Explore the blog
Sunday, February 11, 2018

Mengenalkan Konsep Berbagi Pada Anak

Bismillahirrahmanirrahim.....

Punya dua anak dengan usia yang termasuk rapat ituuuu, seperti nano-nano rame rasanya. Bahagia? Iyah dooong, pastinya. Pusing? Hahahah bo'ong banget deh klo saya ngaku tidak pernah pusing dalam mengurusi mereka. Apalagi berbagi perhatian kepada keduanya. Ups, sebenarnya ketiganya, karena tetap harus mengurusi suami juga kan ya #eaaaa biar uang jajan Mama ditambah ya, Pa 🤑


Bicara tentang berbagi, ntahlah, saya ini sudah bisa masuk ke dalam golongan yang adil atau tidak. Sebenarnya sih, jujur saya merasa masih jauh dari kata adil untuk hal ini. Jika levelnya cukup, mungkin saya masih bisalah terpaksa dimasukkan dalam kategori tersebut. 

Tahun 2017 yang lalu, sejak tahu klo hamil untuk  kedua kalinya dan saat itu Kakak Faraz masih ngASI, saya mulai mengajarkannya tentang berbagi. Yah, pas banget kan. Berbagi ASI. Jadi ceritanya sekalian dengan proses penyapihannya. Saya bilang ke Faraz jika waktu ngASInya sudah cukup, mau yah klo ASInya diberikan ke Adek. Alhamdulillah, tidak ada drama kala itu. Sepertinya Faraz udah siap untuk lepas dari ASInya dan mau berbagi ASI itu ke Adek 😍

Baca juga: Mempersiapkan Anak Kedua

Tidak berhenti sampai disitu saja, saya terus memberikannya pengertian bahwa Faraz nanti akan jadi seorang Kakak karena di perut Mama ada Adek. Nanti Kakak mau yah main bersama Adek, berbagi mainan, berbagi makanan de es be, panjang lebar saya memberikannya petuah tapi dengan sesederhana mungkin. Jadilah ada ritual khusus tiap menjelang tidur; elus-elus perut Mama, yang saya anggap ini adalah salah satu bentuk berbagi dari Faraz, yaah berbagi kasih sayang ke Adek. 

Alhamdulillah, pertengahan September lalu Adek Fawwaz pun lahir. Saya berusaha sebisa mungkin agar Faraz tetap merasa nyaman. Perhatian tetap tercurah kepadanya walaupun sudah ada Adek sekarang yang saat ini masih benar-benar butuh perhatian ekstra dari saya. Saya pun mengikuti kata-kata kebanyakan orang agar melibatkan Kakak dalam mengurus Adek. Jadilah pura-puranya saya selalu butuh bantuan Kakak. "Kak, tolong Mama ya ambil celana Adek", atau "Kak, ayo main ama Adek" *padahal Adeknya mah belum tahu main yak, hihihih*. Demi apa? Ya biar Kakak gak merasa dicuekin, biar Kakak bisa berbagi perhatiannya juga ke Adek.


Meski saya sudah berusaha seperti itu, Kakak masih kelihatan banget jelousnya ke Adek. Bahkan sampai sekarang pun. Apalagi klo Adek lagi ngASI. Udah deh, segala jurus dikeluarin Kakak demi bisa mengambil perhatian Mama. Yang lagi diam tenang, tiba-tiba bilang lapar lah, padahal baru aja selesai makan atau ngemil, misalnya. Atau tiba-tiba bilang mau pup padahal sebenarnya tidak. Paling sering sih minta dipeluk juga saat Mama lagi kelonin Adek yang lagi ngASI, fiiuuuhh #mamakudusabardansetroong 😵

Baca juga: Hal Berkesan di 2017

Mengenalkan konsep berbagi pada Anak baiknya dimulai dari hal kecil di sekitar kita. Dengan cara sesederhana mungkin agar mudah dicerna oleh anak. Misalnya saja berbagi makanan, mainan ataupun berbagi buku bacaan, bagi anak yang sudah mulai tahu membaca. Masih banyak lagi contoh berbagi lainnya, tinggal bagaimana kita sebagai orangtua mengenalkan hal ini ke anak-anak kita. 

Mengenalkan konsep berbagi ini memang tidak semudah yang dibayangkan. Perlu kesiapan mental dari si Anak dan pastinya perlu kesabaran ekstra juga dari kita sebagai orangtua untuk terus memberikannya pengertian dan contoh yang baik untuk anak-anak kita. Sebagai orangtua muda *uhuukk* pastinya saya masih harus terus belajar. Tidak boleh bosan untuk cari tahu ilmunya, ilmu parenting. 

Nah, gimana cara Temans dalam mengenalkan konsep berbagi ke Anak? Share disini juga yuks, biar kita biisa sama-sama belajar 😉

Untuk #1minggu1cerita




Whould you like to comment?

  1. Fiuh, pasti perjuangan ya Mbak ngajarin berbagi mereka apalagi kerja juga. Duh aku ngajarin anak berbagi apaan ya. Paling seputar makanan, kalau bocahnya udah ngerti makan

    ReplyDelete
  2. Belum kebayang kl punya anak yg usianya deketan,pastinya emak harus setrong ya mbak..padahal ni aku kepingin banget,cm belum rezeki...

    ReplyDelete
  3. Sama ini anak-anak juga suka begitu, kadang bingung juga mau diapain

    ReplyDelete
  4. Kakak Nawra meski anak tertua kadang ogah juga ngalah melulu sama adiknya, ga mau berbagi

    ReplyDelete
  5. Karena Wahyu belum punya adik, berbagi yang saya ajarkan biasanya tentang berbagi mainan, makanan dan hal2 lain yang terlihat sih 😊

    ReplyDelete
  6. Mmg butuh kesabaran bgd ya mbk. Dan yaaa...kudu setrong juga. Soal bgajarin konsep berbagi, aku baru ngenalin bpcah berbagi sm sepupunya, sm temennya. Tp kdg failed sih apalagi klok sdh berurusn sm yg bocah suka.
    Masih pr bgd ini.
    Makasih sharingnya ya mbk

    ReplyDelete
  7. Pelajaran penting buat saya ini yang baru punya anak satu. Tapi emang gak rencana nambah sih. Satu aja udah pusiiiing wkwk

    ReplyDelete
  8. Waaa..untuk yang ini memang susah e mba.. anakku yang jaraknya udah 5 tahun aja, blm tertib klo harus berbagi. Ya..bnyk adegan rebutannya. Kadang kakak yang nggak mau berbagi..kadang adiknya...

    Ya gitulah..

    ReplyDelete
  9. Aku selalu mengajarkan untuk berbagi sama ank dari kecil, misal bagi makanan atau mainan kakak sama adeknya dulu :D

    ReplyDelete
  10. Penting banget ya Mba... mengajarkan berbagi sejak dini dengan anak :D

    ReplyDelete
  11. setuju Di, ada adik jadi cukup mudah meski prakteknya lumayan deh hehe.. lama2 bisa dan kompak ^^ adik dan kakak yaaa

    ReplyDelete
  12. Aku jg di babang dari adeknya masih orok aku libatkan dlm ngurus adek. Sampe skrg dia mau jagain adeknya, klo aku lg repot. Cumaaa masih susah klo berbagi mainan dan makaban, emak yg pusing pada rebutan

    ReplyDelete
  13. Belum punya anaak hihihi

    But yeah, the term of sharing must be educated to children since the very young age ya Moomss

    ReplyDelete
  14. perjuangan bahagia tentunya kadang pusing ya mba:)

    ReplyDelete
  15. Mengajarkan anak untuk berbagi dari kecil itu penting, biar waktu Dewasa enggak pelit dan egois. Benar itu, contoh simple mengajarkan konsep berbagi pada anak adalah: berbagi makanan dan berbagi mainan.

    ReplyDelete
  16. Penting banget ya Mbak Di mengenalkan konsep berbagi sejak dini. Sesederhana mengajarkan berbagi makanan. Soalnya kadang ego anak2 keluar gamau berbagi miliknya sm oranglain. Tentunya berbagi tanpa memaksakan mereka :)

    ReplyDelete
  17. Punya dua anak yang jaraknya lumayan (4 tahun) pun kadang mereka masih belum paham apa itu berbagi. Apalagi ini jaraknya deketan ya? Terkadang aku pun suka berandai-andai, seandainya jadi orang kaya mungkin anak-anaknya tidak pernah nangis kali ya kalau berebut mainan dengan saudaranya? Karena pastinya mereka punya mainan satu-satu dan tidak perlu berbagi.

    Tapi kemudian sadar, jika tidak belajar berbagi sejak balita maka sampai dewasa mereka tidak akan belajar empati dan bisa jadi egois. Kakak tidak harus selalu mengalah kepada adik dan semua keinginan adik juga tidak boleh dikabulkan hanya karena dia masih kecil.

    ReplyDelete
  18. Nah iya nih..mengenalkan konsep berbagi pada anak memang selalu butuh perjuangan, tak semudah membalik telapak tangan. Terima kasih sudah berbagi pengalaman ini mba..insya Allah berguna bagi kita yang baca..

    ReplyDelete
  19. Salah satu temenku pernah ngebahas di IG story tentang orang-orang yang kasih komentar gak bagus ke anak pertamanya soal konsep berbagi ini. Well, anaknya masih usia 2 atau 3 tahun gitu, dan udah punya adik. Jadi pas ada mainan/makanan dan si sulung belum mau berbagi, orang dewasa udah keburu justifikasi, "weh kok pelit banget sama adik sendiri."

    Temenku ini speak up. "Oh come on! si anak masih kecil!" ya, tentu temenku juga memperkenalkan konsep berbagi, dengan caranya, dan di waktu-waktu yang tepat. Aku sih setuju, semua butuh proses. Anak usia 2 sd 3 tahun masih gak mau berbagi mainan ya jangan juga dibilang pelit yak hahaha.

    ReplyDelete
  20. Betul mba, memang penting konsep berbagi seperti ini. Terlebih kalau dua-duanya "jagoan" biasanya intensitas gelutnya bakal lebih sering kalau engga diajarkan soal berbagi.

    ReplyDelete
  21. Bahas anak lahir dempetan jadi inget temen saya yang namanya Wahyu juga, hehe. Beliau baru aja lahiran anaknya yang kedua. cuma selisih satu tahun.
    Alamak kalo denger ceritanya rempong sekali. Nanti adeknya yg kecil ditimpuk tepung, dicoret-coret, hahaha.

    Tapi mengajarkan hal-hal positif kepada anak sejak dini itu memang penting sih. Karena anak itu memang peniru yang baik. Kalau dari kecil sudah diajarkan konsep berbagi, Insya Allah nanti gedenya jadi dermawan. Amiiin

    Fajarwalker.com

    ReplyDelete
  22. Akupun merasakannya Mbak Diah, saat anak kedua lahir ada aja ya tantangannya membersamai si sulung. Untuk mengenalkan konsep berbagi pada anak, aku mencoba dengan konsep giliran. Misalnya mainannya yang dipegang si kakak pasti mau diminta sama si bayi. Selain itu menanyakan perasaan anak, "ih adek pasti seneng banget kalau dibagi sama kakak"
    Hehe

    ReplyDelete
  23. Super relate sama keseharianku yang punya anak 2. Suasana jadi warna warni rasa nano nano hahaha. Aku jg udah dari sejak sebelum anak kedua lahir selalu sounding ke kakaknya. Setelah lahir mulai pelan-pelan si kakak diajarin sharing kepemilikan barang dengan adeknya, mulai dari yang paling gampang : Kasih lungsuran baju wakakakak

    ReplyDelete
  24. mengenalkan konsep berbagi itu memang baiknya kalau anak sudah pas usianya.. mungkin 3 tahunan ke atas yaa, kalau di bawah itu biasanya masih egois banget dan itu wajar2 aja. mungkin bisa diawali dengan konsep bergantian :D

    ReplyDelete
  25. ini masih pr buat aku, mbak soal berbagi ini. anakku yang pertama ini kalau ada barangnya dipinjam adiknya dia nggak mau ngasih tapi kalau adiknya dibeliin mainan dia malah mau duluan makai mainannya. pusing emak mikirnya. haha. sekarang sih lagi belajar menerapkan beberapa metode komunikasi biar 2 anak ini nggak rebutan mainan melulu

    ReplyDelete
  26. Meskipun di usia batita saya sudah ajarkan konsep berbagi
    Tetapi tidak dipaksa
    Karena usia 17 bulan ego masih tinggi dan itu harus tuntas dulu
    Jadi harus kuat lahir batin orang tuanya mengenalkan tanpa merusak fitrahnya

    ReplyDelete
  27. Uuu uda ganteng mau berbagi lagi. Kakak Faraz T.O.P bangeettt.
    Semogaa anak saya juga bisa berbagi. Berharap bangettt, padahal ngga jarang ketarketir saat liat anak main sama temannya, gegara suka rebutan hiks hiks.
    Salam kenal mbak Diah ^^

    ReplyDelete
  28. Menarik ya bun. Anak juga perlu paham kalau berbagi itu untuk membuat diri sendiri jadi lebih kaya dan berarti manfaat untuk orang lain.

    ReplyDelete
  29. Jadi salah satu triknya adalah dengan melibatkan si kakak dalam pengasuhan ya mbak. Kalau saya sih Insya Allah nggak ngalamin ini soalnya udah sepakat, punya anak 1 aja hehehehe...

    ReplyDelete
  30. Konsep berbagi ini masih jadi PR ku banget mbak... karena anakku usianya 2 tahun ini kan ego kepemilikannya masih tinggi banget. Aku juga masih cari-cari ini sebenarnya sedini mungkin itu umur berapa sih, karena sependek pengetahuanku juga pelajaran tentang rasa kepemilikan juga harus diajarkan pada anak dan itu kaya kadang nggak bisa bersatu sama berbagi. Kira-kira gimana ya mbak biar bisa berdatu gitu... antara konsep kepemilikan dan berbagi ini??

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca :)

Nama yang jelas yaaa, NO ANONYMOUS please!! ^___^
Mohon maaf Link Hidup tidak akan diapprove :)

^^thanks for reading^^