Explore the blog
Wednesday, October 12, 2016

Jangan Pernah Sepelekan Hutang!

Bismillahirrahmanirrahim.....

Kemarin lihat ada seorang Sahabat yang posting meme di FB tentang hutang. Huaaa, langsung keingat klo saya masih ada beberapa posting hutang yang belum beres. Bukan maksud tidak ingin melunasinya (baca = menyelesaikan draft yang ada) tetapi kerjaan juga wajib segera diselesaikan dan belum lagi jika pulang ke rumah Si Bocah udah gak bolehin mamanya pegang gadget lagi sejak doi mulai kenal nonton via gadget, hohohoh. 


Anyway ngomongin tentang hutang. Hmm, semacam topik yg lumayan berat, tapi mau tidak mau mari kita bahas aja yuk. Inilah hutang menurut versi saya.

Jujur, bagi saya berhutang atau punya hutang itu sangat berat. Takut, was-was, cemas campur aduk segala macam deh. Klo ditanya pilih berhutang atau jadi pemberi hutang (piutang) mendingan mana? Klo boleh milih, sejujurnya saya gak mau keduanya. Saya gak enakan klo berhutang, takut, malu dan lain sebagainya.

Lalu, jika piutang? Aduuuuuh, sebenarnya ini lebih berat lagi sih karena saya sebenarnya gak tahu cara menagih, malu juga klo mau nagih walau sebenarnya udah butuh. Jadi jika saya di posisi pemberi hutang (piutang) saya akan ngomongnya menyerempet ajah dengan penuh harapan orang itu ngerti maksud dari 'kode' saya. Yah syukur sih klo orangnya bisa mengerti dan sadar, aduuhh tapi klo nemu orang yang buta hati mati rasa juga mah jangan harap deh. Saya pernah tuh sekali ngalamin seperti itu. Dari yang nagih secara halus sampe terang-terangan, tapi hasilnya mah sami mawon, eyke gagal cyiiin. Padahal jumlahnya gak banyak sih,  tapi waktu itu saya emang lagi butuh banget. Sampe saya nagihnya udah macam ngemis ajah, tetap juga hasilnya nihil. Hiiikss :(

Baca juga: Full Day School? Yes, We Can!

Janji pun Juga Hutang!

Bukan hanya materi, tapi tanpa kita sadari bahwa janji pun itu adalah hutang. Jadi, janganlah berjanji jika kita tidak dapat menepatinya. Terlebih lagi berjanji sesuatu ke anak kecil. Owh, big NO ya! Karena sekali berjanji mereka akan terus mengingat kemudian menagihnya. Jika kita tidak bisa menepati janji kita itu, mereka pun akan kecewa dan kepercayaannya ke kita pun akan hilang. Jadi sebisa mungkin hindarilah berjanji pada anak kita ya, Mak :)

Hutang itu Harus Dibayar! 

Coba ambil waktu sejenak, berdiam dan berfikir sambil mengingat apakah kita pernah berjanji ke seseorang? Apakah kita mempunyai hutang? Jika jawabannya "tidak" beruntunglah, bersyukurlah karena kita tidak perlu melunasinya. Tapi jika jawabannya adalah sebaliknya,  oh wahai yang berhutang segeralah membayar segala hutang yang kita miliki jangan sampai kita tidak punya waktu lagi untuk melunasinya #OupsNotedToMySelfJugaIni.

Karena hutang itu adalah kewajiban yang harus dibayarkan, maka segerakanlah. Jangan Pernah Sepelekan Hutang! Tulisan ini sekaligus menanggapi postingan Mak Haeriyah Syamsuddin pada web KEB yang berjudul Bayarlah Utangmu Sebelum Ditagih.

Bagaimana dengan Mak dan Pak sekalian? Share juga yuks ;)



 

Whould you like to comment?

  1. berutang maupun memberi utang itu ngeri-ngeri sedap. sebisa mungkin dihindarilah itu utang. tapi sayang saya masih sering berutang, hiks :(

    ReplyDelete
  2. Aku punya hutang ga ya. Kayaknya hutang review buku. Hiks.

    ReplyDelete
  3. Iya, hutang itu masalah yg sensi. Bahkan bisa menghancurkan sebuah persahabatan

    ReplyDelete
  4. betul mak...aku n suami juga kompakan enggakk suka hutang ..kecuali kpr he3...yg lain2 sukanya cash. kalau belum punya uang mending ditunda dulu drpada ngutang

    ReplyDelete
  5. Ngutang maupun ngga ngutangin sama-sama nggak enaknya yaaa, Mbak... Jadi ingat ada buku udah kupinjam berapa tahun, baru kubalikin ke orangnya minggu lalu, wkwkwk. Pinjem buku utang juga kaaan

    ReplyDelete
  6. Iyanih setuju sama Una, utang dan berutang sama2 ngga enak, kalo ngga berkutang mah dingin :)) lagi mau ngelonin bocah nih diiii.. Lupa blm mampir ksiniiii

    ReplyDelete
  7. Paling sebel kalau nagih2, mendadak ngrasa ngemis2 pdhl minta duit sendiri hiks

    ReplyDelete
  8. Susah juga menghindari menghutangi... Kalau jumlahnya sedikit, doi gak bayar-bayar, ya udah. Pilihannya diikhlashkan saja. Kalau gede? Lha ini yang repot.

    ReplyDelete
  9. Lalu yang mau ngutang prolognya begini :
    "Kamu kan, masih single. Belum punya tanggungan... "
    Hellloooo... ini nyindir apa bagaimana yaaah???
    Hehehehe..
    Salam kenal Teteh...

    ReplyDelete
  10. iya, memang jengkel kalau ada yang berhutang, dan ketika ditagih, orangnya malah galak. atau ketika ditagih, yg bersangkutan malah banyak alasan
    hingga saya menyimpulkan, "ketika kita meminjamkan uang pada seseorang, berarti kita juga tlah merelakan jika seandainya uang itu tak kembali lagi pada kita." heheh.
    salam kenal ya mbak.

    ReplyDelete
  11. Semoga kita dijauhkan dari utang ya mak, berat bo' kalo meninggal gak terbayar

    ReplyDelete
  12. Menghindari sekali yang namanya utang..
    Eh.. Ndak ada ji utangku to?

    ReplyDelete
  13. berutang? huah, jangan sampai deh. Jangan sampai gak bayar, maksudnya. hihihi

    ReplyDelete
  14. Sayangnya, masih banyak yg bersikap sebaliknya : semangat hutang tapi malas2an membayarnya. Hiks..

    ReplyDelete
  15. Betul mbak, punya hutang itu rasanya serba nggak nyaman. Kepikiran terus. Bahkan sekedar ngelihat status WA orang yang memberi hutang aja jadi ga berani, tar ketauan, terus ditagih. Padahal ya belum tentu gitu.

    Pada akhirnya, memang hutang harus dilunasi, materi maupun non materi.

    ReplyDelete
  16. Aku beberapa kali ada teman yang berutang dan aku nggak berani nagih. Makanya kadang kalau minjamin uang ke orang dalam jumlah yang kalau sekira dia nggak bayar aku nggak kepikiran terus.

    ReplyDelete
  17. Kalo aku pengalamannya yang diberikan utang lebih galak.. marah kalo kita cari2, jadi ga enak gitu kita bawaannya bat nagih, tapi ga di tagih ya kitanya yang rugi

    ReplyDelete
  18. tahun ini untuk pertama kalinya saya membuat keputusan pinjam uang dalam jumlah besar untuk suatu kebutuhan. Karena tidak ingin terpaku pada perseorangan yang belum ada juga modalnya dan nggak ke bank juga karena bunganya gede, untungnya kami menemukan lembaga keuangan yang memberikan kesempatan untk berhutang dan diwajibkan membayar hutang secara rutin. Jadi saya malah merasa lega, karena ini berarti kami belajar komitmen pada keuangan.

    Memang agak ribet urusan hutang ini ya mbak diah, kita juga sungkan nagih, jadi malah pake jurus ala cewek lagi, kode-kode, wkwk, yg jelas jarang dipahami sih.

    ReplyDelete
  19. Benar sekali.
    Aku jadi ingat punya hutang tulisan. Dan jadi semangat membayarnya niih...
    Haturnuhun tulisannya, kak Diah.

    ReplyDelete
  20. Utang, adalah hal yang paling aku hindari banget. Pengennya nggak punya utang. Dulu sempat punya kartu kredit, which is, itu kan utang juga, ya. Dan akhirnya setelah lepas dari kartu kredit, keinginan utang juga berkurang

    ReplyDelete
  21. Mba masalah hutang piutang di Indonesia buatku terkadang jadi kaya dagelan loh. Apalagi masalah piutang, lah kok lebih galakan yang ditagih daripada yang nagih. Soal hutang, kita gak boleh sepelekan apalagi sampai lalai ya mba, krn kan kita gak tau loh kapan orang yang memberikan piutang ke kita itu apakah memanng lagi butuh uang atau tidak.

    ReplyDelete
  22. Emang ya namanya hutang piutang tuh bikin gak enak hati. Tapi kita juga ga tau sih sekepepet apa sampe akhirnya berhutang..semoga aja kita terhindar dari 2 hal tersebut..atau kalopun terpaksa berhutang bisa segera diselesaikan.

    ReplyDelete
  23. Waduh, jadi tertohok baca tulisan ini sembari lihat hutan-hutang saya mulai dari draft sampai janji mau olahraga. Hahaha terima kasih sudah mengingatkan saya lewat artikel ini mba.

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca :)

Nama yang jelas yaaa, NO ANONYMOUS please!! ^___^
Mohon maaf Link Hidup tidak akan diapprove :)

^^thanks for reading^^