Uniknya Si Kakak NomorDua

Bismillahirrahmanirrahim.....

Yeaaay #UciDiahFeel&Share balik lagi setelah hampir setahun vakum karena kami sama-sama lahiran anak ketiga di 2019 kemarin. Iyaaah KETIGA. Hingga urusan lahiran pun kami bisa sekompak itu lho padahal kami belum pernah bersua, hihihih. Sebenarnya tema ini sudah lama kami pikirkan tapi karena kesibukan masing-masing jadilah kepending mulu. Mengambil tema ini karena seringnya cerita tentang Si nomor dua kami yang luar biasa gitu deeeh sejak kelahiran dedek masing-masing.



Oke deh kita langsung cerita tentang Si KakakNomorDua ini ya a.k.a Fawwaz, heheheh. Ada apa sih dengan Fawwaz dengan segala keunikannya itu? Yuks lanjuuut.

👦 Si Kakak Bawel yang Mandiri

Saat ini usianya 2 tahun 4 bulan, meski bicaranya masih belum jelas tapi bawelnya bikin geleng-geleng. Iyah, belum bisa bicara jelas doi, tapi Alhamdulillah sudah syukur banget ini. Sebelumnya cuma bubling gak jelas doang yang akan buat orang auto-bingung dibuatnya.

Sempat worry juga sih sebenarnya, nih anak udah 2 tahun tapi kenapa belum bicara juga ya? Syukurnya sih meski belum bisa bicara tapi dia ngerti perintah, kalau dimintai tolong sesuatu dengan sigap membantu sebisanya *gak mungkin jugalah kita minta doi manjat pohon* 😝 jadilah ini sedikit menepis kegalauan dan Mamak yakin kalau suatu saat dia pasti bakalan bisa bicara juga. Tinggal tunggu waktu saja.

Bukankah perkembangan tiap anak memang berbeda kaaan? 

Alhamdulillah, dua bulan belakangan ini progressnya cukup menggembirakan. Si dia yang dulunya kami sebut Adek, sekarang mendeklarasikan dirinya sebagai kakak. Iyah juga sih, dia kan sekarang kakak juga, heheheh. Yups, jadi kalau ngomong doi tuh suka sebut dirinya kakak.


Si Kakak tuh ramai orangnya. Iyah, ramai dalam arti sebenarnya; berisik 😂 Paling senang teriak-teriak, menjerit dan sejenisnyalah. Sejak kosa katanya nambah, dia itu seakan tiada hentinya tuk ngomong. Belum lagi hobbi menjeritnya, kita ngilang dikit saja dari pandangannya pasti langsung teriak manggil. Minta susu lah padahal baru minum susu sejam yang lalu, ganti popok, cake *yes, he said cake for kue or snack*, atau ngajak tidur.

Mana gitu sekarang dia lagi sering panggil penjual-penjual yang lewat padahal kita gak ada yang mau beli. Kalau pagi tu ya dia paling senang godain Penjual sayur lewat, dia teriak "sayuuull" atau "mbaaaaa", belum lagi kalau penjual ikan yang lewat dia pun juga sibuk teriak "ikaaaaann", ampuuunn deh. Untung teriaknya dalam rumah dan tidak sampai si penjual berhenti, hihihih.

Beda lagi saat sore itu paling berisik kalau penjual siomay atau bakso lewat, mulai deh dia teriak lagi "bacoooo", mana si penjual sering mangkal samping rumah pula sambil bunyiin mangkoknya, ckkckckkckk. Eits gak cuma itu, ada langganan galon yang sering ngantar ke rumah, tiap si Om Galon lewat depan rumah dia teriak juga "Om Galoooon, habiiiss" hahahahh, syukurnya Si Om itu udah ngerti Fawwaz dan gak bakalan berhenti juga kalau mamak gak pesan via SMS sebelumnya, hihihhih. Ada-ada aja nih si Bocah. 😆

Baca juga: Fawwaz 1st Birthday

Meskipun bawel gini dia itu mandiri lho anaknya. Lebih teratur juga dia dengan kebiasaan-kebiasaannya. Paling pagi bangun diantara yang lain. Selalunya tuh langsung minta digantiin popok karena udah berat dan tidak jarang pup duluan jadilah sekalian langsung mandi. Dia paling senang kalau lepas pakaiannya sendiri dan dengan bangganya masukkan pakaian kotornya ke keranjang cucian, lalu masuk kamar mandi deh main air, hahahah.


👦 Doyan Emut Jempol dan Tarik Rambut

Pertama emut jempol itu saat usianya 3 bulanan. Saat jelang tidur, dia pasti emut jempolnya. Waktu itu sih saya santai saja, pikirnya ini adalah masanya eksplore jempol, fase oral. Eeh ternyata berlanjut. Sejak saat itu, jarinya dijaga biar selalu bersih. Saat mulai MPASI, merangkak lalu belajar jalan sebisa mungkin jarinya itu harus selalu dicuci bersih. Tapi kok kebiasaannya ini malah keterusan sampai sekarang ya? 🤔

Sudah segala macam cara kami lakukan untuk mengalihkan perhatiannya biar tidak isap jempol apalagi jika mau tidur, eeh tapi belum berhasil. Pernah dioleskan brotowali yang terkenal pahit itu, eeeh gak ngefek doong.

Malah yang lebih ekstrim saya pernah oles cabe juga dijempolnya, pas si jempol diisap, pedislah pastinya. Dia cuma meringis dan minta minum. Saat itu sih doi berhenti isap jempol, but you know what? Besoknya si jempol bertengger manis lagi doong di mulut. Sedihnya tuh ya, jempolnya udah kapalan gegara luka tapi tetap diemut terus, hiks.


Ada yang punya pengalaman yang samakah? Gimana cara menghentikan kebiasaan ini ya? Kalau ada yang punya pengalaman dan tipsnya, mau bangeet doong dishare ke saya juga. 🤗

Selain suka isap jempol, Fawwaz itu punya kebiasaan lain sebelum tidur; tarik rambut orang. Hmm, saya gak ingat juga kapan kebiasaan ini dimulai. Tiap kali mau tidur pasti cari rambut dan diplintir-plintirnya, dan tidak jarang jadinya dijambak ama dia, hikks. Rambutku yang memang bermasalah dengan kerontokan ini makin jadi deh rontoknya.

Kalau kebiasaan yang satu ini sih para Neneknya yang lolosin. Tante-tanteku kan sering ama dia, naah beliau-beliau inilah yang oke-oke aja bahkan dengan legowo sodorin rambut mereka kalau ngajak Fawwaz bobok. Jadilah kebiasaan kayak gini, hikss, mamanya sekarang yang nelangsa karena ini.

Baca juga: Hal Berkesan di 2017

👦 Si Gondrong; Banyak yang Sebut Cantik 

Fawwaz ini sejak lahir baru dua kali cukur rambut. Pertama dibotakin itu selepas aqiqahannya, umurnya 5 bulanan lah waktu itu. Kali kedua cukur, di umur 1 tahun lebih dan itu tidak sampai botak sih. Sekarang rambutnya udah makin gondrong, tiap diajak cukur pasti nolak dan teriak NOOOOO! Berapa kali sih sudah dirapikan, tapi sekenanya aja, yang penting rambut depan gak menutupi mata aja.


Dua minggu lalu anterin Dedek cukur, kami bujuk doi lagi tuk cukur juga tapi lagi-lagi ditolaknya, NOOOOO! Yasudahlah, gpp deh belum sekolah juga jadi belum terikat aturan kaaan. Eeetapiii, gegara gondrongnya ini banyak yang sangka si KakakNomorDua ini anak cewek lho, apalagi kalau baru ketemu, pasti deh dibilang cewek, cantiik. Gubraakk daahh. Bahkan tadi pagi saat VC ama teman kantor, dan Fawwaz muncul juga, si Teman nanya, yang tadi itu siapa yang rambut panjang? Saya bilang Fawwaz, dan ngakaklah dia karena dikiranya anak cewek. 😂

👦 Si Jelous Ngambekan Namun Penuh Kasih Sayang

Selain yang udah saya sebutkan di atas, Si Kakak ini tuh orangnya jelous-an, ya wajarlah ya di umurnya yang masih batita udah jadi kakak juga padahal masih pengen dimanja dan diperhatikan lebih. Jadilah dia penuh tingkah dan kadang ngambekan. Upss, tapi jangan salah ya, meskipun dia orangnya manja dan suka ngambek tapi doi tuh penuh kasih sayang lho.


Pernah kejadian si Kakak yang tantrum abis sepanjang jalan, dibujuk diam gak mau dan terus-terusan nangis. Jadilah kita sedikit mengancam mau menurunkannya saja di tepi jalan. Hooo, ada pahlawannya doong yang langsung teriak NOOOOOO! Dia marah dan tidak terima Kakaknya mau diturunin di tepi jalan. Padahal mah kalau di rumah kayak Tom and Jerry yang jarang akur.

Baca juga: Talking Mama: Kakak VS Adik Duo FZ

Tidak hanya sayang kakak aja, dia juga selalu yang paling depan mau jadi tim hore kalau Dedek disuapin makan. Duuh, Kakak Fawwaz, senangnyaaaa. Moga terus sayang saudara ya Nak, saling sayang, saling jaga, Aamiin.

Gak kerasa ya udah panjang segini aja nih ceritanya. Ngomongin tentang anak-anak itu emang gak ada habisnya ya, heheheh. Dan pastinya setiap anak itu punya keunikannya sendiri. Gak perlu membandingkan, bersaudara saja tidak ada yang sama koq. Begitu pula anak yang dibesarkan bersama pun juga punya keunikannya sendiri, yeeekaaan?

Sip deh. Cukup disini dulu ya postingan kali ini, nanti kapan-kapan dilanjut lagi cerita tentang Si NomorDua ini. Ohyaaa, jangan lupa baca cerita Maming Uci juga ya tentang Anak Kedua yang Luar Biasa 😍


 

5 Cara yang Saya Terapkan dalam Mempertahankan Semangat Ngeblog

Bismillahirrahmanirrahim..... 

Tak terasa, akhir Januari besok blog ini akan memasuki tahun ke-14 nya, woow jika diibaratkan dengan manusia sudah masuk SMP yah, heheheh. Tapi bagi saya blog ini  sudah seperti rumah, tempat saya untuk kembali. Blog ini telah menampung banyak cerita saya selama ini.


Meski saya beberapa kali membuat blog lain tapi kembali lagi cuma di blog ini yang jadi tempat utama saya berbagi cerita. Dari yang awalnya buat blog ini hanya sebagai tempat bercerita, berbagi pengalaman dan perasaan yang saya rasa hingga sekarang saya pun ikut menikmati mendapatkan rejeki melalui tulisan di blog ini dengan adanya sponsored post. Iyah, iyaaa, saya sadar kok kalau belakangan blog ini malah lebih banyak postingan sponsornya daripada organik, upsss. 😅

Selain Untuk Bayi, Telon Doodle Juga Cocok Untuk Orang Dewasa Lho!

Kalau ada yang nanya, hal apa sih yang bisa menggambarkan bayi banget? 

🙋 Minyak telon

Yes! Ada yang setuju juga kah? 

Memang ya tidak bisa dipungkiri lagi, bahwa minyak telon selalu diidentikan dengan seorang bayi. Mengapa? Karena minyak telon tersebut merupakan salah satu benda yang wajib dimiliki oleh para ibu pasca melahirkan. Pada umumnya, minyak telon ini sering digunakan pada pagi dan sore hari untuk menghangatkan tubuh ketika si kecil selesai dimandikan. Tak hanya menghangatkan tubuh, minyak telon ini juga dapat menjaga kesegaran tubuh bayi sepanjang hari. Makanya wangi bayi itu khas banget. 


Selain untuk bayi, ternyata minyak telon juga bisa digunakan untuk orang dewasa lho. Ya, seperti telon Doodle, yang merupakan minyak telon plus paling laris. Nah, untuk mengetahui tentang alasan kenapa Doodle pas banget digunakan oleh kita yang sudah dewasa, mari kita simak saja langsung ulasan berikut ya. 😊

Postingan Permulaan di 2020

Bismillahirrahmanirrahim.....

Halo 2020! Weleeehh udah hampir pertengahan Januari tapi saya baru say halo ke blog ini, huhuhuh. Hmm, sebenarnya sih sebelum 2019 kemarin berakhir mau buat postingan semacam wrap up gitu biar kekinian juga sih. Lalu mau buat resolusi 2020 juga biar kekinian juga lebih semangat lagi menghadapi tahun 2020 ini. Tapi ya gitu deh, semua cuma rencana saja karena mager yang akut *upss* 🤐


Okelah, karena kemarin sudah di warning di group kesayangan kalau minggu ini gak ada setoran tulisan, bakalan dikick dari group, maka saya harus bangkit dari ke-mager-an ini. Hikss, sayang kalau sampai keluar dari sana, bisa jadi blog ini bakalan makin berdebu karena tak ada motivasi lagi *tsaah*. Iyaah, seperti mottonya: menulislah walau 1 minggu 1 cerita.

Followers

Member of

Emak2Blogger #1minggu1cerita BloggerPerempuan Estrilook Community Indonesia Hijab Blogger Mom Blogger Community