Explore the blog
Wednesday, August 03, 2022

Peran CSR Perusahaan Bagi UMKM

Masa pandemi ternyata tidak menyurutkan minat pembeli untuk terus bertransaksi memiliki barang baru yang memang dibutuhkan atau hanya sekadar menyalurkan hobi belanja saja. Tentu ini menjadi kabar baik dong buat para pelaku bisnis utamanya bagi mereka para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah atau UMKM. Terlebih lagi sekarang UMKM pun mulai naik kelas dengan melakukan pemasaran secara digital atau online. 

peran CSR bagi UMKM

Melansir dari laman merdeka.com, Gubernur BI - Perry Warijoyo mengatakan bahwa peningkatan transaksi banyak dilakukan oleh pedagang ritel yang merupakan UMK. Ditambahkannya lagi bahwa peningkatan transaksi e-commerce menjadi cerminan bahwa digitalisasi UMKM sangatlah penting mengingat pertumbuhan ekonomi dan keuangan digital di tengah pandemi ini tumbuh dengan sangat cepat. 

Cara Meningkatkan Pendapatan UMKM dengan Penjualan Online

Dengan kata lain, tidak hanya pembeli yang memanfaatkan trend belanja online melainkan UMKM pun juga mengambil peluang besar ini untuk menjajakan dagangan dengan cara digital yang sedang marak di kalangan masyarakat. Tidak heran dong semakin banyak UMKM baru yang muncul meski di tengah pandemi ini sebab memang kebutuhan pasar meningkat. 

cara meningkatkan penjualan online UMKM

Nah, jika tertarik untuk melakukan penjualan online baik melalui sosial media maupun web blog, maka sangat perlu untuk menyusun strategi marketing untuk mendapatkan hasil maksimal atau omzet yang tinggi meski di tengah pandemi yang belum berakhir ini diantaranya adalah: 

1. Lakukan Promo Berbatas Waktu

Untuk mendapatkan hasil pancingan yang banyak tentu kita membutuhkan umpan yang baik juga. Begitu pula dengan melakukan pemasaran, menyusun strategi untuk mendapatkan hasil yang baik bisa dilakukan dengan cara memberikan promo potongan harga atau potongan ongkir kepada pelanggan dengan memanfaatkan event-event tertentu seperti promo tanggal kembar/tanggal cantik, pay day, hari-hari besar Nasional ataupun saat Harbolnas tiba. 


2. Membuat Penjualan Bundling

Tidak hanya memberikan promo yang sudah disebutkan sebelumnya. Kita juga bisa memanfaatkan strategi penjualan bundling yaitu beli 1 produk dapat gratis produk tertentu (umumnya gratisannya ini harganya lebih murah dari produk utama), atau buy one get one free dengan produk yang sama. Strategi ini juga bisa digunakan untuk menghabiskan stock sisa produk yang ada, daripada produknya rusak percuma karena masa guna atau expired datenya sudah lewat, yekaan. 

3. Membuat Inovasi/Memberikan Varian Produk Baru

Jangan ragu untuk melakukan inovasi dengan cara menambah varian baru pada produk kita atau bisa juga dengan memberikan sesuatu yang berbeda dari produk sebelumnya tanpa mengubah rasa atau kekhasan dari produk kita.  Salah satu tujuannya yaitu biar ada warna baru pada usaha kita.

4. Kolaborasi dengan Influencer/Blogger

Namanya juga penjualan online tentu kita memasarkan produk di ranah digital pula. Namun jika dirasa pendapatan kita tidak ada perubahan atau begitu-begitu saja, tidak ada salahnya dong untuk melakukan kolaborasi dengan para Influencer ataupun Blogger untuk membantu memasarkan produk kita agar lebih dikenal luas oleh masyarakat. Secara Influencer maupun Blogger kan punya daya tarik tersendiri dalam mengenalkan suatu produk ke followers dan pembaca setianya. 
Uhuk, kalau ada UMKM yang baca ini, saya gak nolak lho ya kalau diajak kerjasama, hihih. 

5. Kelola Hubungan Baik dengan Pelanggan dan Mitra

Pembeli adalah raja. Yes, bagi pelaku bisnis, pembeli adalah ibarat raja yang perlu diservis dengan baik agar mereka merasa nyaman, sehingga nantinya akan repeat order dan tidak menutup kemungkinan bisa menjadi pelanggan setia di tempat usaha kita yang mungkin saja turut memasarkan produk kita karena testimoni mereka ke keluarga ataupun kerabatnya. Maka hubungan baik dengan pembeli perlu dijaga agar tidak putus. Begitupula dengan para mitra seperti distributor ataupun juga penyedia jasa layanan pengiriman, sebab jika dianggap potensial mereka bisa saja memberikan layanan ataupun dana CSR mereka kepada kita lho. Who knows kan? 

6. Lakukan Evaluasi Berkala 

Setelah melakukan seluruh poin di atas, jangan lupa poin penting satu ini ya! Tujuan evaluasi tersebut agar kita tahu produk mana atau layanan yang seperti apa yang bisa mendatangkan keuntungan besar. Jika ada yang dirasa tidak sesuai lebih baik tidak digunakan lagi kedepannya. Hal ini juga bisa membuat kita lebih fokus lagi pada penjualan produk serta target pasar yang lebih potensial bagi usaha kita. 


Peran CSR dalam Meningkatkan Layanan UMKM 


Setiap perusahaan memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan sekitarnya untuk pemberdayaan masyarakat, UMKM yang perlu mendapat perhatian lebih demi kesejahteraan mereka, serta target lainnya yang berhubungan dengan kemanusiaan. Program ini disebut dengan Corporate Social Responsibility atau biasa juga dikenal dengan CSR. 

Salah satu perusahaan yang selama ini dekat dan selalu mendukung usaha yang dilakukan oleh para pelaku UMKM adalah JNE. Perusahaan yang dikenal dengan layanan logistik yang telah berdiri sejak tahun 1990 ini memiliki tagline: Connecting Happiness yang mana telah banyak memberikan kontribusi kepada UMKM terlebih lagi di masa pandemi ini. Melalui program CSR mereka, JNE memberikan edukasi pada para UMKM di berbagai wilayah dengan tajuk JNE Ngajak Online 2022 - Goll...Aborasi Bisnis Online. Masing-masing wilayah mendapatkan tema berbeda yang mana menghadirkan narasumber yang sesuai bidangya dan tentu saja hadir pula pelaku bisnis UMKM untuk bisa diskusi dan sharing pengalaman mereka.


Tidak hanya memberikan edukasi kepada para pelaku UMKM, JNE pun juga turut berpartisipasi dalam bidang olahraga dan pendidikan masyarakat Indonesia, salah satunya dengan memberikan beasiswa kepada siswa SMK yang diharapkan memiliki potensi besar dalam dunia usaha maupun menciptakan lapangan pekerjaan di masa yang akan datang. Hmm, benar-benar sesuai dengan tagline mereka ya, mengantarakan kebahagiaan dengan berbagi, memberi dan menyantuni. 

Dalam melakukan bisnisnya, JNE  juga selalu mengikuti standard operating procedure perusaahan dengan sebaik mungkin. Makanya kaget banget deh beberapa waktu lalu baca berita tuduhan penimbunan beras bantuan yang ditemukan di depan kantor JNE di Depok. 

Jelas gak langsung percaya begitu saja dong, saya pun langsung mengecek official account mereka di Instagram dan JNE telah memberikan klarifikasi terkaitan pemberitaan tersebut bahwa tidak ada pelanggaran yang dilakukan karena sudah melaui proses yang seusai standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan yang tertulis pada perjanjian kerjasama yang telah disepakati oleh kedua belah pihak. JNE pun juga berkomitmen untuk mengikuti segala prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku. 


Penutup

Bertambahnya minat beli masyarakat di masa pandemi ini tidak menyurutkan kehadiran UMKM. Meski tidak bisa melakukan pembelian langsung secara tatap muka atau offline dikarenakan pandemi, tapi semua tetap bisa dilakukan dengan mengandalkan digital marketing atau penjualan online, bahkan pembelian secara online jauh meningkat tajam. 

Untuk itu dibutuhkan cara atau strategi terbaik dalam meningkatkan penjualan secara online. Tidak bisa dipungkiri bahwa ada peran CSR dari perusahaan juga yang bisa meningkatkan layanan UMKM kepada masyarakat. 


Gimana, tertarik untuk menjadi bagian dari UMKM Indonesia juga? Atau Temans yang telah bergelut di bisnis online sebagai pelaku UMKM sudah menerapkan cara meningkatkan penjualannya seperti yang sudah disebutkan pada postingan ini atau mungkin ada pengalaman lain yang bisa jadi cara jitu meningkatkan omzet UMKM? Boleh sharing di kolom komentar juga dong. ;)



Diah

Would you like to comment?

Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca :)

Nama yang jelas yaaa, NO ANONYMOUS/ UNKNOWN Please!! ^___^

Mohon maaf Link Hidup tidak akan diapprove :)

^^thanks for reading^^