Thursday, December 29, 2016

Ketika Anak Gadis Menjadi Mama

Bismillahirrahmanirrahim.....

22 Desember 2014 lalu kali pertama saya merasakan hari Ibu dengan status sebagai seorang Ibu juga, seorang Mama bagi anak saya. Rasanya gimana? Duuh, dag dig dug haru. Waktu itu belum sebulan saya menyandang status Mama. Lalu 22 Desember 2016 kemarin berarti sudah tiga kali saya melewatkan moment hari Ibu itu yah? Meskipun anak saya masih batita dan sekarang pun belum bisa mengucapkan langsung Selamat Hari Ibu untuk Mamanya ini tapi rasa senang menjadi seorang Ibu itu luar biasa. 👶


Dari seorang anak gadis berubah menjadi seorang Mama, dengan melalui proses tentunya itu buat hati ini seperti di taman bunga #apaseehini hihihih tapi beneran begitulah adanya. 

Saat kita yang biasanya bergantung penuh kepada perempuan perkasa yang mengandung dan membesarkan kita. Saat kita yang setiap saat bisanya hanya tahu beres segala sesuatu yang kita butuhkan karena semua telah disiapkan oleh Sang Ibu tanpa harus kita minta, tanpa ada komando. Maka saat si anak gadis ini telah berubah jadi seorang Ibu juga mulai sadar bahwa apa yang saat ini terjadi adalah cerminan di masa yang lalu. Masih belum seberapalah langkah saya ini menjadi seorang Ibu, seorang Mama bagi sang Anak yang masih terus belajar dan bertumbuh. Tapi saya tetap terus dan tidak mau puas dengan kemampuan yang ada pada saya saat ini. Masih harus terus belajar, perbanyak membaca, mendengar dan share pengalaman ke mereka yang lebih dulu menjadi seorang Ibu. 

Ada rasa bangga tersendiri ketika menjadi seorang Ibu. Menjadi nomor satu bagi si Anak! Yah begitulah yang saya rasa saat ini. Betapa Faraz itu dekat dengan saya. Semua serba Mama jika berada di dekat saya. Kadang gemes juga ketika sebenarnya dia bisa melakukannya sendiri tapi tetap merengek "Mama sini Ma, sini", atau saya baru beranjak sedikit eeh dia udah cari perhatian lagi "digigit nyamuk, Ma", padahal jelas-jelas gak ada nyamuk seekor pun yang melintas didekatnya. Hiyaaa, benar-benar deh si bocah ini. 😁

Sejak memutuskan kembali bekerja, waktu saya dengan Faraz hanya di weekend saja atau hari libur lainnya. Kadang sebenarnya galau juga, antara ingin terus bekerja atau kembal full di rumah saja agar bisa terus mendampinginya. Menjadi orang pertama yang melihat semua perkembangannya, menyaksikan kepintarannya. Gak perlu terus-terusan galau, dijalani saja yang ada saat ini.

Ketika anak gadis menjadi Mama maka segala hal pun berubah. Dari yang tadinya serba mengandalkan sang Mama, kini setelah merasakan bagaimana juga rasanya jadi Mama, maka otomatis akan tahu gimana indahnya jadi Mama juga. Ketika menjadi Mama, harus serba bisa. Karena Ibu, Mama, Ummi, Bunda atau apapun itu sebutannya adalah Madrasah utama bagi anaknya. Tempat pertama bagi sang anak untuk berbagi rasa. Mama sebagai contoh  utama buat anaknya.


Dear Faraz, Anak Mama.  
Tumbuhlah kau jadi anak yang Sholeh, Nak. 
Jadi penolong buat kedua orang tuamu. 
Jadi penyejuk bagi semua orang di sekitarmu. 
Bantu Mama agar selalu sabar menghadapimu. 
You are my everything, Nak  ❤



*Postingan ini terinspirasi dari ide postingan Jenk Irly dan juga Kak Irawati Hamid. Baca cerita mereka tentang Mama juga yah ;)





11 comments:

  1. saya pertama kali menjadi mama pada tahun 2011, hihihi :D

    ReplyDelete
  2. PAsti ada rasa bangga, begitu dapat jabatan sbg seorang ibu yg baru beranjak dri seorang anak gadis yah mbak... hhheee

    ReplyDelete
  3. Selamat menjalani profesi sebagai ibu Mbak... Menurutku, ibu itu kayak nano2..rasanya macem2...☺☺

    ReplyDelete
  4. wah pasti rasana bangga campur aduk.. selamat ya :)

    ReplyDelete
  5. Faraz.. long time no see.. Arisan pi lagi Mama'ta, di Nak? :p

    ReplyDelete
  6. enak mana karyawan atau full ibu rumah tangga ya?
    berarti profesi ngeblog gak bisa diandalkan ya Mbak?
    terima kasih

    ReplyDelete
  7. Ini postingan bareng yaa Di? Kita kapan ya :)) amin moga doa anak gadis yg telah menjadi mama terkabul ^^ peluk utk faraz :)

    ReplyDelete
  8. setelah jadi mama ada rasa yg berbeda ya diah :D

    ReplyDelete
  9. Raja jg nemplok mulu dan apa2 saya, bikin suka kesel... tapi selalu diingatkan kalo masa2 anak nemplok emaknya itu akan sebentar, jd dinikmatin aja.. :D

    ReplyDelete
  10. pasti bahagi abgt menjadi seorang mama ya mbak

    ReplyDelete
  11. Uuuuhh, semoga sy bisa segera jadi mama juga :D

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa setelah membaca :)

nama yang jelas yaaa, NO ANONYMOUS please!! ^___^

Mohon maaf Link Hidup tidak akan diapprove :)

^^thanks for reading^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers