Tips Merawat Orangtua aLa Cahaya Theprinces

Bismillahirrahmanirrahim.....

Sudah lama tidak bahas tentang profil teman Blogger. Rasanya terakhir tahun lalu deh? Hmm, iyah beneran. Artinya saya masih punya utang ini ama teman arisan group 3. Engg ing ternyata bener. Hutangnya sama new busui Mbak Ayaa pemilik blog Cahaya Theprinces.


Hmm, mau bahas apa ya tentangnya? Isi blognya beragam dan keren-keren. Kalau dilihat sih Mbak Ayaa ini banyak membahas tentang parenting. Doi juga suka dengan anak-anak. Jauh sebelum jadi seorang Ibu atau orangtua pun, doi sering membahas tentang hal ini.  Nah, pas banget ini lagi baca blog Mbak Ayaa ada artikel kece tentang tips merawat orangtua. Boleh dong yah, sesekali bahas parenting tapi versi berbeda. Kali ini bukan tentang bagaimana orangtua yang senantiasa merawat anaknya melainkan sebaliknya, wujud bakti anak dalam merawat orangtuanya.

Baca juga: Hidayah Sulistyowati: Berawal dari Hobi Hingga Bisa Berangkat Haji

Ngomongin orangtua, sebagai anak, melihat orangtua kita sehat hingga kita (anak-anaknya) juga punya anak dan bahkan cucu dan cicit adalah suatu harapan tersendiri, begitupula dengan saya. Maka, bagi kita yang masih mempunyai orangtua (kandung maupun mertua), salah satu hal yang selalu kita harapkan dan doakan adalah kesehatan bagi mereka. Bisa melihat mereka sehat dan masih kuat untuk bercanda juga bermain bersama kita adalah hal yang istimewa tentunya.


Pada postingan Mbak Ayaa yang berjudul; Merawat Orang Tua yang Sakit, Wajib Strong Lahir Batin ini, doi menekankan bahwa kunci utama untuk merawat orangtua (apalagi yang sedang sakit) adalah sabar. Yah doong, ini emang wajib sebagaimana ortu kita merawat kita sejak dalam kandungan hingga kini dengan penuh kesabaran dan kasih sayang. Jadi, sudah seharusnya saat giliran kita yang merawat mereka maka kita pun wajib penuh kesabaran juga.

Berikut nih tips dari Mbak Ayaa yang saya kutip dari postingannya.

  1. Ajak ngobrol. Mungkin merasa bosan, orang sakit juga pengen diajak ngobrol. Ceritakan saja apapun sehingga mereka merasa tidak sendirian. Sesekali minta pendapat, meskipun sudah punya keputusan. Maksudnya, libatkan mereka dalam diskusi agar mereka juga merasa dibutuhkan.
  2. Jangan memaksa makan. Selera makan orang sakit itu unik, jadi kalau mereka susah makan, ya jangan marah-marah. keep calm and stay woles *ngomong sama kaca ah*
  3. Diemin dulu saat mood-nya jelek. Mood orang sakit tuh labil banget. Pagi bisa cerah ceria, agak siang dikit aja kalo kesenggol yang gak disenengin, bisa terjadi badai. Eh, mungkin gak cuma orang sakit kok ya? Tapi menurut saya, mood labil juga rentan dirasakan orang sakit.
  4. Tawarkan sesuatu. Kalau saya pergi-pergi, saya hampir selalu pamit, kecuali Bapak-Ibu sedang tidur lho ya. Dan menawarkan "Mau dibawakan apa?". Entah kenapa, kalo ditawari kayak begitu, wajahnya jadi cerah. Meskipun jawabannya "gak usah wuk, ati-ati"
  5. Siklusnya berubah. Saya menggigit baik-baik nasihatnya Mas Joko sih, kalau siklus Bapak Ibu sudah hampir berubah menjadi anak-anak, maksudnya nanya berulang-ulang, atau selalu pengen dimengerti (kayak slogan Ada Band). Pokoknya kadang banyak pertanyaan-pertanyaan retoris yang kalau batin kita gak strong, endingnya bakalan gak mau jawab. Makanya, jawab aja meskipun pertanyaannya sama dan ditanyakan berulang-ulang.
  6. Ah iya, menjaga dan merawat orang tua itu bukan sebuah pilihan, tetapi hal itu adalah kewajiban *note to my self*. "Lho, kamu milih di rumah njagain orangtuamu to? Trus gak nyari kerja lagi?" ada pertanyaan tengil begitu. Alhamdulillah saya bisa disambi. Kuliah jalan, nyari uang jajan jalan, jagain Bapak Ibu juga jalan. Saya yakin, yang kerja jauuuuuuuh, sebenernya juga pengen merawat Bapak-Ibunya dengan tangan sendiri, tapi mereka tidak punya pilihan lain. Dan untuk hal ini, kasuistis ya, kewajiban kita mendoakan dari jauh.
  7. Jaga kesehatan. Kalo 1-6 itu asupan untuk kekuatan batin,ahaha. Nah, yang poin 7 adalah untuk kekuatan lahir. Seperti yang saya bilang tadi, jangan sampai kita menjaga orang sakit malah ikut-ikutan sakit.

Eheem, gimana? Apakah kita sudah melakukan hal-hal di atas? Atau baru berniat ingin melakukannya? Apapun itu bisa ditarik benang merahnya bahwa merawat orangtua adalah kewajiban kita sebagai anak. Wujud bakti kita kepada orang yang telah berjasa bagi kita sepanjang usia.

Orangtua Mbak Ayaa

Owh iyah, tidak cuma itu saja. Mbak Ayaa ini juga pernah bercerita tentang 5 Hal Sederhana yang Membuat Orangtua Bahagia lho. Mau tahu apakah itu?  Mending langsung lihat sendiri aja deh apa saja hal-hal yang dimaksud. Tanpa kita sadari kita memang ada hal-hal yang sederhana yang sering terlewatkan untuk kita lakukan ke orangtua kita yang justru itulah yang sebenarnya mereka harapkan dari kita, anak-anaknya. 

Menelepon, salah satunya. Terkadang kita lalai, lupa untuk sekedar menyapa, menanyakan kabar. Padahal hampir 24 jam sehari kita menggenggam alat komunukasi itu. Apalagi sekarang zaman yang semakin canggih, dengan adanya video call harusnya jarak bukan lagi menjadi sebuah alasan untuk sekedar melepas rindu. Walau tanpa menyentuh langsung kita masih tetap bisa saling melihat keadaan masing-masing. Berbagi cerita sesaat, meringankan kekhawatiran mereka. Ohh, Ibu Ray, makasih sudah mengingatkan yah. Note to myself juga ini lho.

Baca juga: 7 Prinsip Makan Sehat Saat Hamil dan Menyusui aLa Mildaini

Overall, cerita-cerita yang di tuliskan di blog Ibunya Ray ini keren-keren. Orangnya penuh semangat dan rajin berbagi cerita. Penasaran ingin tahu lebih dekat dengannya juga? Yukss, langsung kepoin blog dan sosmednya juga yah. 

Twitter: @cahayatheprince
Facebook: Cahaya Theprinces
Instagram: @cahayatheprinces

Terimakasih telah berbagi cerita ya Mbak Ayaa. Sehat selalu untuk Mbak sekeluarga juga salam untuk orangtuanya.


 

8 comments:

  1. Aku noh butuh info dan support beginian. Punya ortu sepuh dan kadang juga suka mengaduk emosi . Memang butuh kebesaran hati

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga ortunya sehat slalu ya Mbak :)

      Delete
  2. Wah tipsnya cucok jg mama di, secara makin ke depan pasti ortu n mertua akan berusia senja n klo bukan kita yg ngrawat siapa lagi #langsung mellow, semoga selalu disehatkan, pjg umur murah riski untuk blio blio ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin, semoga ortu dan mertua sehat slalu ya Mama Mbul :)

      kita pun nanti akan tua :D

      Delete
  3. Kalau lagi ngerawat orang tua memang harus punya kesabaran yang banyak :) kadang prilakunya yang bikin kita emosi, tapi ya harus ditahan. Bagaimana pun dahulu, orang tua juga ngerawat kita .....

    ReplyDelete
    Replies
    1. stock sabar harus terus dipupuk ya Mbak :)

      Delete
  4. Orangtua makin sepuh makin kayak anak kecil lg ya Mbak Di. Mg bisa menjaga dan merawat orangtua dg baik :*

    ReplyDelete
  5. aku belum sampai ditahap sabar seperti itu diah, tapi suatu hari pasti mengalami juga. Makasih diah tipsnya :)

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa setelah membaca :)

nama yang jelas yaaa, NO ANONYMOUS please!! ^___^

Mohon maaf Link Hidup tidak akan diapprove :)

^^thanks for reading^^