Explore the blog
Saturday, April 17, 2021

Yuk, Kepoin Kebiasaan Gen Z Agar Jadi Ortu Kebanggaan Anak

Pasti kita sudah tidak asing lagi ya dengan istilah Generasi Z? 
Yes, generasi Z yaitu generasi setelah Generasi Y (milenial) yang mana generasi ini lahir pada rentang tahun 1995 - 2012. Generasi Z atau Gen Z ini juga dikenal sebagai generasi era digital yang telah mengenal teknologi dan juga internet yang bahkan internet itu telah hadir di rumah dengan kehadiran Wi-Fi maupun modem. Jadi, internet adalah bagian dari kehidupan mereka. 



Saya sendiri sih masuk dalam generasi milenial yang mana memiliki anak-anak yang masuk dalam kategori setelah Generasi Z (Alpha) namun saya pun juga turut melihat tumbuh kembang dan juga cara belajar ponakan-ponakan dan adik-adik (sepupu) saya yang masuk dalam Gen Z ini. 

Sebagai orang tua, tentu kita ingin menjadi kebanggaan bagi anak-anak kan ya? 
Apalagi zaman semakin maju dan juga kita dihadapkan dengan anak-anak yang semakin kritis lagi dalam berpikir. Semakin kesini anak-anak Gen Z  maupun generasi setelahnya sudah tidak ragu lagi lho jika ingin mengeluarkan pendapat dan sebagai orang tua kita pun harus berbesar hati mendegarkan apa kata mereka. 

Menjadi orang tua masa kini yang hidup di era digital memang memiliki tantangan  agar kita dapaat mengikuti arus perkembangan teknologi dalam mendampingi anak belajar. Tekadang kita pun sering lupa bahwa 'mendampingi bukan berarti memerintahkan.' Contoh yang sangat nyata dikala pandemi sekarang ini yang mana semua dituntut untuk belajar melalui daring, saat inilah kita memiliki peran untuk mendampingi anak secara ekstra, yang mana kita diharuskan untuk mau belajar bersama mengenal berbagai aplikasi digital. Lah, anak TK aja kan tetap belajar daring dari rumah dan tugas-tugasnya juga disetor melalui aplikasi. 

Sebagai orang tua kita juga harus sadar dan mau untuk terus mengupgrade diri agar bisa menjadi ortu yang update no kudet sesuai perkembangan zaman agar kita bisa nyambung jika ngomong dengan anak-anak. Tentunya anak-anak pun juga jadi merasa nyaman untuk sharing dengan kita baik sebagai orang tuanya maupun sebagai sahabatnya. 



Olehnya itu sejak dini saya pun juga senang belajar ilmu parenting dengan cara membaca artikel-artikel maupun buku parenting dan juga ikut hadir di webinar-webinar seperti yang saya hadiri Sabtu, 10 April 2021 lalu yaitu webinar yang diselenggarakan oleh SMA Lazuardi dengan tema: Kepoin Kebiasaaann & Gaya Gen Z yang menghadirkan narasumber-narasumber berikut: 

  • Ibu Dya Loretta - Author, Lecturer, Marcomm Consultant 
  • Ibu Sonya Sinyanyuri - Kepala Sekolah SMA Pintar Lazuardi
  • Bapak Muhammad Ikhsan - Direktur Sekolah Lazuardi Athaillah Makassar 
  • Ibu Elisa Koorag - Mom's Blogger

Gaya Komunikasi Anak Gen Z 


Generasi Z lahir di era digital, yang mana mereka tidak jauh dari teknologi khususnya gadget. Maka dari itu sebagai ortu kita harus mengenal gaya komunikasi anak kita. Tidak hanya seputar pola belajar, pola bermain dan juga pola bersosialisasi mereka yang tidak luput dari teknologi. Gen Z berkembang dan bertumbuh dalam lingkungan teknologi. 

Oleh karena itu, sebagai orang tua kita memiliki kontribusi dalam memperkenalkan gadget pada anak. Akan tetapi kita pun juga tidak boleh luput mendampingi mereka, kita pun juga harus melek teknologi karena yang pasti anak akan merasa bangga pada ortu yang update bukan yaang kudet. 

Anak tentu membutuhkan sosok ortu yang update yang dapat menjadi teman sharing anak dalam menjelajahi dunia di era digital ini. Sebaliknya kita tentu tidak boleh menjadi ortu yang kudet dan menyalahkan anak yang terlihat tidak bisa lagi lepas dari smart phone mereka. Apalagi seperti saat pandemi begini yang mana semua proses belajar mengajar dilakukan secara daring yang tentunya tugas pun juga akan dikerjakan melalui smart phone

Kepoin Kebiasaan Belajar Gen Z 


Pada Webinar Sabtu lalu, Ibu Dya Loretta menjabarkan bahwa gaya  belajar Gen Z sangatlah berbeda dengan gaya belajar generasi-generasi sebelumnya. Jika generasi X Y nyaman belajar dengan suasana tenang di malam hari bahkan ketika semua orang tidur, sebaliknya malah Gen Z itu akan merasa nyaman dengan suasana berbeda seperti sambil mendengarkan playlist kesukaan yang bisa membuat mereka lebih semangat. Tidak hanya itu saja tempat belajar yang dipilih mereka pun juga sesuai mood mereka bukan harus tenang duduk di meja belajar yang telah disiapkan. 

Oleh karena itu sebagai ortu, kita tidak boleh mengekang anak bahkan sebaliknya kita harus mendukung dan memberikan toleransi kepada mereka untuk mengekspresikan gaya belajar mereka. Malah lebih baik lagi jika kita bisa memberikan kenyamanan kepada mereka seperti dengan menyiapkan cemillan dan sesuatu yang mereka butuhkan dalam menunjang proses belajarnya. 


Tips Belajar online di rumah


Tidak hanya mengenai kebiasaan belajar, Gen Z yang bisa dibilang hidupnya itu telah bergantung pada gadget juga sangat berbeda dengan generasi terdahulu.  Ibu Dya juga memberikan contoh lain, jika generasi sebelumnya lebih menyukai melakukan pembelanjaan sera konvensional yaitu datang langsung ke pasar/pusat perbelanjaan untuk melihat langsung produk yang dicari dan juga membandingkan bahan harganya, Gen Z malah lebih suka melakukan belanja  secara online. 

Mencari barang yang sesuai dengan keinginan, lengkap dengan spesifikasi yang detail itu cukup dilakukan melalui gadget. Ajaibnya semua barang yang diinginkan datang sesuai harapan mereka bahkan warnanya pun bisa sama. Berbeda jika ortu yang melakukan pembelanjaan online, seringnya terjadi perbedaan warna ataupun bahan yang tidak sesuai. 

Mengapa bisa terjadi demikian? Karena Gen Z sudah tahu jika warna gambar dan asli tentu berbeda sebab adanya pengaruh pencahayaan pada saat dilakukan pengambilan gambar untuk iklan tersebut. Efek cahaya yang berbeda inilah yang mengakibatkan warna bahan yang dipesan orang tua berbeda dengan pesanan anak-anak mereka si Generasi Z.


10 Profesi Gen Z di masa mendatang


Bagi ortu yang memiliki anak Gen Z, kita bisa lega karena setidaknya ada 10 Profesi di masa mendatang yang saat ini diminati oleh para Gen Z. Tentunya sebagai anak era digital, profesi ini pula tidak jauh kaitannya dari teknologi diantaranya adalah  Digital Marketer, Application Developer, Specialist SEO, Software Engineer/Developer bahkan Enterpreneur pun juga tentu tidak akan jauh-jauh bersentuhan dengan teknologi. 


Mengenal SMA Pintar Lazuardi - Blended Learning High School 


SMA Pintar Lazuardi - Blended Learning High School mulai beroperasi sejak tahun 2021 - 2022 sebagai pengembangan dari Sekolah Lazuardi Grup yaitu menyelenggarakan SMA Blended Learning tanpa meninggalkan kreativitas secara optimum dengan cara menambahkan aktivitas hands on mandiri siswa lewat project based learning dan juga dukungan Learning Management System (LMS) yang diberi nama Pintar. 

Blended Learning SMA Pintar Lazuardi


SMA PINTAR LAZUARDI-BLENDED LEARNING HIGH SCHOOL menggabungkan antara kegiatan tatap muka dan pembelajaran online dengan prosentase pembelajaran online lebih besar. Ibu Sonya Sinyanyuri sebagai Kepala Sekolah SMA Pintar Lazuardi menjelaskan bahwa kegiatan tatap muka akan dilakukan seminggu sekali disekolah homebased. Kegiatan tatap muka difokuskan untuk:
  • Pembentukan karakter,
  • Pengembangan keterampilan sosial,
  • Coaching tentang karir,
  • Kegiatan praktikum yang tidak dapat dilaksanakan melalui kegiatan pembelajaran online.

Untuk peserta didik yang berasal dari wilayah yang belum tersedia sekolah home based, kegiatan tatap muka akan digantikan dengan program pengayaan dan coaching yang dilakukan secara online.


KURIKULUM: Kurikulum di SMA Lazuardi mengacu pada kurikulum Nasional yang sedang berlaku diperkaya dengan konten kurikulum dari berbagai negara dan kurikulum keahlian.

VISI: Masyarakat berbudaya luhur berlandaskan kebaikan welas asih, dan kebahagiaan spiritual.

MISI: Menggali dan mengembangkan potensi setiap individu dalam menciptakan perbaikan kehidupan.

LEARNING MANAGEMENT SYSTEM




Pedagogical Intelligence Architecture (PINTAR) adalah sebuah strategi pedagogi (pembelajaran) yang diterapkan melalui sebuah Learning Management System(LMS) online yang memperhatikan keterikatan antara peserta didik dengan proses pembelajaran melalui feedback process.

PINTAR (Pedagogical Intelligence Architecture) adalah LMS pendukung pembelajaran online di SMA Pintar Lazuardi yang didukung oleh aplikasi yang canggih yang dapat diakses dimana saja dan kapan saja. 


KEUNGGULAN LMS PINTAR


  • MULTIPART; berarti materi disampaikan dalam bagian-bagian kecil dan dipilih hanya materi fundamental dari sebuah mata pelajaran. Upaya ini dimaksudkan agar mudah dipahami secara mandiri olehsiswa.
  • FEEDBACK SYSTEM; akan memastikan peserta didik terlibat aktif, berinteraksi, saling memberi dan menerima umpan balik(feedback) untuk efektivitas belajar, mengetahui capaian hasil belajar, terbentuknya komunitas belajar, mendokumentasikan portofolio yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja.
  • DIFFERENTIATED LEARNING; Dimulai dengan diagnostic assessment, sehingga dapat memandu learningpath yang akan dilaluisiswa dari urutan materi dan memungkinkan siswa memili tahapan belajar yang berbeda.
  • LEARNING PATH peserta didik akan memililki ‘jalur/peta’untukmencapai hasil belajar yang sesuai dengan kemampuan dan tujuan pembelajaran.
  • MULTI-FRIENDLY CONTENT; Materi dan media pembelajar andi kemas dalam beragam bentuk sesuai kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Disajikan sedemikian rupa sehingga mudah dipahami oleh pesertadidik. 
  • GAMIFICATION Pembelajaran online juga mempertimbangkan kesenangan dan keseruan. Ini dilakukan dengan menambahkan unsur games dalam pembelajaran.

Penutup 


Sebelum Webinar berakhir, Ibu Elisa Koorag sebagai Mom's Blogger dari dua orang putri juga menceritakan pengalamannya membersamai kedua anaknya bahwa sebagai orang tua kita juga harus memposisikan diri sebagai sahabat anak-anak agar mereka pun juga merasa nyaman untuk menceritakan dan terbuka kepada orang tua. Tidak hanya itu, orang tua juga harus update agar anak mudah sharing berbagai hal termasuk prihal teknologi dan juga internet. 

Sedangkan Bapak Ikhsan pada webinar hari itu juga membagikan cerita pengalaman anak sulungnya saat sekolah dulu yang mana sangat aktif di berbagai kegiatan ekstra-kurikuler sekolah yang hasilnya mengorbankaan waktu belajar sang anak. Dari pengalamannya tersebut Beliau beranggapan bahwa sekolah pun juga harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman termasuk dalam menyikapi perkembangan Gen Z ini. Oleh karena itu sebaiknya sekolah pun juga menguasai dunia digital terlebih lagi dalam masa pandemi, seperti yang telah dilakukan oleh SMA Pintar Lazuardi yang mana 99% berbasis online. 

Harapannya dengan adanya webinar ini sebagai orang tua kita bisa memposisikan diri juga menjadi orang tuaa yang update agar kita tidak ketinggalan informasi dan bisa melakukan sharing apa saja kepada anak termasuk hal teknologi. Terlebih lagi bagi kita yang memang telah lama akrab dengan dunia internet tentu tidak akan sulit menjadi orang tua yang update untuk anak-anak bukan jadi kudet, agar anak merasa bangga memiliki kita sebagai orang tua yang bisa diandalkan dalam segala hal. Jadi, gak ada salahnya dong ya kepoin kebiasaan anak agar kita juga tahu dunia mereka dan kita pun bisaa menjadi Ortu kebanggaan anak. ๐Ÿ˜Ž


Nah, bagi Ortu yang ingin tahu menyekolahkan anaknya ke SMA Pintar Lazuardi ini bisa langsung kepoin website dan juga  sosmednya ya @smapintarlazuardi.



Whould you like to comment?

  1. Ada LMS sendirinya ya SMA Lazuardi ini.

    Oya, saya generasi X, anak2ku semua gen Z dan saya masih sering memerintah saja ke mereka ... hiks.
    Tentang playlist .. iya tuh, anak2ku jug akalo belajar pengennya mendengarkan lagu favorit mereka dan saya yang mondar-mandir di dekatnya merasa terganggu :D

    ReplyDelete
  2. baru tahu nih kalau gaya bahasa gen Z ni berbeda sama kita. harus banyak belajar nih biar bisa mendampingi dengan baik

    ReplyDelete
  3. Bener ya mendampingi bukan berarti memerintah. Anak2 pun harus dijadikan sahabat supaya mereka akan lebih nyaman juga untuk komunikasi ya, mbak. Memang hrs yg banyak dipelajari lg tentang anak2 Gen Z, banyak perubahan cara belajar dan pendekatannya

    ReplyDelete
  4. Sama anak Gen Z memang harus lumayan sering diajak bertukar pikiran. Gak bisa sekadar diperintah. Nanti mereka malah menutup diri.

    ReplyDelete
  5. wah terimakasih sudah menulis ini ya mbak
    aku jadi tahu bagaimana tips hadapi geerasi z ini

    baca profil SMA Lazuardi, emang cocok banget ya buat sekolahnya generasi Z

    ReplyDelete
  6. Aku gak punya anak generasi Z tapi melihat beberapa anak kenalanku emang mereka nih pemikirannya beda dibanding angkatan kita ya mbak. Mereka lbh ekspresif dan melek teknologi banget. Perlu model pendidikan lain utk sekoah. Sistem blended learning kurasa tepat buat mereka

    ReplyDelete
  7. Siswa daku rata-rata gen Z, ya seperti mbak sampaikan ada yang mood an, maunya suasana yang kekinian. Jadinya memang kita yang dewasa kudu mengerti dan paham juga biar nyambung

    ReplyDelete
  8. Semakin ke sini kita akan semakin dekat dengan yang namanya dunia digital. Anak-anak juga perlu dikenalkan dengan baik, tentu agar tidak disalahgunakan. Biar bisa jadi profesinya nanti :D

    ReplyDelete
  9. mendidik anak sekarang memang ngga seperti anak jaman dulu ya mba, apa yang dipaparkan bener banget, saya 'baru' mulai menjadi ibu dari anak 13 tahun aja rasanya banyak kejutan-kejutan indah setiap harinya. Terasa ngga sama lagi ketika mereka masih kecil. SMA Lazuardi sepertinya paham banget tentang tantangan itu. Ini jadi nilai plus, apalagi ada fokus ke arah coaching tentang karir. Sangat-sangat menjawab tantangan pengasuhan anak masa kini, tentunya orang tua juga harus bersinergi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benar mbak kalau dipertimbangkan memang begitu. Makanya benar juga sih bahwa mendidik anak disesuaikan dengan jamannya, dan yang mengajar agar ikut update juga biar tahu

      Delete
  10. menyekolahkan anak di sekolah SMA favirite sangat membanggakan, apalagi dapat bersekolah di SMA pintar Lazuarda sangat luar biasa

    ReplyDelete
  11. gen Z akrab banget sama dunia digital yaaa so profesinya pun digital banget.. tapi emang di masa depan segala yang berhubungan sama digital itu dibutuhin banget.. karena udah jadi tuntutan jaman.. so persiapkan anak dari sekarang

    ReplyDelete
  12. semakin berkembang teknologi maka metode belajar anak kita juga psti berubah ya, mbak. orang tua harus melek teknologi juga nih pastinya menghadapi gaya belajar anak

    ReplyDelete
  13. Gen Z emang dekat dengan digital karena lahir di era ini, sebagai orang tua menjadi PR besar gmna spaya potensi anak gak tertinggal di generasi saat ini. Pilihan sekolahnya bagus nih

    ReplyDelete
  14. Nah, benar sekali nih, Mbak. Krucil saya juga kalau ngomong gaya benar. Saya 1 kata, dia 10 kata hahaha. Kalau soal belajar, ada samanya. Dia dengar musik di playlist hape, saya dulu dengar musik di radio hahaha.
    Tapi memang benar, harus terus didampingi, apalagi era kita berbeda.

    ReplyDelete
  15. Mengikuti terus perkembangan anak apalagi di era digital memang penting ya mom, agar mereka bisa memaksimalkan teknologi dengan hal-hal yang baik dan tentunya bermanfaat bagi orang banyak.

    ReplyDelete
  16. SMA Pintar Lazuardi ini blended learning, to. Jadi bisa belajar di mana aja gitu ya. Emang cocok sih sama gaya belajar generasi Z yang sudah familiar dengan teknologi digital.

    ReplyDelete
  17. dengan upgrade ilmu parenting, orang tua akan mampu lebih dekat dengan anak dan memeahami bagaimana sikap dan sifat. Jadi mudah mendidiknya

    ReplyDelete
  18. Menjadi orang tua masa kini yang hidup di era digital memang memiliki tantangan agar kita dapaat mengikuti arus perkembangan teknologi dalam mendampingi anak belajar.

    ini setuju banget kak.....

    ReplyDelete
  19. Kerjaan orangtua zaman skrg makin tdk mudah ya. Apalagi di masa pandemi kyk gini. Ortu jg hrs memposisikan diri sbg teman biar anak ga terkekang. Dekati mereka dan ajak obrol meereka klo ada mslh ya. Jgn lupa kuasai teknologi biar nyambung saat diajak anak bicara๐Ÿ˜

    ReplyDelete
  20. Artha Nugraha Jonar10:53 PM

    Istri saya kebetulan pernah mengikuti sesi zoom yang diadakan SMA Lazuardi yang bekerja sama dengan pengelola sekolah anak saya. Istri saya tertarik dengan metode pembelajarannya. Maklum anak saya ini harus ditreatment khusus untuk belajar, dan sepertinya cocok dengan metode pembelajaran di SMA Lazuardi.

    ReplyDelete
  21. memang zamannya sudah berbeda, kita tidak bisa mendidik anak Gen Z sama dengan cara orang tua kita dahulu...
    Jadi orang tua zaman sekarang kudu lebih up to date tentang teknologi agar bisa membersamai anak anak...

    ReplyDelete
  22. Jadi ortu zaman now itu emang harus memahami karakteristik anak-anaknya ya Mbak, apalagi anak-anak kita sekarang ini beda ama zamannya kita dulu ya... Setuju banget dengan blended learning SMA Lazuardi yang menggabungkan proses pembelajaran tatap muka dan tatap maya dengan porsi lebih banyak daring, jadi siswa tetap bebas berkreativitas ya

    ReplyDelete
  23. Memang jadi tantangan sendiri ya di era seperti sekarang yang beda banget dengan era sebelumnya. Keren bin kece effortnya untuk pembuktian cinta untuk anak. Thx 4 sharing mba diah, keep on blogging <3

    ReplyDelete
  24. SMA Pintar Lazuardi ini cocok banget sih buat anak-anak generasi milenial. Meskipun terbilang baru, namun jika dilihat dari project, kurikulum, visi dan misinya tidak kalah dari sekolah-sekolah yang sudah berdiri lebih dulu. SMA Pintar Lazuardi ini bisa dijadikan salah satu opsi buat melanjutkan jenjang pendidikan SMA bagi generasi milenial!

    ReplyDelete
  25. Setiap generasi memang berbeda ya... Asyik banget ada SMA Pintar Lazuardi yang sistem belajarnya cocok untuk generasi z...

    ReplyDelete
  26. ah iya, menjadi orang tua generasi Z ini nggak mudah ya mbak
    kita harus bisa menyesuaikan dgn perkembangan zaman,

    ReplyDelete
  27. Anakku masuk generasi Z ini, sedangkan aku generasi X. Bener banget, beda zaman kalau gak sabar-sabar bisa bikin terus berantem, apalagi di masa belajar daring ini, hehehee...
    Memang butuh banget sekolah seperti SMA Lazuardi yang memiliki gaya belajar sesuai keinginan generasi Z karena anakku sering mengeluh metode pembelajaran di sekolahnya membosankan.

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca :)

Nama yang jelas yaaa, NO ANONYMOUS please!! ^___^
Mohon maaf Link Hidup tidak akan diapprove :)

^^thanks for reading^^