Friday, February 17, 2012

Tentang Move On

Bismillahirrahmanirrahim.....

Huuuu, rasanya saya semakin malas saja nih buat posting. Gak ada ide, emang lagi gak ada sesuatu yang bisa dishare, bahan untuk diceritakan dan sejenisnya. Hmm, mungkin karena fisik saya yang belakangan ini kurang fit juga kali jadinya saya merasa tidak produktif deh. Iyah, dalam sebulan ini saya sudah dua kali tumbang tepar terkapar. Bahkan Kamis kemarin saya cuma rebahan di tempat tidur dan tidak masuk kantor, tapi Alhamdulillah cuma sehari saja. Gini nih klo gak bisa ngukur diri, padahal tahu sendiri klo sehat itu mahal eeh masih juga gak sadar #paraaahh. Tapi gak apa-apa semoga dengan sakit ini bisa semakin bersyukur, artinya masih diperhatikan dan diingat ma Allah. Biar bisa lebih sayang pada diri sendiri lagi #sokbijak xixiix.

Yuhuuuu, back lagi deh pada topik. Tentang Move On. Move On? Pindah? Haaaa, kamu mau pindah ya Di? Atau blognya mau dipindah ya Di? Ayoo ada yang nanya gitu gak? Yaaay, berasa banget sih ada yang nanyain? Hehehh #kepedean.

Hohohoh tidak temans, saya tidak berfikir untuk pindah koq. Laaah mau pindah ke mana juga saya? Kadang sih merasa pengen mencoba di tempat lain tapi sepertinya belum sekarang, mungkin akan ada saatnya, akan ada masanya untuk mencoba tempat baru. Pindah blog? Ah tidak ah, saya tidak mau pindah blog, saya sudah kadung jatuh cinta dengan blog saya yang tersayang ini walaupun kadang sih saya emang nulis di blog yang lain, tapi saya nulis di blog lain karena emang sengaja membedakan mana tulisan untuk experimen dapur dan mana tulisan yang untuk experimen kata, saya sedang belajar untuk nulis-nulis flash fiction gitu, xixiix. Iyaahh belakangan saya jadi jatuh cinta dengan yang namanya flash fiction. Lagi senang-senang baca flash fiction dan ikut-ikut belajar untuk nulis flash fiction juga, heheheh. Tapi tetap ya untuk tulisan curcol dan pemikiran-pemikiran ajaib saya lainnya bakalan saya tuangkan disini, dan tetap doooong blog ini yang jadi numero uno bagi saya #kedipkedipkeblog.

source pict

Well, jadi tentang move on apa dunk Di? Hmm, move on apa ya? Seperti kebanyakan pembahasan galau yang sekarang lagi trend itu loh, rasanya saya juga berada pada tahap itu deh, saya sedang galau tentang move on itu. Move on mengenai hati.

Kenapa emang Di? Yaahh begitulah, mungkin tidak harus diceritkan panjang lebar disini. Cukup saya sendiri yang tahu, Allah dan ada sahabat saya yang selalu saya susahkan untuk mendengar cerita saya tentang ini lagi-ini lagi-dan ini lagi. Huufft, saya emang tipe orang yang susah berpindah, paling malas menyesuaikan diri dengan sesuatu yang baru itu jadi alasannya. Tapi tentang hati sih bukan malas menyesuaikan tapi kadang saya takut, takut gagal lagi dan ditinggal pergi lagi disaat saya sudah mulai merasa nyaman dengan segala yang diciptakannya.

Yang pertama saja yang bisa dibilang cuma cinta monyet *eittss emang dia monyet? Xiixix gak dooooong, itu loohhh kisah cinta anak kecil yang katanya baru kenal namanya puberitas, suka lawan jenis dsb gitu deh, haiaaahh :"> #eaaa. Lanjuuutt, dengan si Ketua Osis itu aja saya butuh waktu sekian tahun untuk benar-benar move on! Mungkin karena emang gak ada yang dekat atau saya yang gak peka klo didekati atau bagaimana? Saya emang seperti ini bahkan setelah jalan dengan Orang kedua selama beberapa bulan barulah si Orang pertama tadi benar-benar saya tinggalkan.

Gak tahu kenapa saya bisa seperti itu? Kenapa saya seperti selalu dibayang-bayangi dengan masa lalu? Kadang eehh bahkan sering saya merasa takut untuk melangkah, melangkah untuk sesuatu hal yang baru. Ah entahlah, mungkin sudah seperti begitulah yang harus saya hadapi. Dan sekarang, setelah setahun lebih berpisah dari si Orang kedua saya jadi kembali lagi seperti sebelumnya. Lebih parahnya lagi sekarang ini saya merasa karena sayalah Orang tersebut jadi meninggalkan saya, saya emang sadar itu. Tapi mau gimana lagi, mungkin sudah seperti itulah jalannya. Herannya sepertinya saya tidak bisa menerima kenyataan. Saya jadi takut untuk membuka diri, membuka hati karenaaaa hmm for honestly, saya merasa bersalah telah membuat dia menjauh dan pergi dari saya. Padahal dia telah berusaha membuat semuanya menjadi indah. Dia sudah menjadi orang yang sabar menghadapi saya yang super ini, super gak jelas dan gak ditahu apa keinginannya, xiixxix. Saya jadi takut jika saya dekat dengan orang lain lagi saya akan menyakiti orang itu saja. Hiiikss, saya tidak bisa move on!

Penyesalan emang tidak pernah diawal. Kadang saya masih berfikir dan berharap adanya kesempatan kedua, kesempatan bagi saya untuk memperbaiki segala yang telah saya kacaukan. Tapi sepertinya tidak ada kesempatan lagi buat saya, hiikks. Ahhh sudahlah saya cuma mau bilang ini saja, setidaknya mengurangi sedikit beban galau yang ada di hati saya, xixixix.

Yawiiiiss, have a nice weekend ya. Klo saya mah long weekend, secara Senin itu kantor saya libur. Dan sekarang ada aturan baru, klo udah ditentukan sebagai hari libur yaah harus libur. Gak boleh dipindah lagi harinya. Yasud dinikmati saja, heheh.

Happy Blogging ;)



PS: Bagi yang senang baca flash fiction, klo sempat mampir di ruang katakuu duunk, masih newbie, mohon kritik dan sarannya ^____^


20 comments:

  1. trims sudah berbagi ya mba Diah... saya rasa, banyak juga wanita lain yang mengalami hal seperti ini, dimana mereka suka merasa sulit banget untuk berpindah ke lain hati... sulit melupakan seseorang yang merupakan masa lalunya... sulit untuk move on.

    Sebenarnya, satu hal yang harus dipahami adalah, sulit atau tidak sulit untuk move on, kita berkewajiban untuk menjaga hati kita untuk selalu happy lho mba. Itu adalah tugas utama setiap manusia. Mengapa? Karena dengan hati yang bahagia itulah dia akan mampu menciptakan bahagia di orang lainnya; baik itu keluarganya, sahabatnya atau malah si yang ditinggalkannya/meninggalkannya.

    Ini bukan sikap egois lho, mengutamakan kebahagiaan diri sendiri terlebih dahulu adalah sifat yang baik, karena dengan hati yang bahagia itu, kita akan mampu membaginya untuk orang lain. Begitu juga dengan semangat. Bersemangatlah terlebih dahulu di diri sendiri, baru kemudian kita mampu menularkannya pada orang lain.

    Intinya disini adalah, mungkin mba Diah harus memberanikan diri, meniatkan dalam hati untuk mampu move on. Karena dengan sikap itulah mba Diah akan mampu menyenangkan hati mba Diah. Hati yang senang (energi positif) tentu akan berefek positif pula terhadap aktifitas lainnya.

    Tentang rasa bersalah itu, saya rasa tidak baik dipelihara terlalu lama lho mba... jika memang mb Diah merasa bhw sikap mba Diahlah yang telah membuat si dia menjauh, tak ada salahnya meminta maaf, dan jangan juga menyesalinya berlarut-larut. Seperti yang mba yakini sendiri, bahwa mungkin memang sudah begitu jalannya.

    So... just enjoying your days, hadapi dengan penuh semangat, berjiwa besar, bangun harapan, buka hati lebih terbuka, nantikan keajaiban dari Yang Maha Kuasa... (Cieeeeee... Alaika ngasih ceramah nih kayaknya....!) maap ya mba.. ga bermaksud menggurui lho, hanya berbagi pemikiran.

    Semoga tidak membuat mb Diah tersinggung lho....

    Have a nice week end ya mba... asyiknya long week end. Saya juga long week end nih mba, hehe.

    Salam hangat dari dalam Kereta Api (Bandung - Solo). :)

    ReplyDelete
  2. huaaaaa.. kaget, tadi kirain ini postingan loh Mbak, xixiix.

    makasih masukannya ya Mbak, makasiiihh banget.
    tentang minta maaf, saya udah melakukannya Mbak tapi begini aja Mbak hasilnya, mgkn emang sudah tidak bisa seperti semula lagi Mbak. heheh.

    makasiiihh yaaa Mbak masukannya :-*

    ReplyDelete
  3. hm....enak juga ya senin libur jadi kalo pas mau jalan2 bisa dari jumat malam.

    ReplyDelete
  4. hahaha.... maaf ya jadi dikira postingan oleh mba Diah.. jadi malu deh saya... kebiasaan banget deh saya ini kalo ngasih komen panjang lebar... blushingdotcom deh.... #tertunduk malu...

    ReplyDelete
  5. move on maksudnya pindah ke lain hati...
    well, itu benar-benar tidak mudah. apalagi masa lalu masih belom bisa dihilangkan 100%

    ngerti banget gimana rasanya

    ReplyDelete
  6. terkadang wanita itu selalu dapat tersenyum dalam suasana kelamnya ko Mba, namun semua itu memanglah proses kehidupan. Dan saya setuju dengan uraiannya.

    Sukses selalu
    Salam
    Ejawantah's Blog

    ReplyDelete
  7. kita sama neng, dhe juga termasuk orang yang sedikit susah untuk move on, mungkin bahasa kerennya susah untuk jatuh cinta.. bayang-bayang masa lalu, bayang-bayang kegagalan, semuanya, menjadi pelengkap untuk susah membuka hati.. kamu enak baru 1 tahun, lah dhe sudah 4 tahun.. bayangkan, bagaimana hati ini seolah sudah mati rasa #lebay.. hahahahha..

    berdamai dengan kenyataan saja.. berdamai dengan hati dan diri sendiri.. lalu, berusaha untuk berani membuka kisah baru.. ayoo, kita pasti bisa!! dhe juga sedang berusaha.. :)

    ReplyDelete
  8. ada yang penyesalannya di depan mbak diah. . . yaitu klo naik delman tapi kudanya eek. pasti nyesel di deoan kan hehehhee

    ReplyDelete
  9. Mba diah mungkin sudah bisa mulai membuka hati untuk orang yang baru, jangan terlalu tenggelam dengan masa lalu yang terkadang miris itu. Keep smile dan yakilnlah bahwa Allah sebenarnya sudah mempersiapkan seseorang yang istimewa dan yang terbaik untuk mba diah..semangaat ^^

    ReplyDelete
  10. Wahahaha, akhirnya aku baca post baru mu.
    Ternyata post galau tho mbak... @_@
    Aku nggak tahu perasaanmu mbak. *ga empati blas*
    Apalagi mengenai move on.
    Aku aja naksir orang belum pernah yang sebegitunya xD

    ReplyDelete
  11. diahhh bikin blog baru ya mau nanti mampir kesana :D
    masih galau kah dirimu ayo diah terus move on :D

    ReplyDelete
  12. ayo semangat, diah musti tegar kayak Salman Al Farisi yang tegar saat pujaan hatinya memilih lelaki lain yg justru adalah temannya :D

    ReplyDelete
  13. tiap hari aku berpindah loh diah, dari satu blog ke blog lain :)

    ReplyDelete
  14. itu mirip cerpen yah :D bukan flash fiction
    CMIIW
    *sokhalah*

    ReplyDelete
  15. waduuu sesi curhat ya di...
    berarti pelajarannya, jangan sia2kan kesempatan di :D

    ReplyDelete
  16. ehemm.. Move on move on... haddeh. kata2 ini jadi tren di 2011. dan saya iri diah, hari senin itu dimana2 busy day! dan kmyuuw libur... oh tidaaaak :(

    ReplyDelete
  17. @Mbak Fanny: heheh tapi gk ada trip utk kali ini Mbak.

    @Mbak Alaika: gpp Mbak, santai aja, saya senang loohh dapat masukan dari Mbak yang pastinya punya jauh lebih banyak pengalaman dari saya :D

    @Mbak Elsa: hu`uh Mbak, bangeett. emang susah, kadang udah pengen membuka diri tapi masih dihantui rasa bersalah, terkadang.

    @Indra: yaah begitulah wanita, tegar diluar meskipun didalamnya sudah rapuh membendung tangis :D

    @Dhenok: heehhehh, yg terakhir sih baru 1 setengah tahun Dhe, tapi coba tanya yg sebelumnya sampe 9thn klo gak salah Dhe :D
    ayoo mari sama2 berjuang utk bisa move on :D

    @Susu Segar: oohh gitu ya?? #mikir maksudnya apa ya?? :p

    @Lia: makasih yaa Lia :)

    @Una: haahh, kamu ini, naksir mulu sih, udah kebanyak stok taksiran kali dirimu ini Na :p

    @Rio: saya tidak setegar itu Rio, huhuhuh

    @Mbak Lidya: blogwalking tuh namanya Mbak :D

    @Mbak Ndah: Mbaaaaaakk Ndaaaaahhh *kangeeenn muah muah muaahh*

    @Devi: ho`ohh Dev, orang yg waktu itu lohh Dev, korban LDR ikkss :(

    @Syam: dan saya baru menulis ini di 2012, iyaahh dooongg tapi gk liburan jauh, cukup di rumah saja :p

    ReplyDelete
  18. orang lain gampang aja untuk menasehati: "Ayo dong, kamu move-on..."

    tapi yg menjalani itu lho yg sulit. talk is cheap, lah :)

    banyak istighfar aja dek....

    ReplyDelete
  19. setujuuuu Mbak, setujuuu, ikkss..

    iyah Mbak, makasiihhh *hugs* muahmuaahh :-*

    ReplyDelete
  20. warga blog baru ne, salam kenal aj cemua.

    ReplyDelete

Jangan lupa tinggalkan jejak yaaa setelah membaca :)

nama yang jelas yaaa, NO ANONYMOUS please!! ^___^

Mohon maaf Link Hidup tidak akan diapprove :)

^^thanks for reading^^

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Followers