Friday, January 20, 2017

Pengalaman Traveling Bersama Anak dengan Menggunakan Transportasi Laut

Bismillahirrahmanirrahim.....

Hulaaa, mau cerita dikit dulu yah. Senin siang kemarin bad thing happened!  Kecerobohan akut kumat,  akhirnya HP jatuh entah dimana, curiganya sih di taxi saat perjalanan balik ke kantor. Sepertinya saya lupa saat nyimpan si HP ke dalam tas kecil, saat saya sibuk cari duit pas buat bayar ongkos taxinya. Setelah bayar, lupa ngecek lagi apa aja yang masih tertinggal di bangku penumpang itu dan yang ada saya buru-buru langsung main turun aja tanpa a-i-u-e-o lagi.  Barulah sadar klo si HP gak ada itu sekitaran 15 menit kemudian. Saya coba telpon tapi gak diangkat. Sempat sekali ada telpon masuk dari nomerku itu tapi giliran saya telpon balik eh malah gak diangkat. Sekalinya diangkat tapi orangnya malah gak mau ngomong, hiiiksss, KZL! ZBL! 😠

Kebetulan siang itu lagi ada urusan di luar, sekalian aja mampir ke pool taxi yang tadi saya gunakan. Tiba disana, buat laporan ke petugas lalu diminta menunggu sebentar agar si driver datang ke pool, tapi kata si driver gak lihat HP ketinggalan saat itu, hiikks. Ntahlah, semoga aja si drivernya ini jujur. Belum bisa move on ini, huhuhuh. Yasudlah daripada makin KZL and ZBL menjadi-jadi gini mending healing perasaan by update blog dululah yah sambil berdoa jika memang masih rejeki untuk kembali, si HP bisa balik lagi ke saya #ngarepbangetdaah. Atau bisa secepatnya dapat gantinya, huhuhuh. 😭

Traveling perdana Faraz, 7bulan (Juli 2015)

Seperti yang saya bilang pada postingan minggu lalu bahwa mulai Januari ini akan ada beberapa kolaborasi dengan Sahabat-Sahabat Blogger saya. Naah diantaranya ada Sultra Blogger Talk which is dari namanya aja berarti kolaborasi ini dengan Blogger asal Sultra. Siapakah mereka? Yeaaay, dia adalah IrLy dan Kak Irawati Hamid. Untuk saat ini cuma kami bertiga aja, entahlah kedepannya apakah akan ada pertambahan personil atau bagaimana, well see aja yak. Anyway tema pertama ini kami akan membahas tentang "Transportasi Laut".

Jangan lupa baca cerita mereka juga ya:

Bagi kedua sahabat saya, menggunakan transportasi laut adalah hal yang dekat bagi mereka. IrLy waktu bertugas di Raha dulu sering bolak-balik Raha - Kendari agar bisa berjumpa dengan kedua orang tua dan juga saudara-saudaranya, sedangkan Kak Irawati Hamid ini yang paling dekat dengan moda transportasi yang satu ini karena doi tiap weekend harus menggunakan boat agar bisa bertemu Sang Suami dan juga Anak tercinta di Pulau Seberang dari Baubau. Sedangkan saya? Waktu dulu bisa dihitung jari deh saya menggunakan kapal laut, ferry, boat ataupun jenis lain dari transportasi laut karena emang saya gak ada tujuan untuk menyebrang pulau. Saat di project sebelumnya beberapa kali emang field visit menggunakan boat tapi yah begitulah rasanya gak ada yang spesial-spesial amat. Saya hanya naik ke kapal/boat lalu duduk manis hingga sampai pelabuhan tujuan. 

Berbedalah setelah saya menikah, kebetulan dapat Pak Suami yang kampung halamannya di Raha yang mana untuk sampai kesana itu harus menyebrang, jadilah harus pakai boat ataupun ferry. Mulai 2014 itu saya juga ikut merasakan arus mudik saat Lebaran tiba ataupun ikut Beliau mudik ketika ada hajatan di Kampung. Agenda mudik saat Lebaran adalah agenda rutin dan paten, baginya wajib banget untuk berlebaran bersama orang tuanya. Jadi biar lebih adil, kami akan berlebaran Idul Fitri di Raha dan berlebaran Idul Adha di keluarga saya, so far sih jadwalnya seperti itu. 

Sejak menikah sudah beberapa kali saya mudik bersama Pak Suami begitupula dengan hadirnya Faraz di tengah-tengah kami. Pengalaman traveling sendiri, bersama rekan kerja, pasangan bahkan bersama anak punya cerita sendiri-sendiri. Jika pergi sendiri atau bersama rekan kerja dan juga pasangan mungkin kita bisa cuek bebek saja, gak pusing mau di VIP, kelas eksekutif atau bahkan di dek ekonomi sekalipun oke saja yang penting sampai dengan selamat di tempat tujuan. Nah, jika traveling bersama anak, apalagi masih bayi benar-benar deh harus memperhatikan banyak hal. Utamanya kenyamanan anak kita.

Waktu pertama kali mudik dengan membawa Faraz; mudik Lebaran 2015 yang lalu. Saya dari jauh-jauh hari udah wanti-wanti ke Pak Suami agar memesan tempat duduk yang VIP. Walau sebenarnya tiket kapal itu baru bisa dibeli H-1 keberangkatan. Tapi saya udah warning keras gak bakalan mau berangkat klo gak dapat tiket VIP, hihihih. Iyah doong, ini bakalan jadi traveling pertama buat Faraz makanya sebisa mungkin saya ingin menjadikan ini adalah perjalanan yang nyaman baginya. Gak rewel selama perjalanan ataupun malah jadi trauma. Aduuuuh, big no banget deh itu!

Yeaaay, akhirnya H-1 keberangkatan Pak Suami pulang membawa dua tiket VIP untuk kami. OK, lanjut packing dah. Ups, satu lagi sebelum berangkat saya bilang klo selama perjalanan gak boleh kemana-mana, duduk manis aja disamping kami. Iyah, saya bilang gitu karena selama ini doi tuh sering banget beredar di atas kapal dengan alasan cari udara segar, bosan duduk sepanjang jalan - katanya. Tapi karena kali ini travelingnya bersama anak dan untuk pertama kalinya, saya pun request seperti itu. Yaah biar saya gak merasa sendiri dong urus anak sepanjang jalan. FYI perjalanan dengan kapal cepat dari Kendari ke Raha [dan atau sebaliknya] itu sekitar 3 jam. Kebayang dong ya bakalan seperti apa? 😏

Alhamdulillah, sepanjang perjalanan pun Faraz anteng aja. Gak rewel, gak nangis, malah asyik tidur. Mungkin berasa di ayun-ayun kali yah. Padahal emaknya udah was-was bin cemas, apalagi saat itu ombaknya lumayan, uhuuy. Alhamdulillah sampai dengan selamat ke Kampoeng Bapaknya dan pengalaman traveling pertama dengan menggunakan transportasi laut (kapal cepat) kali ini bisa dibilang berjalan sukses. 

Oh ya, bulan kemarin kami sempat mudik lagi karena ada hajatan keluarga. Itu juga mudiknya singkat banget, tapi sempat buat saya dongkol saat perjalanan balik ke Kendari. Gimana nggak klo udah beli tiket kapal cepat eehh malah ketinggalan kapal gegara Pak Suami santai banget saat akan berangkat, jadi deh ketinggalan kapal, fufufuuh. Yang tadinya ingin berangkat dengan kapal cepat malah jadi berangkat malam dengan kapal lain. Saya paling malas sebenarnya naik kapal malam, apalagi klo gak dapat kamar! Duuuh alamat deh bakalan menggerutu sepanjang jalan. Seperti kali itu karena Pak Suami gak bergegas cari kamar, yang ada kami terpaksa harus berbaur dengan penumpang lain di dek ekonomi. Syukur sih saat itu orang yang di jejeran kami gak ada yang merokok, kebetulan dapatnya tempat yang mayoritas penumpang wanita. Tapi sepanjang malam saya gak bisa tidur karena kepanasan apalagi lihat Faraz yang keringatan, jadi deh sibuk kipasin biar doi tidurnya gak gerah, untungnya gak rewel.

Baca juga: Ketika Faraz Cacar dan Trip to Jekardah

Pernah sekali saya naik kapal malam dan gak dapat kamar juga, yang ada saya gak bisa tidur sepanjang jalan. Padahal jarak tempuh itu dua kali lipat jika kita menggunakan kapal cepat. Saya nyaris sesak nafas kala itu gegara penumpang sekitar ngebul asap dimana-mana, hiiks mana saat itu dalam keadaan hamil pula. Makanya saat traveling perdana itu saya bilang gak mau klo gak dapat tiket VIP, karena klo pas musim mudik bakalan banyak penumpang, salah dikit kita bakalan dapat kelas ekonomi dan duuuhh kebanyakan orang mah gak peduli dengan penumpang lain, ngebul asap aja sepanjang waktu walau Ramadhan yang mana orang harusnya berpuasa termasuk tidak merokok! 

Seperti begitulah pengalaman saya selama ini traveling bersama anak dengan menggunakan transportasi laut. Alhamdulillah so far sih Faraz gak rewel di perjalanan. Tapi penting banget deh untuk memperhatikan kondisi anak sebelum kita melakukan perjalanan apalagi dengan menyebrang laut gitu. Klo kondisi anak kurang fit, jika memungkinkan mending ditunda aja dulu perjalanannya daripada di jalan anak jadi rewel dan kita pun tidak menikmati perjalanan, kan? Klo anak sehat, kita pun juga bisa menikmati perjalanan, bisa sekalian mengenalkan anak tentang laut dan sekitarnya. Sekalian emaknya pun juga bisa selfie-selfian loh #eeh 😆

Faraz 2tahun, Desember 2016

Punya pengalaman traveling bersama anak dengan menggunakan transportasi laut juga? Sharing di komen juga yuks dan sampai ketemu di tema Sultra Blogger Talk berikutnya yaaah^^



 

11 comments:

  1. papanya Faraz sama dengan papanya Wahyu say, kalo naik kapal sama-sama, dy gak betah duduk di kursi, sukanya klenong2 entah kemana

    ReplyDelete
  2. Pengeeeeen ajak anak-anak cobain moda transportasi ini hahaha, anakku pertama baru punya pengalaman naik getek pas outbond hahaha. Moda transportasi darat doank yang mereka pernah nyobain. Hehe, seruuuu

    ReplyDelete
  3. Wah, aku belum pernah ajak anakku berlibur menggunakan transportasi laut.

    ReplyDelete
  4. Seru ya liburanya? pasti anak2 suka. :)

    ReplyDelete
  5. Hwaaaaa aku jadi mupeng. Pengen liburan naik transportasi itu juga. Pasti seru

    ReplyDelete
  6. Manteps kolaborasinya Kak.. :) semoga bisa gabung klo nanti udah tau nulis :D

    ReplyDelete
  7. Asyik faraz naik kapal.
    Kapan2 aku pengen banger pulang ke Aceh naik kapal sama anak2 seru pqsti

    ReplyDelete
  8. Anaknya tetap keliatan semangat...udah biasa kali ya mba..

    ReplyDelete
  9. Aku bingung 3 jam di kapal ngapain aj ya klo sama anak..Klo sendiri Masih okeee hahaa...Deg2an jg ya dii. Bayanginnya..

    Males ya klo di tempat umum tapi Masih aj ada yg cuek gitu, merokok

    Moga terganti yg lbih baik yaaa di, tetep hati2^^

    ReplyDelete
  10. Bookh.. intinya selfie di? Haha.. penting itu menghibur diri di atas kapal nah.. secara lamskel duduknya. Tidur 3 jampun ndak mungkin, apalagi sudah ada baby.

    Jadi Faraz, kapan kita traveling bareng, Nak? ^^

    ReplyDelete
  11. faraz gak mabok perjalanan ya diah, pinter ikh. beda sama Iyas rempong kalo diajak jalan jauh mabok terus

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa setelah membaca :)

nama yang jelas yaaa, NO ANONYMOUS please!! ^___^

Mohon maaf Link Hidup tidak akan diapprove :)

^^thanks for reading^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers