Thursday, January 12, 2017

Optimisme: Kunci Sukses Meraih Mimpi

Bismillahirrahmanirrahim.....

Saat baca tulisan Mak April Hamsa di web KEB yang berjudul: Cara Membangun Optimisme Supaya Tetap Semangat Menjalani Hidup itu seperti dapat sesuatu banget deh. Apalagi klo baca ini di saat sedang merasa hopeless, deeuhh jleeeb banget deh bisa jadi seperti oase di padang pasir #eeh tapi emang benar loh ini bisa jadi spirit baru bagi yang membutuhkan semacam motivasi gitu 👀

Canva.com

Kalau ngomongin tentang optimisme; menurut kamus besar Bahasa Indonesia bahwa optimis/op·ti·mis.me/ n; paham (keyakinan) atas segala sesuatu dari segi yang selalu berpengharapan (berpandangan) baik dalam menghadapi segala hal. 

Yeaaah, menurut saya optimisme itu wajib dimiliki oleh setiap orang karena rasa optimis inilah yang menjadi penyemangat kita menjalani hidup, kunci sukses meraih mimpi. 

Saya yakin dan percaya akan rasa optimis ini karena telah beberapa kali saya buktikan sendiri. Jika saya ingin melakukan sesuatu dengan sepenuh hati, merapal doa dengan penuh khusyuk sambil terus yakin dan optimis dengan hasil positifnya, Alhamdulillah apa yang diharapkan pun terwujud. 

Waktu masa kuliah dulu, memasuki tahun ketiga saya mulai membuat strategi pencapaian, telat sih emang kenapa gak dari awal tapi better late than nothing kan ya? #eeh. Ini karena ntah kenapa di setiap semester genap nilai saya selalu menurun, heraan deh padahal menurut saya (bukan menurut para dosen) saya sudah melakukan usaha maksimal sebisa saya tapi lagi-lagi hasilnya anjlok di semester genap. Hufft! Harus segera mengganti strategi nih!

Baca juga: 4 Cara Membunuh Rasa Bosan

Jadi di setiap awal semester saya selalu menuliskan kembali daftar mata kuliah yang saya ambil untuk semester itu, lalu kemudian saya menuliskan hasil yang ingin saya capai sambil mengukur diri juga apakah saya bisa mendapatkan nilai tersebut. Jika saya rasa berat, cukuplah menuliskan "B" saja, adapun klo nantinya bisa mendapatkan nilai lebih dari target tersebut itu jadi bonus buat saya. Alhamdulillah hasilnya selalu tidak terlepas dari target, ada beberapa memang yang meleset tapi cukuplah dan tidak terlalu mengecewakan. Sambil terus berusaha dan berdoa agar kedepannya lebih baik lagi. Saya lakukan itu berulang, hingga waktu menyusun skripsi pun saya tetap optimis bahwa nilai akhir saya adalah A. Saya harus berjuang untuk itu dan tanamkan rasa percaya diri, optimisme dalam hati bahwa saya bisa, pasti bisa! Tidak lupa juga dibarengi dengan doa dan Alhamdulillah tidak ada usaha yang sia-sia, 2009 saya akhirnya berhasil mendapatkan target saya itu.  

Yeaah, itu tadi cerita masa kuliah. Beda lagi dengan ketika menjajal peruntungan di dunia kerja 😊 

Rasanya menjadi pertanyaan yang lumrah ketika kita telah menyelesaikan satu step; selesai kuliah akan muncul pertanyaan berikut "sekarang kerja dimana?" Atau pertanyaan lain "kapan?" #eeh. Tapi waktu itu saya lebih fokus ingin mendapatkan penghasilan dari hasil usaha saya sendiri, saya pun memulai peruntungan. Selepas ujian skripsi itu saya mulai subscribe website yang menyediakan info lowongan kerja gitu walau sebenarnya yang banyak dicari adalah posisi di luar sana. Tak mengapa, saya coba saja terus sambil mencoba tawaran yang diberikan Sahabat untuk mengganti kelas mengajarnya saat itu sambil ngajar private juga ke anak tetangga. Yang namanya fresh graduated itu semangatnya menggebu-gebu, semua bisa dijalani. Sampai suatu hari ada Sahabat lain yang info tentang lowongan kerja di tempatnya, Bismillah saya optimis untuk memasukkan CV saya kesitu. Dan seperti dugaan saya, Alhamdulillah, 2010 itu keterima juga di perusahaan Jepang itu.

Baca juga: Kembali Bekerja Setelah Punya Anak

Rasa optimisme itu sudah benar-benar berulang kali telah saya buktikan. Setelah project Jepang berakhir di awal 2011 itu, saya sempat vakum sebentar. Malah sempat kabur ke Jakarta selama sebulan. Niat awalnya sih mau menghadiri undangan interview karena salah satu applikasi saya dari website pencari kerja itu berhasil lulus. Nothing to lose sih sebenarnya untuk hasilnya, biar refreshing lah juga sekalian. Alhamdulillah, mungkin Allah melihat usaha saya, udah jauh-jauh kesana dan salah satu tempat yang dituju menerima saya. Sayangnya saat itu masih banyak pertimbangan lagi untuk terus mengambil tawaran tersebut. Yahh gak muluk-muluk, biaya hidup dan yang didapatkan rasanya belum berimbang, jadilah saya memilih untuk kembali. 

Sekitar Agustus saya membaca sebuah lowongan di koran, membaca itu saya lagi-lagi dengan penuh semangat untuk apply. Saat itu saya sebenarnya sudah mulai bekerja lagi di salah satu distributor perusahaan komuikasi di Kolaka. Tapi seperti ada sebuah panggilan sendiri untuk 'melamar' ke tempat yang iklannya saya baca itu. Yeaaay, dengan usaha maksimal karena saya harus interview langsung di Kendari, Ramadhan pula harus bolak baliknya itu akhirnya saya menemukan jawaban baik atas usaha dan doa saya. Alhamdulillah, lulus dan kerja hingga project berakhir. Belum sampai disitu saja, di tahun 2016 lalu seperti yang sudah saya ceritakan di postingan sebelumnya bahwa saya lagi-lagi melamar kerja setelah punya anak dan Alhamdulillah sekali lagi membuahkan hasil, lulus. 

Seperti itulah, kekuatan doa, keyakinan diri, optimisme dan apapun itu namanya. Jika benar-benar kita lakukan dengan sungguh-sungguh yakin dan percayalah bahwa tidak ada usaha yang akan sia-sia. Bangunlah selalu rasa optimis ketika memulai sebuah niat dan ingin mendapatkan hasil yang terbaik. Jangan lupa juga untuk menyerahkan segala hasilnya ke Sang Pemberi karena DIA yag Maha Tahu sesuatu yang baik untuk kita. DIA akan memberikan sesuatu yang benar-benar kita butuhkan, bukan yang kita inginkan. 

Upss, udah kepanjangan nih. Semoga kita selalu optimis yah dalam menjalani segala hal, biar hasilnya juga maksimal. :)

#HappyBlogging



 

6 comments:

  1. Wah, lulus terus nih kayaknya mak Diah, krn optimis dan doa serta usaha ya, Mak..
    Saya juga berusaha selalu optimis dalam menyikapi segala hal, Mak.
    Salam optimis :D

    ReplyDelete
  2. Moga terwujud ya Diii..kadang pas lagi galau terhadap cita2 atau keinginan, lagi ngga semangat gitu seringnya secara ngga terduga, blogwalking ke tulisan yang menginspirasi :D
    Dari kuliah udah terplan yaaa di sampai kiniii, mamanya Faraz :)

    ReplyDelete
  3. Saya ini, sering sekali kendur semangatnya, huhuhu :(

    kadang setelah berusaha semaksimal mungkin dan melihat hasil yang dicapai tidak sesuai harapan maka semangat yang sebelumnya sudah membumbung tinggi seketika akan jatuh ke dasar yang paling dalam #halah

    ReplyDelete
  4. Tetap semangaaaat.....

    ReplyDelete
  5. setuju diah harus selalu optimis hindari pesimis ;) semoga semua yg diah inginkan bisa tercapai ya dengan optimis terus

    ReplyDelete
  6. Tetap optimis, Mak :)

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa setelah membaca :)

nama yang jelas yaaa, NO ANONYMOUS please!! ^___^

Mohon maaf Link Hidup tidak akan diapprove :)

^^thanks for reading^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers