Stop Pelecehan Seksual Pada Anak!

Wednesday, March 04, 2020

Bismillahirrahmanirrahim.....

Kalau nonton berita di TV itu bawaannya pengen ngomel deh. Asliii. Berita jaman now itu ngeri-ngeri, bikin gemas bin geram deh!

Gimana tidak kalau beritanya itu mostly tentang kriminalitas segala. Kalau bukan pembunuhan ya penculikan. Hmm, sadis kan mau nyaingin lagunya Afgan kalii, sadis. Kalau bukan tentang dua hal itu ya korupsi yang semakin merajalela, atau yang selalu hits juga tuh tentang penimbunan barang yang dibutuhkan, lalu kemudian jadilah harganya meroket naik tiada terkira. Tidak hanya itu, ada juga tentang pelecehan seksual bahkan yang jadi korban adalah anak kecil yang dibawah umur pula, ckckckk. Gimana tidak geram coba itu?!

Batasan Kategori Anak di Indonesia 

Yang namanya pelecehan itu jelas sangat tidak terpuji, apalagi yang jadi korban adalah anak-anak. Di Indonesia, batas usia yang masuk dalam kategori anak yaitu:

Anak di bawah 18 tahun dan belum pernah menikah bahkan anak yang masih dalam kandungan (Pasal 1 angka (5) UU No. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia) dan perlindungan anak yaitu hingga batas usia 18 tahun termasuk anak yang masih dalam kandungan (Pasal 1 angka (1) UU No.23 tentang Perlindungan Anak).

See, betapa Negara kita ini yang memang adalah Negara hukum telah mengatur secara detail tentang segala sesuatu yang berbau hukum. Tapi sayangnya kejahatan masih saja dijumpai dimana-mana termasuk kasus pelecahan pada anak.

Baca juga: Tentang Body Shaming

Pelecehan Seksual Pada Anak, Kenapa Bisa? 

campussafetymagazine.com

Pelecehan seksual pada anak yaitu bentuk penyiksaan yang dilakukan oleh orang dewasa terhadap anak di bawah umur untuk mendapatkan kepuasan seksualnya dengan cara memperlihatkan kemaluan atau bahkan lebih kejam lagi dengan cara menekan atau memaksa untuk melakukan aktivitas seksual.

Sebenarnya kasus seperti ini bukanlah hal baru. Pelecehan seksual pada anak sejatinya sudah terjadi sejak lama tapi karena kasus seperti ini dianggap tabu untuk diperbincangkan jadilah hal seperti ini bisa tersimpan rapat dan tidak terekspos. Di samping itu, kasus seperti ini pastinya menjadi sebuah trauma  yang mendalam baik terhadap korban maupun keluarganya. Mirisnya kebanyakan pelaku malah dari orang terdekat korban atau bahkan dari keluarga sendiri. Jadilah pelaku dengan semena-menanya bisa mengancam korban untuk tidak melawan atau melaporkan hal keji tersebut. Namun, seiring berjalannya waktu, dengan adanya media akhirnya kasus demi kasus pun bisa terungkap.

Siapa Saja Pelaku Pelecehan Seksual Pada Anak? 

Seperti yang saya sebutkan di atas kalau pelaku pelecehan seksual itu adalah orang dewasa yang sebenarnya kebanyakan masih tergolong orang terdekat korban lho. Iyah, emang aneh sih! Bukannya orang terdekat itulah yang harus menjaga eeh malah jadi perusak keluarga sendiri, sadis! Dari berita yang beredar kebanyakan adalah paman, kerabat, guru malah lebih sadisnya lagi ada pula saudara bahkan ayah dari korban itu sendiri. RRRhhh, gak bisa berkata-kata lagi deh ini.

Emang benar tuh kata Bang Napi, kejahatan itu terjadi bukan hanya karena niat pelaku saja tapi juga karena adanya kesempatan. Waspadalah!

Eits tapi, pelaku pelecehan seksual itu tidak selamanya adalah orang dewasa saja. Beberapa berita pun juga mengabarkan pelaku adalah anak kecil atau remaja belia yang masih masuk kategori di bawah umur. What the........? Kok bisa sampai terjadi seperti ini?

Ya, semua bisa saja terjadi. Bisa saja pelaku yang masih kecil ini adalah sebelumnya juga korban yang berubah menjadi pelaku karena punya trauma tersendiri yang begitu dalam yang malah menjadi dendam dan ingin melampiaskannya pula ke orang lain. Who knows?! Tapi begitulah yang terjadi. Atau bisa pula karena pengaruh lingkungan, ntah itu dari orang sekitar yang dilihatnya, tontonan dan bisa juga karena kurangnya bekal pemahaman dari orangtua mengenai batasan mana yang boleh dilakukan dan tidak boleh.

Baca juga: Mengenalkan Konsep Berbagi Pada Anak

Siapa Saja Korban Pelecehan Seksual Pada Anak? 

cacmercer.org

Bicara tentang korban pelecehan seksual pada anak ini memang didominasi oleh anak-anak perempuan tetapi ada juga lho korbannya anak laki-laki dan yang korban anak laki-laki inilah malah  yang lebih berpotensi berubah status dari korban menjadi pelaku jika tidak segera diberi bimbingan dan penanganan yang tepat. Korban anak perempuan pun juga bisa menjadi seorang yang pemurung dan menutup diri pada pergaulan atau malah membenci laki-laki karena merasa telah menyakitinya dan menggoreskan luka yang dalam. 

Mengingat semua anak bisa saja menjadi korban dari pelecehan seksual ini dikarenakan pelakunya saja bisa beragam dari orang luar bahkan orang dalam sekalipun jadi sebagai orangtua kita memang harus menjaga dan memberi perlindungan lebih ke anak-anak kita.

Baca juga: Jangan Takut Bilang Tidak!

Upaya Mencegah Pelecehan Seksual Pada Anak

act.or.id
Sebagai orangtua sudah menjadi tanggung jawab kita untuk memberikan pemahaman kepada anak agar terhindar dari dampak pelecehan seksual. Ada beberapa cara yang bisa kita tempuh antara lain: 
  • Mengajarkan pendidikan seks kepada anak; tentunya dengan menggunakan bahasa yang ringan dan mudah dimengerti oleh anak. Misalnya mengenalkan alat kelamin anak pada saat kita membersihkan mereka setelah buang air kecil maupun besar. Memberi tahu anak bahwa alat kelamin anak lelaki berbeda dengan anak perempuan dan ini tidak boleh disentuh oleh orang lain selain Ibu dan Ayah, kecuali Dokter pada saat pemeriksaan kesehatan. Begitu pun dengan bagian mulut dan dada anak adalah bagian pribadi anak yang juga tidak boleh disentuh oleh orang lain, sebaliknya anak pun juga tidak boleh menyentuh bagian pribadi orang lain. 
  • Menamkan rasa malu sejak dini; ajarkan anak bahwa bagian pribadi mereka adalah bagian yang harus ditutup dan tidak boleh diperlihatkan ke orang lain. Jadi, anak tidak boleh membuka pakaian di tempat terbuka begitupula dengan buang air pada tempatnya.
  • Ajarkan anak untuk berani bilang TIDAK; jika anak merasa terancam ataupun merasa tidak nyaman. Termasuk jika seseorang meminta gambar bagian pribadi mereka. Kejahatan bisa terjadi pada siapa saja dan kapan saja. Kita lengah sedikit saja bisa menjadi boomerang, dengan gambar saja yang disebar melalui internet akan mengundang kejahatan bagi orang lain termasuk pelecehan seksual pada anak. 
  • Ajarkan kepada anak agar berani jujur dan tidak takut melaporkan orang lain; jika anak merasa terancam dan tidak nyaman dengan suatu keadaan atau seseorang agar mereka bisa melaporkannya kepada orangtuanya. Sebagai orangtua kita pun harus mendengarkan keluhan anak dengan baik tanpa kita minta sekali pun. Buatlah anak merasa selalu nyaman untuk bercerita kepada kita. 
  • Membatasi penggunaan internet dan tontonan televisi emoga kita dan keluarga selalu dalam lindunganNya ya. Terhindar dari kejahatan yang sangat meresahkan. Aamiin.
  • Membatasi penggunaan internet dan tontonan televisi; sebisa mungkin kita dapat mengontrol penggunaan internet anak kita, mengaktifkan mode parent control sedikit menolong dan memfilter tayangan apa saja yang bisa dikonsumsi oleh anak lewat gawai. Begitu juga dengan televisi, sebaiknya sebisa mungkin mendampingi anak saat menonton. Ini bisa jadi quality time bersama juga kan. 

Hmm, postingan kali ini emang agak berat tapi semoga bermanfaat ya. Jika ada yang ingin ditambahkan, feel free ya Temans. Demi kebaikan kita bersama. 🙏

Seperti biasa postingan serius yang ada disini itu adalah hasil collab dengan sahabat-sahabat Blogger saya tersayang. Kali ini giliran Kak Reyne Raea, Blogger famousnya Surabaya. Mampir ke postingan Kak Rey juga ya: Pelecehan Seksual Pada Anak dan Ruang Tidur Terpisah.

Sampai jumpa pada collabs kami berikutnya *semoga Kak Rey gak kapok ama saya* heheheh. 🙊



_____________
Sumber bacaan:
https://id.theasianparent.com
https://www.brilio.net
https://www.bayiku.org/




You Might Also Like

17 Comments

  1. Harus selalu hati hati dan was was aka sih, jadi bisa diminimalisir kejadian tersebut..

    ReplyDelete
  2. Saya panas kl dengar berita pelecehan seks

    Ga di anak, ga di dewasa, sama aja

    Yang paling sedih itu kl pelaku dan korban sama-sama anak

    Naudzubillahi min dzaalik

    ReplyDelete
  3. Paling kesel kalau lihat atau baca berita soal pelecehan seksual pada anak terus pelakunya adalah orang terdekat. Kok bisa-bisanya gitu tega, memperlakukan perempuan dalam anggota keluarnya dengan tidak senonoh.


    Makasih mba udah sharing tulisan ini. sangat berguna banget. izin sharing ke medsos ku ya mba.

    ReplyDelete
  4. eh bener loh, ini menyebalkan banget rasanya kalau baca-baca berita terkait, beberapa hari lalu, saya liat di video yang viral, ada loh bapak-bapak yang minta dipotong pakai parang burungnya (kesaallll banget beneran!!)

    Kalau nggak salah di Jogja tuh, anak usia 5 tahun diajak ke gang sepi, untung dilihat ibu-ibu, jadi belum sempat diapa-apain.

    Ya ampuuunnn, kalau saya bisa santet, pengen banget saya santet burungnya jadi kayak belalai unta, geram banget rasanya!!!

    Tapi bener loh, kalau saya memang berbekalkan sounding dan sounding, dan ajarin sejak kecil malu telanjang, sayangnya masih disalah artikan nih, gara-gara saya bilang, alat kelaminnya nggak boleh dilihat atau dipegang orang lain, apapun alasannya, kecuali orang tua.
    Dan dia masih berani dong telanjang di depan kami hahahahah

    ReplyDelete
  5. Perlu memang ya mengajarkan anak tips2 mencegah dan melindungi dari pelecehan seksual

    ReplyDelete
  6. kadang kita jadi orangtua yang permisif dan serba gak enakan, misalnya anak ngga mau dicium orang dewasa, kita omelin, padahal hal tersebut bisa menjadi pertimbangan anak-anak saat mendapatkan perlakukan wajar dan ngga wajar.

    ReplyDelete
  7. amit-amit deh ama orang yang melakukan pelecehan sexual, harus hati-hati lho kita sebagai ortu. Duh, semoga kita dijauhkan orang-orang yg freaks

    ReplyDelete
  8. aku kalau baca berita pelecehan anak jujur bikin sesak nafas, sampai sekarang kalau lihat anak-anak dekat orang dewasa baik itu orang terdekatnya sekalipun suka was-was

    ReplyDelete
  9. ku juga geram mendengar berita2 jaman sekarang, apalagi tentang pelecehan seksual pada anak. duh, miris banget.. tega-teganya melakukan itu.

    btw, makasih banget mba udah sharing cara2 agar anak terhindar dr pelecehan.

    ReplyDelete
  10. Pekerjaan berat buat ortu karena meski anak2 sudah dikasih tau, mereka masih bisa tergagap ketika terjadi. Kadang ortu sendiri yg payah. Aku pernah lihat ortunya bermobil bagus & parkir di lingkungan kampus. Tapi anaknya, meski masih TK, & cewe disuruh pipis jongkok dekat mobil. Padahal toilet nggak jauh. Anak jadi nggak paham bahayanya kalau ada yg mengintip.

    ReplyDelete
  11. Aku setuju banget ini mbak, pelaku akan melakukan hal ini jika ada kesempatan sedari dini menjaga anak dan memberikan pemahaman yang benar tentang tubuh, mengajari berani dan menjauh dari orang2 asing. Semoga anak2 kita dilindungi senantiasa ya mbak.

    ReplyDelete
  12. Mencelos rasanya hati klok pas baca kasus2 pelecehan seksual sm anak. Koq bisa setega itu. Nggak habis pikir bener. Semoga anak2 kita senantiasa dilindungi sm Allah dan dijauhkan dr org2 jahat pelaku tindak pelecehan seksual aamiin

    ReplyDelete
  13. Mencelos rasanya hati kalok baca kasus2 soal pelecehan seksual pada anak. Kesel jengkel. Ndak habis pikir sm pelaku koq bisa2nya. Duuhh. Semoga anak2 kita terhindar atau dijauhkan sm Allah dr pelaku2 tindak pelecehan seksual aamiin. Makasih udh ngingetin lwat tulisan dikau ini mbk.

    ReplyDelete
  14. Pelecehan seksual pada anak merupakan masalah bersama dan menjadi tanggung jawab bersama pula. Semua kalangan mesti waspada dan melindungi anak dari pelecehan ya ...

    ReplyDelete
  15. Sekarang memang mesti lebih meningkatkan perlindungan kepada anak-anak ya, Mbak, karena kasus pelecehan anak ini masih saja terjadi. Memberikan pemahaman sedini mungkin pada anak untuk tahu cara melindungi dirinya juga bagus.

    ReplyDelete
  16. Setuju bangeet memang kita kudu waspada. Pelecehan seksual ini bisa terjadi ke anak perempuan dan laki-laki.. jadi semua orang tua kudu ati2

    ReplyDelete
  17. Serem banget dengan pelecehan sensual pada anak ini. Traumanya ga akan hilang sampai dewasa. Semoga anak-anak kita selalu dilindungi ya.

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca :)

Nama yang jelas yaaa, NO ANONYMOUS please!! ^___^
Mohon maaf Link Hidup tidak akan diapprove :)

^^thanks for reading^^

Followers

Member of

Emak2Blogger #1minggu1cerita BloggerPerempuan Estrilook Community Indonesia Hijab Blogger Mom Blogger Community