Sunday, June 26, 2016

Ketika Faraz Cacar dan Trip to Jekardah

Bismillahirrahmanirrahim..... 

Puasa udah masuk hari ke-21 yah Temans, Alhamdulillah. Masih semangat kan yah? Harus doong yah! Gak boleh malas-malasan yah, apalagi klo THR nya udah cair #eh :D

Anyway mau cerita tentang perjalanan Faraz ke Jekradah dua minggu yang lalu. Late post sih ini tapi gak apa yah. Maklum emaknya sok sibuk pake banget. Tapi mending telat postingnya daripada gak sama sekali, kan sayang klo gak diceritain secara ini perjalanan pertama Faraz ke Ibu Kota Negara ini. Biarin deh dibilang norak :p

Jadi ceritanya 7 - 11 Juni 2016 kemarin saya berada di Jakarta dalam rangka training di Kantor Pusat sana. Pemberitahuannya ini sudah ada sejak dua minggu sebelum keberangkatan. Pas dapat email cintah itu langsung deh telpon Pak Suami kabarin tentang hal ini, kata doi "yaudah berangkat aja bareng Faraz dan Tante" jadilah sepulang kantor hari itu ke Tante untuk ngobrolin ini. Sebelumnya sih udah pernah ngobrol, klo nanti saya ada training ke kantor pusat tolong temani yah secara saya gak bakalan tenang perginya klo berangkat tanpa Faraz. Tante sih iyah-iyah saja, Alhamdulillah :)


Tante udah setuju, sip dah. Sisa nyari tiket untuk mereka deh. Secara kan tiket saya diurusin kantor, jadi nunggu kiriman tiket dari sono dulu sebelum issued tiket untuk mereka. Empat hari sebelum berangkat, urusan tiket pun sudah beres. Siap packing dan berangkat dooong. Seminggu sebelumnya, Faraz juga udah di sounding nanti bakalan naik pesawat, bla bla bla. Dia sih anteng-anteng aja, masih belum ngerti juga kali yah, heheheh. 

Ealaaah tapi oh tapiii.. Jumat 3 Juni 2016 siang hari tidak seperti biasanya si Ibuk yang di daycare nelp. Waduuh, ada yang gak beres pasti ini. Gak biasanya si Ibuk ini nelpon gini, paling juga SMS aja klo mau nanya atau info sesuatu. Ternyata si Ibuk ngabarin klo katanya Faraz demam tinggi. Badannya panas dan loyo banget, gak seceria biasanya. Tapi si Ibuk nambahin lagi klo dia udah ngasih penurun panas dan sekarang udah mulai turun panasnya. Saya emang sengaja simpan Sanmol di tas Faraz, buat jaga-jaga aja dan ternyata emang kepake saat itu. Dengar kabar dari si Ibuk, jadi gak sabaran di kantor. Pengen cepat-cepat kabur pulang. Menunggu dua jam itu rasanya seperti dua abad *halah pasti pada bilang lebay dah*. Tapi saya yakin, semua Mama pun juga bakalan merasakan hal yang sama, ya kan ya kaaaan? Pasti iyah deh :(
Pas pulang ketemu Faraz, badannya emang masih hangat. Seminggu sebelumnya emang sempat batuk sih. Nah malam harinya koq ya badannya makin panas, sepanjang malam itu suhu tubuhnya tinggi banget. Gak sempat ngukur lagi deh berapa suhu tubuhnya, yang ada saya dekap aja terus sambil kasih nen. Beberapa kali sempat terbangun dan nangis minta digendong. Esok pagi, panasnya udah mulai turun. Tapi bentol merah seperti jerawat pada bermunculan di kakinya, tangan juga ada. Bapaknya yang pertama lihat dan negur "ini kenapa yah kakinnya, di tangannya juga." Saya yang lagi cuci piring cuma balas "mungkin digigit nyamuk, Pa." Tapi Pak Suami balas lagi "ah masa sih digigit nyamuk segini banyaknya? Jangan-jangan cacar, ini berair"  karena penasaran saya pun menghampiri mereka dan lihat "eh iyaah yah". Langsung deh ingat dan bilang "Pa, jangan-jangan Faraz ketularan teman-temannya yang cacar. Dua minggu lalu si Bayi yang di penitipan itu bentol-bentol parah, kayaknya itu cacar air deh. Setelah itu anak tetangga juga." 

Arrrghh... Saya nyesal deh udah tahu gitu masih juga bawa Faraz ke daycarenya. Tapi klo gak dibawa juga gak mungkin dibawa ke kantor dengan situasi seperti sekarang. Dititip ke Para Tante juga dilema, secara mereka juga sibuk dengan urusan masing-masing. Hiiks, hiiikss. Tanpa fikir lama lagi langsung minta ke Pak Suami untuk beli ralle, obat tradisional yang dipercaya dan berkhasiat untuk sakit cacar. Pak Suami pun bergegas pergi sebelum permaisuri ngamuk mencari pesanan saya itu. Alhamdulillah gak susah mencari ralle itu.

Pada umumnya di pasar tradisional Sulawesi, pedagang Bugislah yang biasanya menjual ini. Sejam kemudian Pak Suami pun datang membawa ralle dan juga air kelapa. Menurut orang tua klo anak cacar sebaiknya diminumkan air kelapa biar cacarnya keluar. Rallenya diseduh dengan air kelapa atau boleh juga dengan air hangat. Tapi saat itu Faraz gak mau minum si air kelapanya, mintanya malah teh. Yasudah, ralle pun boleh koq diseduh dengan teh. Asal dirimu mau minum yah Nak, jadi deh itu ralle saya seduh bersama teh. Alhamdulillah diminumnya. Tiap kali minta minum, seduhan teh bersama ralle itulah yang saya beri. Then bentolnya itu semakin banyak, ini pertanda klo minuman itu telah bekerja. Kata orang tua (lagi) klo cacarnya keluar tandanya bagus, sakitnya keluar gak tersimpan di dalam. Karena jika tersimpan di dalam itu jadi bahaya.

Sabtu malam itu badannya mulai panas lagi. Kemudian rewel lagi, minta digendong. Pasti perasaannya gak enak gegara si cacar itu. Hikss, yang sabar yah Nak. Saya bujuk untuk nen tapi dia nolak, hiks sediih baru kali ini Faraz nolak nen. Saya terus membujuknya, menggendong untuk menenangkannya hingga tertidur. 

Minggu pagi bentol-bentolnya semakin banyak. Kelihatan lemas, diajak main pun tidak mau. Cuma malas-malasan saja di tempat tidur. Saya bujuk buat makan dan kembali minum teh campur rallenya lagi. Alhamdulillah dia mau. Tapi lagi-lagi tidak mau nen, hiiks. Ada apa Nak? Saya telp Tante cerita, trus katanya jangan-jangan ada cacar juga dalam tenggorokannya makanya nolak nen. Saya bujuk untuk lihat tapi dia nolak, nangis gak mau disentuh, yasudah yang penting masih mau minum teh obat itu dan makan walau wafer aja yang mau dimasukkan ke mulutnya. Sementara PD saya semakin bengkak, hiks. Saya mulai stress karena Faraz gak mau nen ini, huhuhuh. Berkali-kali saya bujuk tapi saya tetap ditolak, dia nangis dan saya mengalah.

Faraz rewel pengen digendong mulu
Malam hari sebelum tidur saya bujuk lagi untuk nen, dan lagi-lagi ditolak dooong! Karena semakin penasaran, saya sedikit memaksa untuk membuka mulutnya. Astagfirullah, terlihat ada beberapa titik semacam jerawat mampir di rongga mulutnya. Ohh jelas sudah penyebab Faraz menolak untuk nen. Pasti dia rasa gak nyaman nen karena benjolan-benjolan itu, hiiikss sedihnya :( 

Baca juga: Pentingnya Pumping Bagi Ibu Menyusui 

Akhirnya kembali saya mengalah tidak memaksa untuk memberinya nen lagi malam itu. Biarkan saja dia tidur tanp nen. Setelah sahur saya pumping ASI untuk Faraz, berharap klo ntar diberikan dengan sendok dia mau. Pagi sebelum ke kantor pun, saya pumping lagi. Berhubung hari Senin pagi itu saya harus meeting dan segera menyelesaikan beberapa kerjaan sebelum ditinggal keesokan harinya, mau gak mau saya ninggalin Faraz dulu. Sengaja hari Senin itu tidak menitipkannya ke daycare karena kondisi Faraz yang masih cacar itu, saya lebih nyaman klo menitipkannya ke Tante. Jadi saya bawa Faraz ke Tante dulu sebelum ke kantor. Setelah meeting pun saya buru-buru balik ke ruangan dan ijin ke Boss klo saya mau pulang cepat karena anak saya sakit, dan Beliau pun mengijinkan. Sayangnya kerjaan saya gak bisa beres cepat, jadilah jam pulang sebagaimana waktunya.

Sebenarnya hari itu galau melanda, melihat kondisi Faraz yang masih rewel karena cacarnya. Bentol-bentol yang muncul di tangan dan kakinya, plus yang parah di kerongkongannya itu duuuhh jadi gimanaaa gitu mau berangkat. Walaupun berangkat bersamanya sih tapi tetap aja kefikiran. Nanti di perjalanan bakalan rewel dan gak nyaman karena lama, terus selama di Jakarta nanti gimana yah klo saya tinggal ke kantor? Dan lain-lain, dan sebagainya. Hingga malam pun rasanya saya malas untuk packing. Selepas sahur dan Shalat Subuh baru deh saya mulai mengeluarkan pakaian kami yang akan dibawa.


Asyik main - Playground Waiting Room Haluoleo Airport
Selasa pagi, 7 Juni 2016. Pak Suami mengantar kami ke bandara pukul 8.30 karena pesawat kami berangkat jam 11.15 mana gitu saya masih ngotot mau mampir ketemu Nenek dulu sebelum berangkat. Minta didoain langsung, secara ini jadi perjalanan jauh pertamanya Faraz. Mana gitu dalam keadaan kurang sehat pula. Ini juga jadi perjalanan pertama Faraz pergi tanpa Bapaknya. Setelah pamit kami langsung mengarah ke bandara. Urusan boarding selesai, saatnya menunggu di ruang tunggu. Saya dan Tante sempat ajak Faraz bermain di play ground daripada BT duduk nunggu, dia happy banget bisa main lari-lari dan perosotan. Ceritanya biar sekalian dia capek, jadi ntar di pesawat bisa tidur dan gak rewel.

Transit at Sultan Hasanuddin airport 
Yeaay, syukurnya gak ada delay. Jadilah tepat waktu kami dipanggil untuk naik ke pesawat. Hiyaaaa, drama pertama dimulaaaai. Faraz gak mau dipakein seat belt, dia gak mau dibujuk buat pake tu seat belt. Pramugari menghampiri kami dan mengingatkan bahwa seat beltnya harus digunakan, klo gak dipake kita nanti gak bisa terbang, begitu pesan Mbak Pramugari cantik. Segala rupa deh caranya baru dia mengalah, setelah terbang dan tanda seat belt boleh dilepas baru saya mencopot seat beltnya daripada gak nyaman. Sebelum take off, saya bujuk untuk nen tapi dia tetap tutup mulut, menolak nennya. Yasudah, saya pun kembali mengalah :(

Happy happy
Menurut jadwal kami akan tiba di Jakarta pukul 14:25 dan akan transit di Makassar. Saat transit di Makassar kami menunggu di atas pesawat saja. Toh cuma sekitar setengah jam saja. Foto-fotoan deh kita sambil lihat pesawat yang sedang parkir, xixixix.  So far sih Faraz sepertinya enjoy aja dengan perjalanannya ini. Saat pesawat kami melanjutkan perjalanan menuju Jakarta, Faraz masih tetap tenang bahkan dengan lahapnya makan lunch box jatah saya, heheheh. Gak hanya itu, Faraz pun sempat BAB dan saya mengganti popoknya di toilet pesawat.

Nyaaam nyaaaam
Hingga drama itu muncul ketika pesawat kami mengarah ke Jakarta tepatnya sewaktu pesawat akan landing. Ketika diumumkan bahwa ekitar 15 menit sebelum landing itulah Faraz ngamuk sejadi-jadinya. Kembali saya tawari nen, tetap dia pun menolaknya. Saya bujuk malah nangisnya makin menjadi. Tantrum? Mungkin itu yang terjadi padanya saat itu. Saya tidak bisa mengendalikannya. Beruntung saat itu pesawat tidak full, saya bujuk pindah ke bangku belakang dengan harapan di tempat yang baru dia akan merasa nyaman. Mungkin dia sudah bosan, lelah dan sepertinya telinga sakit karena pengaruh tekanan udara. Tante mengeluh hal itu, katanya telinganya terasa sakit sekali dan mungkin juga Faraz merasakan hal yang sama jadi ngamuk kayak gini. Mau bilang dia juga gak ngerti kali, makanya yang ada jadi ngamuk sejadi-jadinya.

Hampir semua pramugari datang menghampiri, membujuk Faraz tapi semua ditolaknya. Saya jadi gak enak sendiri dengan keadaan itu. Namun saya tidak bisa berbuat apa. Kata orang, anak sebaiknya diberi disusui jika pesawat hendak take off ataupun landing position tapi apa daya saya, Faraz menolak untuk diberi ASI langsung oleh saya. Segala upaya sudah saya lakukan tapi tetap tak membuahkan hasil. Akhirnya Faraz pun diam juga, sepertinya sih dia mulai lelah atau mungkin dengung di telinganya sudah hilang. Apapun itu, yang penting Faraz udah diam, udah bisa tenang, Alhamdulillah^^

Gak lama setelah itu pesawat pun mendarat dengan selamat di Bandara Soekarno Hatta, Cengkarang. Welcome to Jakarta, Faraz. Alhamdulillah anak Mama nyampe Ibu Kota Negara juga.

To be continue yah cerita Faraz selama di Jakarta ;)

Happy Sunday Morning. Anyway hari ini Faraz 19 bulan loh. Thanks Allah :)



 

5 comments:

  1. semoga lekas sembuh ya Faraz, kebayang gak enaknya kena cacar.. etapi anakku pernah kena cacar pake sabun lifebouy yg cuma setetes itu, alhamdulillah cepet reaksi kempesnya

    ReplyDelete
  2. wah....ceritanya seru banget
    dari awal baca udah deg degan dan ikut sedih ketika dik faiz sakit
    alhamdulillah sdh bisa sehat sebelum berangkat ya mbak...

    nunggu cerita waktu di jakarta deh

    ReplyDelete
  3. Cepat sembuh ya Faraz. :) Bayangin kalo anakku yang rewel. Pasti repot banget

    ReplyDelete
  4. Ada yg dirasa kali yah diii itu sama Faraz sampe ngamuk gituuu.. Huaa Faraz cacar, cpt sehat. Anak tetangga sini lagi pada campak nih diii.. Sehat selalu Faraz dan mama yaa :)

    ReplyDelete
  5. Wahhh, faraz naik pesawat :* :*
    Wahyu juga pengen banget naik pesawat tapi sampe sekarang belum kesampaian :)

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa setelah membaca :)

nama yang jelas yaaa, NO ANONYMOUS please!! ^___^

Mohon maaf Link Hidup tidak akan diapprove :)

^^thanks for reading^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers