udah mulai merajuk diingatin lagi, hihih. Alhamdulillah ampuh. Moga masih bisa ketemu Ramadhan lagi dan bisa lanjut ajarin puasa full juga :)

      Yang kakak namanya Faraz, Teh. Yang dedek bayi yang Faiz, Adek (no.2) Fawwaz 😁

      Delete
  6. Mohon maaf lahir dan batin ya, mbak :)
    Lebaran tahun ini sangat seru ya, mbak :)
    Apa lagi melihat anak yang mulai bisa berpuasa :)

    ReplyDelete
  7. Selamat Idul Fitri juga ya mbak dan keluarga. Mohon maaf lahir dan batin. Kiss untuk Adek Faiz

    ReplyDelete
  8. aku ngga kebayang mudik dengan bayi dan dua balita hahaha, sungguh piliha yang oke menurutku untuk tidak ikutan mudik mbak hehehe

    ReplyDelete
  9. Berburu perlengkapan lebaran mah sesuatu yang tiadaduanya deh,soalnya itu momen yang berkesan juga sih setahun dua kali.. Hihi

    ReplyDelete
  10. Seruuuu banget diah bisa kumpul keluarga pas lebaran hiks jadi kangen rumah. Cerita lebaranku lebih banyak dikasur hehehe.

    ReplyDelete
  11. Aku mupeng burasnya. Udah lama banget ga makan buras nih mbak.

    ReplyDelete
  12. Wah senangnya sudah di rumah baru Ramadhan ini...Selamat
    Mohon maaf lahir batin juga ya Mbak
    Senang baca cerita lebarannya bersama keluarga

    ReplyDelete
  13. Taqabbalallahu minna wa minkum..
    Semoga Allah menerima amal baikmu dan aku selama bulan Ramadan.
    Aamiin~

    Seneng banget lihat anak-anak bersemangat beribadah..
    Barakallahu fiikum kaka Faraz dan adik Faiz.

    ReplyDelete
  14. Taqabbalallahu minna wa minkum.
    Hebat deh si kakak tahun ini mulai belajar puasa, ya. Moga sehat dan salih selalu.

    ReplyDelete
  15. Alhamdulillah cerita lebaranmu indah banget mba. Sedikit berbeda dengan aku, aku ga bisa solat Eid karena kesiangan bangun, soalnya semalaman badanku kurang enak huhuhu

    Moga bisa dipertemukan dengan ramadan dan idul fitri lagi ya mba

    ReplyDelete
  16. Anak saya juga usia 5th belajar puasa meski banyak drama
    Tapi setidaknya senang karena mau belajar apalagi pas Lebaran dia senang salim saliman ke keluarga

    ReplyDelete
  17. Maap lahir batin ya mba Diah, mba itu buras macam ketupat ya?
    penasaran aku belum pernah mam model begitu. Asikk ya lebarannya rame seru, kumpul semuanya. Mungkin itu jamaahnya mbludak mba, jadi nggak kedengeran ya

    ReplyDelete
  18. Sampai sekarang aku belum ngincipin yang namanya buras, mba. Ada warung Daeng Baba' di Semarang sini, cotto-nya enak banget, aku suka. Tapi bolak-balik ke sana pasti pas burasnya enggak buat.

    Alhamdulillah sudah menempati rumah baru ya mba, semoga berkah selalu melimpah untuk keluargamu yaaa... salam sayang dari Semarang.

    ReplyDelete
  19. Toss, Mba. Di rumahku juga ada buras, malah tahun ini kami bikin lebih banyak dari tahun lalu. Soalnya ada beberapa teman suami yang kepincut dengan buras gara-gara tahun lalu saya bawakan ke rumahnya.

    ReplyDelete
  20. wah senangnya mbak, selalu senang lah pokoknya kumpul ma keluarga mah mbak. Wah, kakak juga hebat sudah belajar puasa, sama seperti anak keduaku, ini pengalaman perdana puasa bagi adek hehehe

    ReplyDelete
  21. Wahh, hebat ya si kakak bisa puasa setengah hari. Anak saya 5 tahun belum bisa puasa. Makannya sedikit dan suka ngemil. Jadi hanya di ajari sahur, buka dan shalat tarawih.

    ReplyDelete
  22. seru bgt kumpul keluarga besar mb ^^ maaf lahir bathin y mb. terima kasih atas tulisannya yg segar dan bikin lapar,mb hihi~~ xD

    ReplyDelete
  23. Wah ada buras juga ya di sana. Di tempatku buras ini dimakan pakai sambal kacang

    ReplyDelete
  24. Seru banget cerita lebarannya, Mbak. Punya babby pas puasa dan lebaran jadi cerita tersendiri, ya.

    ReplyDelete
  25. masyaa Allah busui, perjuangan banget ya. apalagi baby-nya masih dalam tahap butuh-butuhnya ASI. warbyasah.

    ReplyDelete
  26. Moment Ramadan dan Idul Fitri mubarak dan penuh acara ya Mbak? Happy Ied Mubarak Mbak.

    ReplyDelete
  27. Bursanya bikin ngiler, Mbak...
    Alhamdulillah banget bisa segera menempati rumah sendiri ya, Mbak. Itu kebahagiaan yang luar biasa, Masya Allah...nggak kebayang masak dalam genangan air...

    ReplyDelete
  28. Cerita tentang lebaran memang menyenangkan, cerita kecerian berkumpul dan ilaturahmi bareng keluarga, plus tentang makanan...

    ReplyDelete
  29. Menu lebarannya khas daerahnya mba Diah ya.
    Semoga babynya sehat. Maaf lahir batin mba

    ReplyDelete
  30. Seru ceritanya yab selama ramadan dan lebaran. Pastinya jadi baper saat ramadan berlalu berganti Idul Foyri. Brrnaafan dan berkumpul bareng keluarga. Mhn maaf lhir bathin yaa
    .

    ReplyDelete
  31. Seru kalau lagi baru nifas trus puasa dan lebaran agak berasa nano nano, itu kurasakan waktu anak ke- 2

    ReplyDelete
  32. alhamdulilah ya mbaa kita dapat melewati lebaran tahun ini semoha kita dipertemukan kembali dengan lebaran tahun depan

    ReplyDelete
  33. Seruuu klo baca cerita lebaran gini. Eh pas aku nyusuin smabil puasa juga anakku ga mau minum ASIku loh huhu. Jd ga puasa deh tahun lalu

    ReplyDelete
  34. konro dan ketupat mantuuuul ya :D

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca :)

Nama yang jelas yaaa, NO ANONYMOUS please!! ^___^
Mohon maaf Link Hidup tidak akan diapprove :)

^^thanks for reading^^

Followers

Member of

Emak2Blogger #1minggu1cerita BloggerPerempuan Estrilook Community Indonesia Hijab Blogger Mom Blogger Community