Cerita Mama Perah

Hari gini listrik masih sering padam? Duh, kebangetan deh yah!

Yah, emang kebangetan sih. Koq ya masih aja sering padam? Durasinya tidak sebentar pula, berjam-jam di waktu yang seharusnya orang produktif mengerjakan aktivitasnya masing-masing. Atau disaat tengah malam, di kala semua sedang terlelap dan wuuuss, listrik padam. Anak-anak jadi gelisah karena gerah. Belum lagi nyamuk-nyamuk berpesta pora karena mereka kan emang suka dengan gelap. Huufft, wal hasil emak siaga harus sigap kipas-kipas manual agar anak-anak tidak keringatan dan tidak donor darah ke nyamuk, hikss! 😑

Di Kendari sendiri, untuk urusan yang satu ini (listrik padam, <i>-red</i>) bukan jadi hal baru lagi lantaran seringnya listrik padam dengan sesuka hatinya. Alasan pemadaman listrik karena ada perbaikan sistem<i>lah</i>, atau paling gampang sih konon katanya karena kurangnya ketersediaan pasokan listrik untuk rumah tangga jadi perlu pembagian secara merata agar semua bisa menerima arus listrik tersebut, dan alasan lainnya yang udah jadi sepertinya basi banget deh saat ada informasi akan ada pemadaman listrik secara bergilir (lagi). Biasanya sih jika pemadamannya lama, akan diinfokan di media cetak lokal atau radio, agar warga jadi tahu dan bersiap. Aduuh bok, koq bisa ngakunya kurang yah? Padahal saat suatu perumahan mengajukan pemasangan baru masih aja bisa dilayani. Duh, gagal faham deh 😕

Okelah, mungkin emang benar adanya. Think positive ajalah. Mereka lebih tahu dan pasti berusaha memberi pelayanan yang terbaik kepada pelanggan.

Dulu sih saya paling menggerutu saja ketika ada pemadaman listrik bahkan dalam waktu yang lama. Tapi awal Januari yang lalu saya jadi gregetan sendiri ketika ada pemadaman listrik yang mendadak. Di mulai tengah malam, sekitar jam 2 dini hari. Mendadak gelap. Saya sudah mulai resah, ngantuk, lelah juga kipas-kipas untuk mengusir gerah dan nyamuk agar anak-anak tetap bisa tidur pulas meski kipas anginnya mati. Yah, saya masih menggunakan kipas angin, belum kekinian dengan AC seperti rumah tangga lain kebanyakan 😀

Satu jam menunggu, masih juga belum ada perubahan. Listrik masih mati. Dua jam kemudian, masih juga sama. Hingga akhirnya sayup-sayup terdengar suara Adzan dari Mesjid di kejauhan. Biasanya kan tempat ibadah emang ada pengecualian yah ketika ada pemadaman seperti itu. Atau menggunakan genset agar arus listrik tetap ada dan jamaah bisa melakukan ibadah bersama. Duuh, artinya sudah hampir tiga jam listrik padam. 

Saya mulai resah, biasanya klo lama seperti ini bakalan sampai pagi padamnya. Belum lagi klo akan berlanjut sampai sesuka hatinya. Biasanya sih hingga lebih dari 6 jam. Apa kabar ASIP saya di freezer? Klo listriknya terus seperti ini alamat ASIPnya akan mencair doong, huaaaa. Saya sedih sambil mengumpat, kesal sejadi-jadinya. Gimana tidak, saat saya sudah mulai semangat <i>pumping</i> dan sudah mulai mengumpulkan sekian botol untuk <i>stock</i> si Bayi, tapi kalau listriknya terus seperti ini kualitas ASIP nanti akan berubah. Kasihan si Bayi. Ketakutan saya selama ini pun terjadi juga. Makanya saya tidak pernah menyimpan ASIP banyak, bahkan maju mundur untuk <i>stock</i> ASIP karena takut listrik akan seperti ini dan benar saja hingga saya berangkat kerja listrik masih juga padam. Bahkan itu berlaku serentak hampir semua tempat di Kota Kendari. Hiks, saya lemas jadinya. Sedih, jadi tidak semangat untuk <i>pumping</i> lagi 😣









 

0 comments:

Post a Comment

Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa setelah membaca :)

nama yang jelas yaaa, NO ANONYMOUS please!! ^___^

Mohon maaf Link Hidup tidak akan diapprove :)

^^thanks for reading^^