Tuesday, June 20, 2017

Tentang Te-Ha-eR

Bismillahirrahmanirrahim.....

Haii, haiii. Apa kabar THR? Sudah cairkah? Yang belum cair harap bersabar yah, yang udah cair bijak mengalokasikannya yah, heheheh. Klo yang swasta sih katanya udah pada cair yah sedangkan yang negeri beritanya tanggal 20 ini maksimal pencairannya. Artinya? Pusat perbelanjaan bakalan lebih rame dibanding shaf Shalat Tarawih di Mesjid #eh

Ohyaa, setelah bulan kemarin Sultra Blogger Talk absen karena kesibukan masing-masing membernya, kali ini kami datang lagi dengan kabar baik bahwa membernya nambah satu looh, dadaah cantik ke new comer. Siapa dia? Sebutlah dia Raya, sebenarnya doi bukan orang baru di dunia blogsphare ini, udah lama beredar juga apalagi dulu waktu masih ada Multiply aka MP. Oke, tak perlu berlama-lama lagi. Kali ini kami akan membahas tentang THR yang sedang naik daun jadi pembicaraan dimana-mana.


Silah mampir baca cerita mereka juga yah 😊

Judul postingan saya ini asli random banget yah. Bingung sih mau ngasih judul apa, lagi kurang kreatif *eehh emang biasanya kreatif?* Anggap sajalah demikian. Nyenangin Bumil di Bulan Ramadhan ini didoakan dapat tambahan pahala loh, Aamiin. 

Anyway, back to topic aja yah. Te-Ha-eR, Tunjangan Hari Raya (THR) biasanya adalah salah satu yang dinanti di bulan Ramadhan apalagi jika mendekati hari raya. Bahkan konon hampir berbanding lurus dengan dinantinya kedatangan malam seribu bulan atau disebut dengan malam Lailatul Qodr. 

Kenapa THR jadi primadona? Yah, apalagi klo bukan karena jumlahnya yang bisa mendukung terwujudnya baju Lebaran impian dan juga pernak pernik kebutuhan lainnya. Gak hanya itu saja sih sebenarnya, dengan adanya THR yang diperoleh bisa pula menambah investasi yang kita punya, bagi yang bisa menahan diri dan lebih mementingkan kepentingan kedepan daripada keinginan sesaat. Itu menurut saya sih, heheheh. Atau bisa juga melunasi apa yang harusnya dilunasi, biar hutangnya gak numpuk.


Sejak bekerja, Alhamdulilah bisa merasakan nikmatnya punya penghasilan sendiri pun begitu pula dengan si THR itu. Eehh gak deng, tahun pertama kerja di tempat yang pertama belum ada THR khusuAsnya gitu secara eyke masih dibayar harian berdasarkan isian absen kerja mana dikontraknya juga gak ada poin yang menuliskan seperti itu. Jadi gaji itu anggap saja THR, xixixix. Di project setelahnya itulah baru mendapatkan si THR. 

Bisa mengatur pengalokasian THR itu jadi kepuasan tersendiri deh pokoknya. Waktu pertama kali dapat bonus THR itu langsunglah mikir ini harus dibelikan sesuatu yang bisa terlihat wujudnya biar gak nyesek klo tiba-tiba jumlahnya udah Rp 0 aja gak bersisa, hihihih. Dan yes, Alhamdulillah kesampean juga punya sesuatu yang sampe hari ini masih bisa dilihat, dipegang dan digunakan. Apa itu? Ada deehh. Tahun selanjutnya pun demikian pokoknya sebisa mungkin dijadikan investasi biar lehih bermanfaat.

THR: Baju Lebaran atau Investasi?

Kalau saya sih lebih milih investasi. Biar bisa kelihatan manfaatnya di masa yang akan datang. Kita gak pernah tahu kan, bagaimana nantinya keadaan keuangan kita? Stabil apa tidaknya. Harapannya sih bisa terus stabil dan terkendali, Aamiin. Tapi kita kan sejatinya cuma bisa berencana, Tuhan jugalah yang berkehendak sesuai perhitunganNYA.

Lah, klo si THR tadi dibelikan barang yang bernilai investasi, sebutlah saja perhiasan emas atau koin emas kan kelak bisa digadai atau dijual kembali. Klo baju gimana? Apa bisa dijual dan nilainya bisa sesuai harapan? Oh, ini masih sulit untuk diukurnya, ya kan yak? 😁

Investasinya gak hanya bisa berupa emas aja sih, bisa juga dalam bentuk deposito (klo nilainya emang gede yah) atau klo mau sekarang ada tabungan emas *heheh, tetap aja yah judulnya emas*, kita buka tabungan emas tersebut dan nanti besok-besok bisa ditambah lagi saldonya yang kemudian saldo tersebut nantinya bisa dikonversi kedalam bentuk emas. Emang sih investasi yang paling gampang itu yah dalam bentuk emas, sekali lagi itu menurut saya yah. 

Yasud, dicukupkan segini dulu yah postingan kali ini. Nah, udah dibelanjain apa aja nih THR Temans sekalian? Jangan lupa ditabung juga yaahh 😆

Semoga bermanfaat^^ 




 

7 comments:

  1. Setujuuhh alokasi terbesar di investasi, tapi klo di aku ga dibelikan dalam bentuk barang si mb di, cuma taktabung 70%, mayan buat bekapan biaya lairan yang mencekek leher huhu, klo ga buat jaga2 tabungan aja biar tenang

    ReplyDelete
  2. ih selain judul, isinya juga mirip dengan punyaku say, hihihi :D

    ReplyDelete
  3. THR oh THR
    Cicco tawwa, mmg bagusnya THR untuk investasi. Sayangnya THRku nda bisapi investasi kavling rumah d citraland,hahahaha :D

    ReplyDelete
  4. kalo ada THR lebih, memang lebih manfaat diinvestasikan ya....

    ReplyDelete
  5. kalau ada THR lebih sich bisa di investasikan, kalau saya THR nya malah Zonk ...... gimana mau investasi

    ReplyDelete
  6. THR aku biasanya di pecah2 lagi juga buat semua2. Diii...
    Yg pasti buat ibu dan mama hihii

    ReplyDelete
  7. Akoh belum punya tabungan emas dooong.. Hihi

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa setelah membaca :)

nama yang jelas yaaa, NO ANONYMOUS please!! ^___^

Mohon maaf Link Hidup tidak akan diapprove :)

^^thanks for reading^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers